Pj Gubernur Tinjau Perbatasan Kapuas Hulu

Doddy: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sangat Kecil

33
PENYAMBUTAN . Pj Gubernur Kalbar Doddy Riyadmadji disambut dengan acara adat Melayu tabur tepung tawar ketika tiba di Bandara Pangsuma Putussibau, Rabu(24/1). Andreas-RK

eQuator.co.idPutussibau-RK. Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kalbar Doddy Riyadmadji melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (24/1) pagi. Setibanya di Bandara Pangsuma, Pj Gubernur dan rombongan disambut Bupati Kapuas Hulu AM Nasir, jajaran Forkopimda, Ketua dan anggota DPRD serta sejumlah pimpinan SKPD dilingkungan Pemda Kapuas Hulu dan dengan upacara adat tepung tawar.

Kunjungan Pj Gubernur ke Bumi Uncak Kapuas diagendakan langsung menuju daerah perbatasan, Kecamatan Badau. Doddy ingin melihat langsung perkembangan pembangunan di beranda depan NKRI tersebut.

“Kita ingin menyusuri di daerah perbatasan itu seperti apa, saya kemarin datang ke Aruk, Kabupaten Sambas sudah sangat berkembang. Mudah- mudahan saya datang ke Badau juga melihat perkembangan yang nyata,” tutur Doddy sesaat usai mendarat di Bandara Pangsuma Putussibau.

Sejak ditunjuk sebagai Pj Gubernur Kalbar, Doddy mengaku Kapuas Hulu merupakan daerah kedua yang sudah di kunjungi. Dikesempatan tersebut juga Doddy menjelaskan, bahwa dirinya harus mengemban beberapa misi. “Pertama mewujudkan pemilihan kepala daerah yang sukses, kemudian pemerintahan dapat berjalan lebih baik lagi, dan kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik,” paparnya.

Berkenaan dengan misi mewujudkan Pilkada sukses kata Doddy, dirinya mengharapkan agar partisipasi politik masyarakat harus meningkat. Apalagi di Kemendagri, dirinya juga ditunjuk sebagai ketua untuk melihat partisipasi politik dalam Pilkada mendatang. “Saya ingin melihat bagaimana partisipasi politik di Kalbar khususnya dan di Indonesia pada umumnya,” katanya.

Sementara berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, pria yang juga menjabat Kepala Badan Litbang Kemendagri ini menjelaskan ketika rapat di istana bersama gubernur se Indonesia, Presiden mengaku cukup bingung dengan kondisi perekonomian yang baik dan sehat seperti sekarang, namun pertumbuhan sangat kecil.

“Kata presiden dua hal yang mungkin menyebabkan perekonomian kita tidak bisa berjalan dengan baik, pertama kaitannya dengan investasi yang belum berjalan baik, karena persoalan pelayanan perizinan di kabupaten/kota, provinsi maupun pusat,” paparnya.

Namun untuk di pusat kata Doddy, semua sudah berjalan efisen, bahkan dalam hitungan jam sudah selesai diproses. Maka kata dia, di pusat akan dibentuk Satgas, yang diketuai Sekjend, di bawahnya Sekda provinsi dan kabupaten/kota.

“Tujuannya untuk mendorong agar pelayanan terpadu satu pintu lebih efektif. Karena Indonesia ratingnya saat ini masih 72, waktu saya menjabat Direktur Ekonomi, untuk menaikan rating tersebut susah,” bebernya.

Bahkan kata Doddy, pihaknya bekerja sudah tidak pakai jam kerja seperti yang dikeluarkan Menpan, agar lebih ekstra, tapi tetap saja kemampuan untuk maju itu sulit.

“Pak Jokowi dalam waktu 3 tahun sebagai kepala negara bisa mendorong dari 120 grade menjadi 72, bayangkan lompat 50 grade saja susah. Karena kita masih kurang dalam rangka untuk pelayanan-pelayanan itu,” ungkapnya.

Makanya kata Doddy, berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya ingin datang langsung ke wilayah-wilayah pinggiran. Karena Nawacita yang dikembangkan Jokowi-JK adalah membangun Indonesia dari pinggiran.

“Pemerintah itu hadir untuk mendorong perbaikan-perbaikan, bukan untuk membebani masyarakat di tingkat bawah,” demikian Doddy.

 

Laporan: Andreas

Editor: Arman Hairiadi