Penerima BSM Dicoret Tak Masuk Kriteria Miskin

170
ilustrasi.

eQuator – Sekadau-RK. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sekadau mencoret sediktinya dua calon penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) di SDN Negeri Nomor 17 Desa Mungguk.

Pencoretan itu diakui langsung Kepala Dikpora Sekadau, Drs Djemain Burhan MM. “Untuk tingkat SD, ada dua calon penerima BSM yang kita batalkan,” ucap Djemain kepada, Rabu (18/11).

Pencoretan dilakukan karena dua orang pelajar calon penerima BSM tersebut tidak masuk dalam katagori siswa yang pantas menerima BSM. Artinya, ekonomi keluarga dari dua siswa itu tidak masuk dalam ketegori masyarakat tidak mampu.

“Makanya kita batalkan. Saya sudah perintahkan kepada pihak sekolah agar tidak mengambil uang itu. Kita kembalikan saja ke pusat,” tegas Djemain.

Pencoretan dua calon penerima BSM di SDN Negeri 17 Desa Mungguk, Sekadau Hilir itu bukanlah kesalahan pihak sekolah. Sebalikya, jutsru pihak sekolah yang pantas mendapat pujian dari kasus ini.

Menurut Djemain, pencoretan itu dilakukan, setelah dirinya mendapat laporan dari Kepala SDN Negeri No 17 Desa Mungguk, perihal ada pelajar mereka yang masuk daftar penerima BSM, tapi secara ekonomi tergolong mampu. Laporan ini langsung ditindaklanjuti pihak dinas dengan melakukan kroscek. Dari hasil crosscheck, memang pelajar tersebut tergolong mampu. “Makanya kita batalkan,” tegas Djemain.

Dinas Pendidikan sangat berterima kasih kepada sekolah yang mau memberikan data jujur, tentang muridnya penerima BSM. Ia berharap langkah seperti itu bisa menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

“Kita mengimbau kepada kepala sekolah, agar memberikan data yang benar tentang siswanya yang pantas menerima BSM. Kita dari dinas tidak mungkin melakukan crosscheck secara menyeluruh. Pihak sekolah lah yang tahu dengan kondisi siswanya,” tutur Djemain.

Soal sulitnya melakukan crosscheck ini, memang bukan isapan jempol belaka. Pasalnya, penerima dana BSM, mulai tingkat SD hingga SMA mencapai ribuan pelajar. Jadi tidak mungkin dinas melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada semuanya.

Data yang didapat Rakyat Kalbar, tingkat SD, penerima BSM tercatat 4.505 murid. Tingkat SMP sebanyak 673 siswa dan tingkat SMA sebanyak 95 pelajar.

BSM diberikan untuk meringankan beban keluarga kurang mampu, agar dapat terus menyekolahkan anaknya. Besarnya BSM, bervariasi untuk masing-masing tingkatan pendidikan, yakni SD, SMP dan SMA.

BSM dikucurkan per semester. Untuk SD, kelas 6, SMP dan SMA kelas 3. Kemudian hanya mendapatkan jatah BSM dalam satu semester. Karena saat masuk semester kedua, mereka sudah mengikuti ujian untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Jangan Ada Nepotisme

Wakil Ketua DPRD Sekadau, Handi mengungkapkan, sesuai dengan namanya, bantuan siswa miskin, maka masyarakat miskin lah yang berhak menerima bantuan tersebut. Sementara jika memang tidak miskin, tidak boleh diberikan bantuan.

“Kita juga mengapresiasi sekolah SDN 17 Mungguk yang sudah memberikan data jujur, tentang muridnya yang tidak berhak menerima BSM itu,” kata Handi memberikan pujian.

Politisi partai Gerindra itu berharap sikap SDN No 17 Mungguk, bisa diikuti sekolah lainnya. Ia juga mengingatkan agar pemberian bantuan itu dilakukan secara adil, tanpa ada unsur lain.

Salah satu yang paling penting, lanjut Handi, jangan ada unsur nepotisme. Artinya, pihak sekolah tidak boleh memberikan bantuan berdasarkan kedekatan keluarga atau sentiment lainnya.

“Jangan karena masih ada hubungan keluarga dengan guru, langsung diberikan BSM, meski pun bukan orang tak mampu. Ini namanya nepotisme. Ini tidak boleh dilakukan,” ingat Handi.

Kepala SDN No 17 Desa Mungguk, H Ramli SPd mengaku bertindak hati-hati dalam menentukan siapa siswa yang berhak menerima BSM. “Selain kita melihat data keluarga secara administrasi, kita juga melakukan crosscheck langsung ke lapangan,” ucap Ramli.

Crosscheck dimaksud, agar pihak sekolah tidak mengajukan siswa penerima BSM tidak valid. Ini penting demi nama baik sekolah.

Kendati begitu, Ramli juga berharap agar para orangtua tidak mampu yang anaknya tidak menerima BSM, memaklumi kondisi sekolah. Menurutnya, secara riil, sebenarnya cukup banyak siswanya yang berhak menerima BSM. Namun karena kouta terbatas, maka mereka pun tidak mendapatkan.

“Di sekolah kami, kami ajukan itu lebih dari 50 murid. Tapi kouta kita hanya 10 murid. Jadi banyak yang tidak menerima BSM,” bebernya.

Ramli berharap, kedepan lebih banyak lagi siswa mereka yang menerima BSM. “Kita tahu sendiri lah bagaimana kondisi warga yang anaknya sekolah di sini. Harapan kita ke depan, kouta kita ditambah. Agar lebih banyak lagi siswa kita yang menerima BSM,” harapnya.

 

Laporan: Abdu Syukri

Editor: Hamka Saptono

Data Penerima BSM Kab. Sekadau :

  • Tingkat SD : 4.505 orang siswa
  • Kelas 1 – 5 Terima Rp. 450 ribu per siswa (2 Semester)
  • Kelas 6 Terima Rp. 225 ribu per siswa (1 Semester)
  • Tingkat SMP : 673 orang siswa   
  • Kelas 1 – 2 Terima Rp. 750 ribu per siswa (2 Semester)
  • Kelas 3 Terima Rp. 375 ribu per siswa (1 Semester)
  • Tingkat SMA : 95 orang siswa
  • Kelas 1 – 2 Terima Rp. 1 juta per siswa (2 Semester)
  • Kelas 3 Terima Rp. 500 ribu per siswa (1 Semester)

Data : Abdu Syukri, ST                                        Sumber : Dikpora Kab. Sekadau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here