Polres Kapuas Hulu Hanya Dianggarkan 50 Personil

Pengamanan Natal dan Tahun Baru

93
LINTAS SEKTORAL: Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK memberikan sambutan pada rapat lintas sektoral, Selasa (22/12) pagi di Aula Mapolres kapuas Hulu. Arman Hairiadi-RK

eQuator – Putussibau-rk. Polres Kapuas Hulu hanya diberikan anggaran 50 personil  untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru Operasi “Lilin Kapuas” dari tanggal 24 Desember 2015 – 2 Januari 2016.

“Tapi sebagai bentuk tanggung jawab kami di Polres Kapuas Hulu menerjunkan seluruh personil, yaitu sekitar 627 personil,” kata AKBP Sudarmin SIK, Kapolres Kapuas Hulu, saat rapat lintas sektoral dalam rangka Operasi Polisi “Lilin Kapuas 2015” pengamanan Natal 2015 dan Tahun baru 2016 di wilayah hukum Polres Kapuas Hulu, Selasa (22/12) pagi di Aula Mapolres Kapuas Hulu.

Ada tiga pos pelayanan yang didirikan Polres Kapuas Hulu, yaitu Badau, Simpang Silat, dan depan Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Putussibau. Kemudian seluruh Polsek akan dijadika tempat pelayanan. “Mungkin ada masyarakat yang memerlukan Polsek sebagai tempat beristirahat. Kami sudah siap melayani masyarakat yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Rapat lintas sektoral yang dihadiri Ketua DPRD Kapuas Hulu Rajuliansyah SPd.I, Asisten I Bupati Drs H Hasan M MSi, Dandim 1206/Psb Letkol (Kav) Budiman Ciptadi, Kasi Intel Kejari Putussibau Acep Subhan Saepudin SH, perwakilan SKPD terkait, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda ini, kata Sudarmin jangan dipandang sebagai agenda tahunan semata, saat menjelang Natal dan Tahun Baru. Acara ini untuk menyamakan persepsi dan membuat komitmen, agar wilayah Kapuas Hulu selalu aman. Baik dari tindakan teror, kriminal, dan gangguan kamtibmas lainnya. “Perayaan Natal dan Tahun Baaru harus disikapi bersama, agar bagaimana masyarakat yang akan merayakannya bisa berjalan lancar,” pungkas Kapolres.

Hal ini perlu disampaikan Kapolres, karena berdasarkan informasi dari intelijen, warga negara Indonesia yang bergabung dengan ISIS akan kembali ke dalam negeri untuk mengganggu di Indonesia. Ini tidak menutupi kemungkinan bisa terjadi di Kapuas Hulu, karena berbatasn dengan negara tetangga. “Kita harap di Kapuas Hulu selalu aman dan damai,” kata Sudarmin.

Ditempat sama, Pastor Konradus Hancu mengatakan jauh-jauh hari pihaknya sudah mempersiapkan untuk perayaan Natal dengan membentuk kepanitian bersama gereja-geraja protestan yang ada. Sementara dalam Katolik sudah membentuk juga kepanitiaan, yang  diserahkan kepada Orang Muda Katolik (OMK). “Kami lihat memang sudah siap dan nampak sekali kegiatan anak muda dengan hiasan pohon natal yang ada termasuk juga yang lainnya. Persiapan ini sudah dari dua minggu lalu,” ungkapnya.

Menurut Pastor, pihaknya juga sudah memesan k Panitia Natal agar di Gereja dipasang alat supaya sinyal HP tidak berjalan pada saat perayaan. Hanya saja terjadi mis-komunikasi sehingga belum dilakukan pemasangan. “Saya berharap alat itu terpasang sebelum perayaan Natal. Nanti juga akan dilakukan sterilisasi di Gereja,” jelasnya.

Pastor mengaku tidak bisa memastikan, apakah Natal tahun ini lebih ramai dan meriah dari sebelumnya. Pasalnya, saat ini fokus umat masih terbagi dengan masalah Pilkada Kapuas Hulu yang baru saja dilaksanakan, namun belum selesai. “Kami sudah menghimbau kepada umat dalam beberapa kesempatan supaya tidak terpecah belah bila berbeda dalam pilihan politik. Inti dari Natal ini membawa pada kedamaian,” imbuh Pastor.

Saat ditanya ditanya, terkait adaya isu teroris yang hendak mengacaukan Natal, Pastor meyakini tidak akan terjadi. Jika pun terjadi, maka akan ditangani oleh pihak keamanan yakni kepolisian. “Kita percaya polisi bisa melakukan langkah preventif dan antisipasi terhadap persoalan itu. Terus terang kalau dari Gereja kita tidak ada tenaga profesional untuk mencegah jika ada hal itu,” terangnya.

Dikatakannya, pihaknya juga telah menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh sekelompok orang yang memiliki kepentingan tertentu dalam politik.  “Pilkada ini bukan memilih ketua suku atau agama tertentu, tapi pemimpin yang negarawan, umat jangan terpecah belah oleh isu Sara dan Agama. Tidak boleh dalam Pilkada mengorbankan kedamaian,” tuntasnya.

Laporan: Arman Hairiadi