Pilkada Melawi Damai Harga Mati

Julita: Visi Misi Jangan Jelekkan Paslon Lain

139
Julita SH

eQuator – Nanga Pinoh-RK. Kapolres Melawi menggelar mediasi bersama dua tim paslon di aula Mapolres Melawi, Kamis (3/12)sore. Dalam pertemuan tersebut, hadir ketua tim pemenangan pasangan nomor urut 1 Kluisen, sedangkan dari nomor urut 2 diwakili Ridwan Saidi. Hadir pula Ketua KPUD Kabupaten Melawi, Julita, Ketua Panwaslu Kabupaten Melawi, Johani, Dandim Sintang, Letkol Inf M Sulistiono.

 

Ketua tim pemenangan pasangan calon nomor urut 1, Kluisen mengatakan, kejadian di Madya Raya, tim tidak ada persoalan, baik di kecamatan maupun saat berkampanye.

 

“Hanya kemarin kurang aman. Bahkan, ada insiden dan mungkin ada yang nyusup. Bahkan, ada yang bawa sajam. Saya lihat kampanye 1 dan 2 ini aman. Ini mungkin perlu penyidikan. Jangan sampai nanti melempar persoalan. Harus ada kejelasan siapa pelaku sebenarnya,” tegasnya.

Kata Kluisen, jika ada tim pasangan nomor urut 1 yang terlibat, pihaknya siap dilakukan penegakan hukum. Kluisen yakin, jika masing-masing menahan diri tentu tidak ada persoalan. Dia berharap, Panwaslu Kabupaten Melawi  jangan hanya menunggu laporan bila ada persoalan.

“Karena Panwas ada di kecamatan dan desa. Harusnya seluruh kegiatan diikuti. Kita tak tahu hasil pengawasan. Belum ada saya dengar pelanggaran. Jangan sampai sudah berkelahi baru dikatakan salah zona, salah waktu dan salah tempat. Kita saling mengingatkan kawan-kawan. Kami juga siap ditegur,” lugasnya.

Di tempat yang sama, tim paslon nomor urut 2,  Ridwan Saidi mengatakan, pihaknya sudah melaporkan persoalan ini kepada panwas. Kata dia, pihaknya tidak ingin mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Dia berharap kasus ini bisa dilanjutkan.

 

“Tim paslon tidak berharap dengan kejadian yang kita alami. Karena kalau terjadi akan merugikan masyarakat. Tidak ada manfaat dan kita tidak menghendaki hal tersebut. Kami dapatlah meredam, kawan-kawan tidak mudah terpancing,” ucap Ridwan.

Ridwan menegaskan, yang penting adalah penegakan hukum. Bila ada penangkapan terkait dengan pelaku konflik, tidak ada hubungan dengan Pilkada. Jangan sampai muncul keributan.

“Proses penegakan hukum bisa dilakukan dalam konteks tertentu agar tak terjadi konflik komunal,” harapnya.

Sementara itu, Ketua KPUD Kabupaten Melawi, Julita mengatakan, pihaknya sudah mengatur jadwal kampanye. Hanya kalau kampanye yang bersifat provokasi. Inilah jadi penyebab utamanya. Maka dari itu, hendaknya kampanye harus disampaikan secara santun dan bermartabat.

“Harusnya visi misi yang kita paparkan, bukan menjelekkan paslon lainnya. Jadi berkampanyelah secara dialogis,” tegasnya.

Julita mengungkapkan, sesuai dengan jadwal dan ketentuan, rapat umum hanya dilaksanakan 1 kali, kampanye lebih diprioritaskan dengan cara dialogis. Sedangkan kampanye dialogis hanya 1000 dibatasi. “Melebihi itu sudah melampaui batas. Maka jangan loncat zona-zona lagi,” lugasnya.

Dalam kesempatan itu, Julita juga mengingatkan kepada tim paslon masing-masing bisa menyampaikan laporan penggunaan dana kampanye (LPDK). Paling lambat pada 6 Desember 2015.

“Kalau tidak diserahkan akan dilakukan pembatalan paslon. Kami akan lakukan konsekuensi. LPPDK ini sangat fatal. Kami sudah lewat surat dan SMS. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Deklarasi berintegritas ini yang harus dijaga,” ingatnya.

Sementara itu, Kapolres Melawi, AKBP Cornelis MS menepis, isu yang beredar di masyarakat bahwa kepolisian memihak pada salah satu calon peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) Melawi.

 

“Soal isu polisi tak netral atau kami tidak pernah memberikan pelayanan lebih pada salah satu calon. Tidak pernah menekan satu paslon. Saya selalu memberikan tindakan yang netral,” ujar Kapolres.

 

Sebab hal ini dianggap sangat menyedihkan. Kapolres menegaskan, polisi ditekankan untuk tetap netral dalam pilkada. “Kami ditekankan oleh Kapolri dan Kapolda, netralitas terus dijaga,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim Sintang, Letkol Inf M Sulistiono mengimbau, masing-masing tim paslon harus bisa mengimbau masyarakat pendukung sampai ke akar rumput.

“Paslon sudah menandatangani kesepakatan damai. Jadi harusnya sampai ke tingkat bawah bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Untuk membantu tugas kepolisian dalam pengamanan Pilkada, Kodim Sintang juga telah menyiapkan 300 personel. Saat ini pihaknya tinggal menunggu petunjuk Kapolres untuk melakukan perbantuan.

“Karena Pilkada wajib aman. Kami siap mengamankan. Mohon rasa kepedulian kita demi masyarakat Melawi,” harapnya.

 

Reporter: Sukartaji

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here