Pemukiman Perlu Penampungan Air

372
ilustrasi. net

eQuator – Nanga Pinoh-RK. Musibah kebakaran terjadi di luar kendali manusia. Namun manusia bisa mengantisipasi dan bersiaga untuk mengatasi kebakaran. Salah satunya dengan menyediakan air di sekitar pemukiman penduduk. Supaya tim pemadam kebakaran bisa memanfaatkan air tersebut saat terjadi kebakaran.

“Keberadaan air saat melakukan pemadaman sangat penting. Air adalah hal utama dalam proses pemadaman,” ujar Badan Sosial Pencegah Bahaya Kebakaran (BSPBK) Nanga Pinoh, Feby, kemarin.

Meskipun sumber air di Nanga Pinoh sudah ada. Namun, Feby menilai hal tersebut masih kurang. Dia mengharapkan, warga Nanga Pinoh dan Melawi untuk menyediakan tempat penampungan air saat membangun rumah.

Lantaran belakangan ini, di Nanga Pinoh dan Belimbing serta kecamatan lainnya banyak dibangun rumah toko (Ruko) dan rumah hunian lainnya. Mestinya disediakan bak penampungan air di masing-masing rumah tersebut. Misalnya, menyediakan lantai dasar untuk tempat penampungan air.

Minimal masing-masing ruko memiliki penampung air berukuran lebar 4 meter, panjang 8 meter serta tinggi satu meter. Sehingga ketika terjadi kebakaran sudah ada air yang bisa dipergunakan untuk pemadaman api.

“Di Nanga Pinoh sendiri sudah ada beberapa ruko yang memiliki penampungan air. Kita berharap ini diikuti oleh bangunan lainnya,” ulasnya.

Paling penting yang mesti dimiliki rumah, kantor dan toko adalah tabung pemadam kebakaran untuk pertolongan pertama atau disebut dengan Yamato. Alat yang bisa mengeluarkan gas nitrogen itu sangat penting untuk memadamkan kobaran air yang masih kecil.

 

“Kalau ada yang melaporkan kebakaran, kadang yang kita bawa duluan Yamato. Ini sangat membantu beberapa kejadian kebakaran. Saya memiliki beberapa buah untuk antisipasi kebakaran,” paparnya. (aji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here