Petani Resah, TNI Gempur Tikus Sawah

90
Setelah berkumpul mengatur rencana, TNI bersama masyarakat Desa Parit Baru melakukan perburuan hama di perkebunan jeruk dan sawah. Salah seorang ‎petugas TNI memperlihatkan tikus hasil perburuan di kebun warga. Koramil 1202-13/Selakau for Rakyat Kalbar

eQuator – Sambas. Serangan hama tikus yang merusak hasil pertanian dan perkebunan, telah meresahkan masyarakat Desa Parit Baru, Kecamatan Selakau. Selasa (23/12) lalu, personel Koramil 1202-13/Selakau bersama aparat desa membantu masyarakat menggempur sarang tikus.

“Keterlibatan TNI-AD dalam kegiatan perburuan hama tikus sebagai upaya membantu petani. Kegiatan pendampingan terhadap petani, merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) TNI dengan Kementerian Pertanian dalam upaya peningkatan ketahanan pangan,” tegas Danramil 1202-13/Selakau, Kapten Inf Sutaryono kepada wartawan, Senin (28/12).

Menurutnya, kegiatan menggempur atau membasmi hama tikus dilakukan prajurit TNI-AD dari Koramil 1202-13/Selakau bersama aparat desa dan masyarakat setempat. “Sebelum kegiatan dilaksanakan, para petani diberikan sosialisasi bagaimana cara berburu tikus menggunakan alat Tiran 75 SP, yang merupakan alat bantuan memburu hama tikus dari Dinas Pertanian Kalbar,” jelasnya.

Perburuan dilakukan untuk mengurangi serangan tikus terhadap tanaman padi. Sebab, serangan ini terjadi di setiap musim tanam dan menjelang panen. “Kita juga melibatkan seluruh Babinsa untuk bergabung, dan mendampingi para petani memburu tikus. Mudah-mudahan saja dapat membuahkan hasil yang maksimal, sehingga hasil panen meningkat dan program ketahanan pangan sukses,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Parit Baru, Yatimansyah menegaskan, kegiatan ini merupakan upaya mengurangi serangan hama terhadap tanaman padi, baik pada masa tanam ataupun panen, terutama tikus. “Perburuan dilakukan karena serangan hama tikus ini hampir terjadi pada setiap musim tanam, bahkan serangan ini terjadi pada saat beberapa hari lagi padi akan dipanen, sehingga meresahkan petani,” jelasnya kepada wartawan.

Perburuan tikus sawah juga melibatkan ratusan petani, baik perangkat desa, Dinas Pertanian dan Penyuluhan Pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan. “Kita harap kegiatan ini menjadi tradisi pembasmian tikus sawah, tapi lebih baik jika pemerintah memiliki terobosan-terobosan baru untuk membasmi hama, dalam rangka ketahanan pangan dan memperkecil perkembangbiakan hama tikus sawah,” tegasnya.

Mewakili masyarakatnya, dia berterimakasih kepada TNI yang turut serta memberantas hama tikus, termasuk dukungan dari Pemprov Kalbar dan Pemkab Sambas. “Dengan dilakukannya pembasmian hama tikus yang merusak panen masyarakat secara bersama-sama, diharapkan kedepan hama tikus tidak terjadi lagi, sehingga panen meningkat,” harapnya.

Reporter: Muhammad Ridho

Redaktur: Yuni Kurniyanto