Pontianak Go Cashless, Penerapan E-Money Diperluas

Lantaran Belum Terbiasa Tidak Semua Orang Suka

12
LEPAS BALON. Pj. Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji melepas balon terbang sebagai tanda dibukanya ‘Pontianak Go Cashless’ di halaman Parkir Ayani Megamall Pontianak, Minggu (15/4). Humas Pemprov for RK
LEPAS BALON. Pj. Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji melepas balon terbang sebagai tanda dibukanya ‘Pontianak Go Cashless’ di halaman Parkir Ayani Megamall Pontianak, Minggu (15/4). Humas Pemprov for RK

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Penerapan transaksi non tunai untuk pembelian BBM jenis premium di seluruh SPBU Kota Pontianak dinilai sukses. Sistem e-money ini akan ditingkatkan untuk pembelian BBM jenis Pertalite.

“Kita telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama BI Kalbar dan PT. Pertamina pada 16 September 2017 lalu untuk elektronifikasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara non tunai di seluruh SPBU Pertamina yang ada di Pontianak,” ungkap Pjs. Wali Kota Pontianak Mahmudah ketika memberikan sambutan pada kegiatan ‘Pontianak Go Cashless’ di Halaman Ayani Megamall, Minggu (15/4).

Dia mengklaim, penerapan Gerakan Non Tunai (GNT) ini mendapat respon positif dari masyarakat. Berdasarkan data Pertamina pada Maret 2018, transaksi non tunai atau cashless di SPBU Kota Pontianak mencapai Rp503,61 juta. Atau sebesar 19,40 persen dari total penjualan BBM di SPBU Kota Pontianak.

“Melihat respon positif dari masyarakat, maka program pembelian BBM secara non tunai diperluas tidak hanya terbatas BBM premium, namun juga terhadap BBM Pertalite bagi kendaraan roda empat atau lebih,” ungkapnya.

Sistem ini kata dia, mulai efektif berlaku sejak 1 April 2018. Ke depan, Gerakan Pontianak Go Cashless rencananya juga akan diterapkan untuk transaksi lainnya. Salah satunya untuk pembayaran feri, penyeberangan sungai Kapuas yang dikelola PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Feri (Persero) Cabang Pontianak.

Sementara terkait kegiatan Senam Zumba Bersama Pontianak Go Cashless tersebut digelar atas kerja sama Pemkot Pontianak, Kantor Perwakilan BI Kalbar, Pertamina dan didukung perbankan. Kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi impelementasi pembelian BBM jenis pertalite secara non tunai. “Kita berharap Go Cashless semakin membudaya di masyarakat Kota Pontianak,” lugas Mahmudah.

Sementara Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji dalam sambutannya membuka Pontianak Go Cashless mengatakan, tuntutan kemajuan teknologi khususnya transaksi nontunai akan menjadikan masyarakat sebagai cashless society. Di dalamnya menawarkan kemudahan dan kecepatan masyarakat bertransaksi.

“Edukasi ini penting agar masyarakat kita akan terbiasa pada teknologi, untuk itu kedepannya harus tersosialisasi dengan baik. Sehingga pemahaman masyarakat pada teknologi dapat diterima dengan baik,” tuturnya.

Menurut dia, memang belum semua orang suka dengan pembayaran nontunai lantaran belum terbiasa dengan teknologi.

“Untuk mengubah kebiasaan memang berat, namun kalau dicoba pasti bisa,” katanya.

Dodi juga mengajak masyarakat khususnya masyarakat Kalbar untuk menyambut kemajuan teknologi dengan arif dan bijaksana. Perkembangan teknologi harus dapat diterima, dipahami, diikuti serta dimanfaatkan secara cerdas oleh masyarakat. “Kemajuan teknologi ini tidak hanya bersifat menuntut namun memberi sesuatu yang baru dalam upaya mensejahterakan masyarakat,” lugasnya.

Dodi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Kalbar sebagai provinsi yang kondusif di dalam proses pembangunan daerah dalam rangka memperkuat ketahanan nasional.

“Mari kita bangun semangat berpikir dan bekerja serta tidak alergi pada kebhinekaan yang beraneka warna. Karena perbedaan adakalanya berperan sebagai koreksi untuk semakin kuat dan kokohnya persatuan dan kesatuan di antara sesama warga khususnya warga Kalbar,” terang Dodi.

‘Pontianak Go Cashless’ diisi dengan senam zumba bersama yang dibuka untuk umum. Satu diantara peserta senam zumba Ochie mengaku antusias dengan acara olahraga bareng itu. Untungnya lagi, dirinya dinobatkan sebagai peserta terheboh dan the best selfie melalui akun Instagram. Sebagai hadiahnya, wanita berbadan bongsor ini mendapatkan dua buah e-money dari Bank Kalbar dan BRI. “Isinya sudah diisi ke bumbum (mobil),” katanya.

Ochie mengaku dirinya telah menggunakan e-money sejak setahun belakangan. Kartu elektronik itu telah famous di ibu kota Indonesia. Di Jakarta, hampir semua tempat telah menerapkan sistem pembayaran menggunakan e-money. “Di Jakarta cafe kecil-kecil bisa bayar menggunakan e-money. Jajan roti bakar pun bisa,” jelasnya.

Sementara di Kota Pontianak ia menilai penggunaan e-money terbilang belum efektif. Selain di SPBU, kartu ini hanya bisa digunakan di beberapa ritel. Padahal, kehadiran e-money bisa mempermudah orang dalam bertransaksi.

Transaksi nontunai juga bermanfaat bagi orangtua untuk dalam mengontrol uang jajan anak-anaknya, meskipun risikonya cukup besar. Sebab jika hilang, kartu ini tidak bisa terproteksi layaknya Anjungan Tunai Mandiri (ATM). “Top max kan cuma sampai sejuta. Jadi orangtua bisa simpan uang jajan anak di e-money. Sekalian mengajarkan anaknya memanajemen keuangan,” tukas Ochie.

Laporan: Gusnadi, Rizka Nanda

Editor: Arman Hairiadi