Pengobatan Gratis di Masa Tenang

dr H Harisson: Itu Program Pelayanan Kesehatan di DTPK

180
ilustrasi. net

eQuator – Putussibau-RK. Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH mengaku menerima laporan adanya kegiatan pengobatan massal gratis di masa tenang Pilkada.

Kegiatan itu dilakukan salah satu tim pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Kapuas Hulu, bekerjasama dengan petugas Puskemas Kecamatan Hulu Gurung, Minggu (6/12).

“Pengobatan gratis di desa Mentawik dan Nanga Yen pada siang hari, sedangkan Desa Nanga Taman pada malam hari,” kata Cornelis usai Sosialisasi Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) serta Penguatan/Pertumbuhan Kader Koperasi di Kabupaten Kapuas Hulu di Aula Bank Kalbar Cabang Putussibau, Senin (7/12).

Pengobatan gratis tersebut menggunakan dua unit mobil Hilux warna hitam. Bahkan plat kendaraan mobil tersebut telah dicatatnya. “Bukan masalah money politic lagi, sekarangkan lagi masuk masa tenang,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pada hari itu juga Cornelis menerima laporan ada salah satu tim sukses berinisial KN, melakukan tindakan pemaksaan kepada masyarakat untuk memilih kandidat Paslon rivalnya. Karena permintaan tersebut ditolak masyarakat, KN marah dan mencekik salah satu pengurus tim rivalnya berinisial MN di Dusun Sungai Buluh. “Saat ini mereka meminta pihak keamanan berjaga di sana, karena takut kejadian tersebut terulang kembali,” ungkapnya.

Gubernur Cornelis telah meminta korban pencekikan membuat laporan polisi. Agar pelakunya bisa segera ditangkap. Ia pun meminta pihak kepolisian melakukan patroli di daerah tersebut.

Selama Pilkada Kapuas Hulu ini, Cornelis mengajak masyarakat untuk melaporkan, jika menemukan money politic. Imbalan pun akan diberikan bagi yang mau melaporkan pelanggaran Pemilukada tersebut. Namun harus dibuktikan sampai ke pengadilan sesuai undang-undang.

Cornelis pun mengimbau kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, kepala desa dan Camat untuk tidak mengintimidasi rakyat untuk memilih salah satu Paslon. “Biarkan rakyat berpesta dalam pesta demokrasi, perwujudan dari nilai-nilai Pancasila sesuai sila keempat ini,” imbau Cornelis.

Terpisah, dr H Harisson MKes, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kapuas Hulu mengaku petugasnya melakukan pelayanan kesehatan pada masyarakat di desa Mentawit, Nanga Yen dan Nanga Taman. Namun itu program pelayanan kesehatan di Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Tujuannya untuk meningkatkan akses masyarakat DTPK terhadap pelayanan kesehatan. “Program ini sudah lama dilakukan, sejak lima tahun yang lalu,” ucap Harisson via selular.

Apa yang dilakukan petugas DTPK, kata Harisson, bukan lah dalam rangka kampanye. Apalagi sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu Paslon Bupati-Wakil Bupati Kapuas Hulu. Hanya saja petugas di Kecamatan Hulu Gurung lupa, kalau saat ini minggu tenang. Walaupun sebenarnya program pengobatan gratis di DTPK tidak mengenal musim Pilkada atau tidak.

“Dari awal pun saya sudah mewanti-wanti petugas kesehatan di Puskesmas, bahwa memberikan pelayanan kesehatan tidak mengatasnamakan Paslon mana pun,” tegas Harisson.

Lantaran pengobatan gratis tersebut dipermasalahkan, Harisson telah memerintahkan agar semua pelayanan di luar gedung Puskesmas di stop dulu. Tidak hanya program pelayanan kesehatan DTPK yang dihentikan sementara, tapi juga Posyandu. “Sampai Pilkada berakhir,” kata Harisson.

Harisson menegaskan, petugas Puskesmas tidak turun ke Desa Nanga Taman menggunakan mobil. Mereka pakai motor, karena berada di daerah terpencil. Plat kendaraan yang dimaksudkan pun bukan milik Dinkes Kapuas Hulu maupun petugasnya.

 

Laporan: Arman Hairiadi

Editor: Hamka Saptono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here