Peringatan Hari Pahlawan, Veteran Sampaikan

Pesan Persatuan untuk Anak-anak Muda Kalbar

9
TALI ASIH. Cornelis MH menyerahkan tali asih kepada veteran di momen peringatan Hari Pahlawan di Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (10/11). Rizka Nanda-RK

eQuator.co.id–Pontianak-RK. Di Kalimantan Barat, Hari Pahlawan tahun ini diperingati beragam, Jumat (10/11) pagi. Mulai dari menggelar upacara, memberikan tali asih kepada para veteran, tabur bunga di makam Pahlawan, hingga pameran foto arsip nasional.

Gubernur Kalbar Cornelis, menjadi inspektur upacara dalam peringatan 10 November 2017. Sejumlah pejabat OPD, Forkopimda dan para veteran hadir dalam peringatan tersebut. Pemprov Kalbar bahkan memberikan tali asih kepada para veteran.

Cornelis yang membacakan amanat Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawangsa. Dikatakannya, pesan dari pendiri bangsa agar setelah kemerdekaan diraih, Indonesia selalu bersatu. Hanya dengan persatuan dan kesatuan, maka Indonesia bisa maju sekaligus mendistribusikan berkah kemerdekaan ke pelosok negeri.

“Setelah merdeka, maka tahapan selanjutnya ialah bersatu, baru kemudian masuk ke tahapan bernegara adil dan makmur,” kata Cornelis.

Menurutnya, peringatan Hari Pahlawan 10 November didasari peristiwa penting pecahnya pertempuran di Surabaya tahun 1945. Peperangan itu menunjukkan kepada dunia, bahwa rakyat Indonesia bersatu untuk mempertahankan kemerdekaannya. Bahkan riwayat tersebut banyak menorehkan keteladanan tentang semangat untuk berkorban menjaga persatuan dan kesatuan.

“Jadi inilah saatnya menuntaskan perjuangan membangun bangsa dengan sikap mental yang positif dan konstruktif. Membangun semua bangsa yang merdeka, maju, bersatu, berdaulat dan terbuka,” pesannya.

Momen Hari Pahlawan ini kata Cornelis, dapat dijadikan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya hingga menjadi pahlawan. “Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga bangsa dan negara,” gugah Cornelis.

Senada disampaikan RS Bandy Soesanto, salah seorang veteran yang hadir dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Kantor Gubernur Kalbar. Dia lebih menekankan kepada generasi muda untuk bersatu.

“Anak-anak muda saya minta untuk belajar menjadi bangsa Indonesia yang bersatu,” pesannya.

Menurutnya, dengan bersatu tidak ada sekat lagi bagi generasi muda. Baik sekat suku, agama maupun ras. “Tidak ada yang lain, melainkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Tidak ada kamu suku apa, ras apa, turunan apa, semuanya bersatu menjadi Indonesia,” tegas Bandy.

Di Kota Pontianak, selain upacara, Pemkot berziarah ke makam HM Suwignyo, Muchsin dan Irwan Abas. Pada momen ini, Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot untuk bergerak cepat sebagai pahlawan-pahlawan pembangunan yang memberikan dampak sangat luas bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita mengajak mereka bekerja dengan ikhlas, sepenuh hati, dengan hati-hati dan tidak sesuka hati. Supaya gerak dari pelayanan yang kita berikan selama ini bisa mempercepat tercapainya kesejahteraan secara maksimal,” terangnya.

Berbagai penghargaan yang diraih Pemkot selama ini, kata Edi, bukan hanya sekadar menjadi simbol, tetapi juga sebagai pemacu untuk seluruh jajaran Pemkot lebih bersemangat. Kemudian menjadikan tolok ukur bahwa ASN Pemkot sudah bekerja semaksimal mungkin demi kemajuan Kota Pontianak.

Menurutnya, perjuangan pada masa dahulu dengan sekarang jauh berbeda. Dahulu, berjuang dengan mengangkat senjata. Masa sekarang, berjuang dengan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di berbagai sektor. Untuk itu, dirinya mengajak para generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi, sehingga berdaya saing.

“Juga bisa memberikan yang terbaik bagi negeri ini, terutama Kota Pontianak,” imbuhnya.

Menurut dia, pahlawan ada yang diberi tanda jasa. Namun ada pula tanpa tanda jasa. Bahkan, hal-hal paling sederhana yang dilakukan juga dapat disebut pahlawan.

