Perempuan Cantik Babukan Anak Tirinya Saat Suami Kerja

234
ilustrasi.

Mempekerjakan anak di bawah umur tentu saja melanggar hukum. Namun, Sephia (bukan nama sebenarnya), seolah tidak mempermasalahkan hal tersebut. Perempuan 37 tahun itu justru mempekerjakan anak yang ada dalam asuhannya, untuk membantu bisnisnya di pasar.

Sephia bisa disebut istri bermuka dua. Di depan suami yang baru menikahinya tiga tahun terakhir, perempuan cantik itu bisa bermanis-manis ria. Namun, ketika suaminya, sebut saja Donlesi, 48, bekerja, dia berubah berubah 180 derajat memperlakukan anak dari pernikahan Donlesi sebelumnya.

Bahkan, tak ragu-ragu Sephia mempelakukan anak tirinya bak office boy yang bisa disuruh mengerjakan apa saja yang ia mau.

Hal tersebut dituturkan Donlesi saat mengurus berkas cerai di Pengadilan Agama (PA), di Jalan Ketintang Madya, belum lama ini.

“Saya itu kerjanya memang nggak bisa netap di satu tempat. Tergantung ada proyek instalasi di mana. Biasanya borongan dan bisa seminggu dua minggu meninggalkan rumah,” ujar pria yang bekerja di salah satu perusahaan pemanas air ini.

Karena sudah menikah dengan Sephia, maka segala aset yang ia miliki, ia pasrahkan pada istrinya itu. Mulai dari rumah dua lantai, mobil dan juga beberapa aset lain berupa surat-surat berharga.

Tak lupa, satu anaknya yang sekarang masih duduk di bangku SMA, juga ia pasrahkan ke Sephia untuk diramut dan dididik.

Awalnya, ia sama sekali tidak curiga. Bahkan, ia justru bangga pada Sephia, karena bisa cepat akur dengan anaknya. Bahkan, cenderung sangat akrab. Ke mana-mana Sephia lebih sering diantar oleh anaknya daripada berangkat sendiri atau minta antar dirinya. “Kemajuan. Padahal anakku itu jarang bisa dekat sama orang yang baru dikenal,” ulasnya.

Namun, ternyata hal tersebut tidak bertahan lama. Sebab, saking akrabnya, Sephia sering di luar batas, kalau ingin meminta tolong pada anaknya. Mulanya minta dibelikan barang-barang kebutuhan bisnisnya di Sidoarjo. Lama-lama merambah ke urusan yang lain.

Sejak sebelum menikah dengan Donlesi, Sephia memang punya bisnis sampingan jualan alat-alat kecantikan.

“Anakku awalnya cerita sering dimintai antar ke PGS, kulakan, terus lama-lama dia disuruh beli sendiri. Kulakan plus nganter ke beberapa distributor pelanggan bisnisnya. Ya kalau dia sibuk, mungkin anakku nggak protes. Masalahnya, dianya malah sibuk arisan, nyalon, kongkkow bareng teman-temannya yang sosialita,” ulasnya.

Tidak hanya itu. Anak Donlesi juga pernah diminta mengantre pengambilan barang seharian bareng bersama pekerja-pekerja yang lain. Kalau tidak mau, anak Donlesi diancam tidak akan diberi uang jajan.

Padahal, secara keuangan Donlesi lah yang berkuasa penuh. Apalagi untuk anak semata wayangnya. “Anakku nggak pernah diramut. Ternyata anakku juga sering terpaksa nginap di rumah temannya,” pungkas Donlesi.

Jangankan uang jajan, kebutuhan pokok, seperti uang les, uang sekolah dan juga makan sehari-hari saja, jauh dari pantauan Sephia. Gara-gara anaknya terlantar itu, Donlesi mantap untuk menceraikan Sephia. (Radar Surabaya/JPG)