Penangkapan 17 Kg Sabu di Bengkayang

Warga Tak Boleh Ambil Gambar dan Merekam

419
DIRINGKUS. Seorang pria bersimpuh, di hadapannya ada dua tas diduga berisikan 17 Kg sabu, diringkus jajaran BNN pusat di Jagoi Babang, Bengkayang, Minggu (6/8). WARGA FOR RAKYAT KALBAR

eQuator.co.id – Bengkayang. Beredar kabar jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat meringkus seorang pria yang membawa narkotika jenis sabu seberat 17 Kg, Minggu (6/8).

Sabu diduga berasal dari Malaysia itu hendak dibawa ke wilayah Indonesia melalui Perbatasan Jagoi Babang, Bengkayang. Kapolres Bengkayang AKBP Permadi Syahids Putra, SIK, MH membenarkan penangkapan tersebut.

Sayangnya AKBP Permadi tidak memberikan keterangan dengan rinci. Dia masih melakukan penyelidikan melalui intilijennya. “Benar kami juga mendapat kabar demikian, bahwa ada ditangkap pelaku yang belum diketahui identitasnya dengan narkoba (sabu, red) seberat 17 Kg. Yang tangani BNN pusat,” katanya, kemarin.

Berdasarkan penelusuran Rakyat Kalbar, Minggu (6/8) sekitar pukul 14.00, anggota Polsek Ledo Briptu Hendra Jumi mendapatkan info via telepon dari Wiliam, 20, warga Semayas, Dusun Belatik, Desa Lesabela, Ledo, Bengkayang, bahwa di Jalan Raya Ledo terjadi penangkapan pelaku narkoba yang diduga asal Malaysia.

Sekitar pukul 16.00, Kanit Pulbaket Polsek Ledo Bripka Honi Suryo. P dan Briptu Hendra Jumi mengecek ke lokasi. Mereka meminta keterangan Joy, 19, warga Semayas, Dusun Belatik yang mengatakan memang ada penangkapan narkoba sekitar pukul 13.00 di Jalan Raya Ledo.

Joy menceritakan, pria yang ditangkap diduga membawa narkoba. Pada saat penangkapan terdengar suara tembakan ke atas. Kemudian petugas menyita dua tas. Warga tidak boleh mengambil gambar atau foto serta merekam kegiatan tersebut.

Joy juga menceritakan, petugas yang melakukan penangkapan membawa senjata api jenis pistol tetapi tidak menggunakan seragam. Pria yang ditangkap mengendarai mobil dari arah Jagoi Babang menuju Bengkayang.

Warga yang menyaksikan penangkapan hanya tahu pelaku membawa narkoba. Namun belum diketahui, apakah jenis ekstasi atau sabu. Warga juga tidak mengetahui, apakah petugas yang menangkap itu jajaran Polda Kalbar, Polres Bengkayang atau aparatur hukum dari Jakarta. Mereka semua menggunakan pakaian biasa tidak ada yang menggunakan pakaian dinas.

Kepala BNN Bengkayang Kepala BNN Kabupaten Bengkayang, Drs. Antonius Freddy Romy, M.Si dikonfirmasi via telepon dan short message service (SMS) belum ada tanggapan. (kur)