“Misalnya ketika kita melihat paku atau jarum di jalanan, kemudian kita singkirkan supaya tidak membahayakan bagi pengendara kendaraan. Itu juga sebagai pahlawan karena kita menyelamatkan pengendara lalu lintas lainnya,” tuturnya.

Begitu pula dengan perilaku taat aturan, toleransi, gotong royong, membangun dan menjaga Kota Pontianak tetap bersih itu juga bisa dikatakan sebagai pahlawan. “Jadi makna pahlawan itu luas,” sebut Edi.

Sama seperti daerah lainnya, Pemkab Mempawah juga menggelar upacara memperingati Hari Pahlawan. Kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Putra Bangsa Mempawah di Desa Penibung, Kecamatan Mempawah Hilir. Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana mengutip ucapan presiden pertama RI Soekarno, bahwa ‘bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya’. Menurutnya kata-kata memiliki makna yang mendalam.

Tanpa pengorbanan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara bernama Republik Indonesia. Ada pelajaran dari api perjuangan para pendahulu bangsa.

“Api itulah yang membentuk terbangunnya persatuan Indonesia yang terdiri atas dua hal, yakni harapan dan pengorbanan,” pungkas Wabup.

Masih di Mempawah, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Hartono Laras mengatakan, mengheningkan cipta serentak pada pukul 08.15 bertepatan dengan waktu peristiwa heroik 10 November 1945 silam di Kota Surabaya. Hening cipta untuk mengenang, memberikan penghargaan dan penghormatan kepada para pahlawan bangsa. Kegiatan hening cipta berlangsung secara nasional. Di lembaga-lembaga pemerintah baik di dalam maupun perwakilan di luar negeri juga diwajibkan melakukan hening cipta.

“Di mana saja dan sedang melakukan apapun baik itu di jalan, di kantor, di pusat-pusat keramaian, kita minta untuk mengheningkan cipta sejenak,” jelas Hartono.

Di Kota Amoy, Wakil Wali Kota Singkawang Abdul Muthalib mengajak semua elemen mengingat jasa para pahlawan. “Jangan melupakan sejarah dimana para pahlawan bersusah payah memperebutkannya,” serunya.

Menurutnya, kemerdekan itu harus diisi dengan tetap dalam bingkai

kebersamaan dan kebhinekaan serta Pancasila.

Sementara Ketua Legiun Veteran Kota Singkawang, Sugiyono mengatakan, bahwa generasi muda harus melanjutkan perjuangan para pahlawan. “Merebut kemerdekaaan sangatlah mahal, butuh perjuangan yang gigih,” ucapnya.

Di Kabupaten Landak, upacara Hari Pahlawan dipimpin Pj Sekda Alpius di halaman kantor Bupati Landak. Menurutnya, pesan fundamental peringatan Hari Pahlawan tahun ini mengambil tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”.

Usai upacara, Alpius dan Ketua DPRD Landak, Heri Saman, memberikan ucapan terima kasih kepada tiga orang veteran di kabupaten tersebut. Setelah itu, dilanjutkan dengan upacara tabur bunga di makam pahlawan Ngabang dan makam pahlawan Sidas. Selain di halaman kantor Bupati Landak, upacara juga dilaksanakan di makam juang Mandor. Upacara di pimpin Camat Mandor Rajiman.

Di Sanggau, Bupati Paolus Hadi mengajak masyarakat untuk meneruskan perjuangan dengan mengisinya dengan hal yang positif. “Misalnya tugas kita untuk memerangi kemiskinan dan menjaga kedaulatan Negara,” lugasnya.

Untuk Sanggau, dia berpesan bekerjalah dengan hati yang paling dalam. Bangga menjadi orang Sanggau. “Ayo kita ukir sejarah (Sabang Merah) untuk Indonesia khususnya Kabupaten Sanggau yang lebih baik,” ajaknya.

Usai menggelar upacara, Bupati berserta sejumlah pejabat menyaksikan pameran Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) terkait perjuangan para pahlawan nasional dan perjuangan masyarakat Sanggau dalam membebaskan negeri ini dari penjajahan.

Selanjutnya, Bupati beserta rombongan menuju taman makam pahlawan di Semboja Kelurahan Bunut guna menggelar tabur bunga dan penghormatan kepada para pahlawan.

