PIN Polio Jangan Seremonial Belaka

75
IMUNISASI. Bupati Melawi, Panji mengimunisasi anak yang ikut ibunya pada pencanangan PIN Polio di Ruang Rapat Kantor Bupati Melawi, Selasa (8/3). Dedi Irawan-RK.

eQuator.co.idNanga Pinoh-RK. Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang berlangsung sejak Selasa (8/3) di 24 kabupaten/kota di Kalbar jangan dijadikan seremonial belaka. Tetapi pastikan, untuk mengeliminir virus polio di Indonesia.

“Program ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Sebab ini program kemanusiaan,” tegas Panji Sos, Bupati Melawi ketika membuka secara resmi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di ruang Rapat Kantor Bupati Melawi, Selasa (8/3).

Panji mengingatkan, penyakit polio merupakan penyakit yang bisa membuat penderitanya terbebani seumur hidupnya. Sehingga upaya untuk mengantisipasinya, seperti melalui PIN Polio ini benar-benar dilaksanakan.

Dia mengaku telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) dan membentuk Kelompok Kerja Terpadu untuk meningkatkan program PIN Polio tersebut. “Kita juga sudah mengeluarkan Surat Edaran kepada Camat untuk mendukung PIN Polio,” jelas Panji.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya dan komitmen untuk mengeliminir virus polio. Ini bukan hanya komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi. Tetapi juga sudah secara Nasional, bahkan Internasional.

“Sebab sangat penting mencegah kecacatan bahkan kematian yang disebabkan virus polio. Termasuklah berbagai jenis penyakit lainya seperti, TBC, Difteri, tetanus, hepatitis dan sebagainya,” papar Panji.

Di Melawi terdata 19.924 Balita yang berusia 0-59 bulan atau 0-5 tahun, yang menjadi sasaran vaksinasi polio. Untuk mengimunisasi semuanya, telah disiapkan 203 Pos PIN yang tersebar di sebelas kecamatan.

Untuk mencapai target tersebut, Panji menyadari, masih banyak tantangan yang dihadapi. Terutama terkait akses ke wilayah terpencil yang sangat sulit. “Maka saya mengimbau, supaya sosialisasi dilakukan secara terus menerus. Tidak boleh ada mayarakat yang tidak tahu,” tegasnya.

Petugas kesehatan, lanjut Panji, juga harus bekerjasama dengan kader kesehatan di tingkat desa. Camat juga harus mampu memobilisasi warga. Kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tokoh masyarakat, dan stakerholder berperan menyukseskan PIN Polio ini. “Kemudian kesadaran orangtua membawa anak mereka ke Pos  PIN terdekat,” ujarnya.

Laporan: Dedi Irawan

Editor: Mordiadi