Terus ke timur Kalbar, peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Sekadau diisi dengan kegiatan upacara di lapangan sepak bola EJ Lantu. Upacara yang dipimpin Bupati Sekadau Rupinus ini membacakan amanat Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawangsa.

Wakil Ketua DPRD Sekadau, Jefray Raja Tugam yang turut hadir pada upacara tersebut berharap peringatan Hari Pahlawan bisa memperkokoh pesatuan dan kesatuan bangsa. “Sebab para pejuang atau pahlawan kemerdekaan dulu, berjuang tanpa membedakan suku, ras dan agama,” ujarnya.

Persatuan seperti itu, lanjut Jefray, patut ditiru oleh seluruh masyarakat yang ada sekarang. “Sebab dengan persatuan, kita bisa membuat bangsa ini menjadi bangsa yang jauh lebih maju,” yakin Jefray.

Bergeser ke ujung timur Kalbar, momen Peringatan Hari Pahlawan diisi Pemkab Kapuas Hulu dengan upacara dan tabur bunga ke makam pahlawan Manalo Marajuang Putussibau. Bupati Kapuas Hulu AM Nasir yang memimpin kegiatan tersebut mengajak semua elemen sungguh-sungguh dimaknai peringatan Hari Pahlawan. Supaya bisa mengenang kembali perjuangan para pahlawan terdahulu yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan, hingga bisa dinikmati sampai saat ini.

“Artinya kita ini hanya menikmati, maka tinggal mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif, seperti turut berperan membangun bangsa, khususnya untuk pembangunan Kapuas Hulu,” gugah Nasir usai kegiatan.

Selain itu, orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan antarsesama. Seperti yang dilakukan para pejuang terdahulu. Seluruh lapisan masyarakat berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

“Jadi bukan satu kelompok, ras dan golongan saja, tetapi seluruh bangsa Indonesia, semua melebur jadi satu. Maka momen Hari Pahlawan ini hendaknya bisa memperkuat semangat kita, semangat perjuangan, dan persatuan untuk menuju Indonesia yang lebih maju,” seru Nasir.

Para pahlawan hendaknya menjadi perhatian bersama. Salah satunya dengan membantu kesejahteraan para veteran. Dengan bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban para veteran di usia senjanya.

SEHARUSNYA PAHLAWAN YANG JADI IDOLA

Sementara itu, momen peringatan Hari Pahlawan ini menumbuhkan keprihatinan tersendiri bagi aktivis HMI Cabang Sambas, Pahmi Ardi.  Menurutnya, di era sekarang ini tak banyak pemuda yang mengenal pahlawan bangsa yang telah rela mengorbankan diri untuk merebut kemerdekaan dari penjajah. Pemuda malah lebih kenal dengan artis dan menjadikannya idola.

“Tidak hanya artis yang dijadikan sebagai sebuah idola, namun sangat penting bagi kita untuk menjadikan sang pelopor dan pahlawan perjuangan meski dijadikan sebagai sosok yang di idolakan ataupun di jadikan sebagai sebuah inspirasi,” katanya, Jumat (10/11)

Pahmi yang juga Ketua Forum Mahasiswa Bidik Misi Poltesa ini mengatakan, Kabupaten Sambas sendiri sebenarnya banyak memiliki pahlawan yang berkorban dalam kemerdekaan. Hanya saja, pengorbanan mereka banyak yang tidak mengetahuinya.

“Mungkin ketika menyebut sosok Pahlawan asal Kabupaten Sambas yang terbesit dalam pikiran kita hanyalah Tabrani Ahmad, Muhammad Basyuni Imran dan Ahmad Sood. Namun untuk pahlawan-pahlawan lain yang sekiranya juga berkontribusi terhadap kemerdekaan Indonesia di Sambas itu banyak yang tidak kita kenal, terutama 22 nama-nama lain yang ada di Makam Pahlawan Sambas,” tuturnya.

Minimnya informasi tersebut, karena tidak adanya pembelajaran yang intens dalam dunia pendidikan untuk menbahas sejarah pahlawan sambas. “Tidak termuatnya mata pelajaran sejarah perjuangan Pahlawan Sambas secara khusus dalam muatan kurikulum pendidkan di Kabupaten Sambas, sehingga membuat banyak anak muda dan generasi saat ini yang tidak mengetahui akan pahlawan di daerahnya sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, pembelajaran tentang pahlawan atau sejarah daerah seharusnya menjadi kebanggaan dan inspirasi. Kenapa di SD hingga SMA selalu diajarkan tentang Pahlawan Nasional yang notabene kebanyakan dari pulau Jawa, Sumatera dan sebagainya. Sebaliknya, sedikit sekali diajarkan tentang sejarah pahlawan dari daerah sendiri.

“Sehingga yang terjadi saat ini adalah ketika kita di tanya siapa pahlawan kita oleh orang dari luar daerah kita, malahan kita terkadang bingung untuk menjawabnya,” ucapnya.

Akibat ketidaktahuan tentang sejarah dan pahlawan lokal menyebabkan timbulnya rasa kurang percaya diri untuk membanggakan daerah sendiri. Dikatakannya, pemerintah daerah harus bisa mengambil kebijakan untuk menggaungkan tokoh pembebas Negeri Serambi Mekah dari kolonial Belanda.

“Ini lah tugas dari Pemda dan dinas terkait. Mereka harus bisa mengambil suatu kebijakan untuk mengenalkan dan menggaungkan semangat pahlawan di Sambas agar bisa di muat dalam kurikulum pendidikan daerah. Sehingga kebutaan generasi saat ini tentang sejarah pahlawan daerah tidak akan terjadi pada generasi berikutnya,” tutur Pahmi.

UPACARA GABUNGAN TNI

Tidak hanya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Hari Pahlawan juga juga diperingati TNI Kalbar dengan menggelar upacara gabungan. Usai apel, dilanjutkan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Dharma Partria Jaya di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya yang dipimpin Danlanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Minggit Tribowo.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri para pejabat militer/polisi/sipil, personel gabungan Kodam XII/Tpr, Lanud Supadio, Lantamal XII Pontianak, Polda Kalbar, ibu-ibu dari PIA Ardhya Garini Cab. 19/D.I Lanud Supadio, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkara, Jalasenastri serta para pelajar Kubu Raya.

Menurut Minggit, kegiatan ziarah rutin dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ini seyogyanya jangan sekedar rutinitas semata. Tetapi harus memberikan makna yang mendalam.

“Kita ketahui bersama bahwa 72 tahun yang lalu para pahlawan telah berkorban untuk mempertahankan NKRI. Ini menunjukkan kepada kita seluruh rakyat Indonesia bahwa kemerdekaan harus dipertahankan dan sangat relevan dengan kondisi saat ini,” katanya usai acara ziarah.

Dibutuhkan kebersamaan diantara semua komponen bangsa tidak hanya TNI dan Polri, tetapi juga seluruh masyarakat perlu mendukung adanya keberadaan NKRI. Ini harus sebagai refleksi untuk mempersatukan seluruh komponen bangsa.

“Mari kita semua bersatu untuk memperjuangkan NKRI dengan berbagai macam keberagaman yang ada.  Jaya selalu Indonesia dan selamat berjuang kepada seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Danlanud.

Sementara itu, peringatan Hari Pahlawan juga digelar Kodam XII/Tpr di Pantai Pasir Panjang Singkawang. Danrindam XII/Tpr Kolonel Inf Khairul Anwar Mandailing yang memimpin upacara itu mengajak agar peringatan ini tidak hanya sekadar untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia mengingat peristiwa heroik arek-arek Surabaya. Tetapi juga merenungi kembali pengorbanan mereka kepada tanah air yang mereka cintai.

“Kepada para generasi penerus terus dapat mengingat jasa para pahlawan dalam membela segenap tumpah darah dan kedaulatan Indonesia dari tangan penjajah,” seru Khairul.

Selain TNI, upacara ini turut diikuti oleh Polres Singkawang dan instansi lainnya. Usai pelaksanaan upacara, wujud sinergitas dan soliditas dalam peringatan Hari Pahlawan, Danrindam XII/Tpr bersama pejabat lainnya melaksanakan tabur bunga di Pantai Pasir Panjang Singkawang.

Laporan: Rizka Nanda, Maulidi Murni, Ari Sandy, Suhendra, Antonius, Kiram Akbar, Abdu Sukri, Andreas, Sairi, Samsul Arifin, Fikri Akbar

Editor: Arman Hairiadi