Pemilih Pemula Kapuas Hulu 2,61 Persen

159
SIMULASI: Siswa MAN Putussibau mengiktui simulasi pencoblosan Pilkada Kapuas Hulu di Aula MAN Putussibau, Jumat (6/11). ist

eQuator – Putussibau-RK. Pemilih pemula dalam Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Kapuas Hulu 4.475 orang atau 2,61 persen dari keseluruhan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Lantaran baru kali pertama, maka mereka berkesempatan untuk simulasi, bagaimana mencoblos dengan benar.

“Untuk sosialisasi pemilih pemula disertai dengan simulasi pencoblosan ini diagendakan ke sekolah di Putusibau,” kata Ahmad Yani SPdI, Divisi Sosialisasi Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kapuas Hulu usai Sosialisasi di Aula MAN Putussibau, Jumat (6/11).

Sosialisasi dan simulasi pencoblosan tersebut diikuti 128 siswa Kelas XII dan XIII. “Sosialisasi ini untuk menyampaikasi informasi terkait Pilkada, sementara simulasi dilakukan agar mereka mengetahui bagaiman mencoblos yang benar dalam Pilkada mendatang” jelas Yani.

Dia mengungkapkan, sosialisasi pemilih pemula di MA Putussibau ini merupakan kali ketiga. Sebelumnya, di SMA Negeri 1 Putussibau dan SMA Muhammadiyah. “Sosialisasi pemilih pemula ini akan berlangsung hingga 5 Desember 2015 mendatang, mengingat 6 Desember 2015 sudah memasuki masa tenang,” ujar Yani.

Dipilihnya sekolah sebagai tempat sosialisasi, jelas Yani, lantaran aksesnya lebih mudah dijangkau dan jumlah pemilih pemulanya juga banyak. Selain itu, mengingat georafis Kapuas Hulu yang begitu luas, sosialisasi ini dirasakan tidak dapat meng-cover seluruh wilayah Kapuas Hulu.

“Sehingga tidak mungkin semua kecamatan dapat kita jangkau. Makanya kita minta bantu juga teman-teman PPK untuk membantu melakukan sosialisasi kepada kelompok pemilih pemula di kecamatan,” terang Yani.

Selain di Putussibau, sambung Yani, KPU juga sudah mengagendakan sosialisasi di beberapa kecamatan, baik untuk pemilih pemula, maupun kelompok pemilih lainnya. Saat ini jadwal dan tahapannya masih disesuaikan.

“Ini masih kita bagi ke dalam beberapa zona, misalnya Zona Utara di Badau. Untuk Zona Selatan di Hulu Gurung atau di Pengkadan dan zona lainnya rencananya di Jongkong. Tetapi kita masih melihat juga kemampuan kita,” ujar Yani.

Sejauh ini, tambah dia, dalam menggelar sosialisasi dan simulasi pencoblosan ini, KPU Kapuas Hulu tidak dihadapkan kendala yang berarti. “Dari hasil sosialisasi ini, kami melihat respon adik-adik sangat baik,” kata Yani.

Terkait masalah tata cara dan proses pemilihan, jelas Yani, hampir semuanya telah mereka pahami. “Kita menitikberatkan pada tata cara pencoblosan dan waktu pelaksanaan serta memperkenalkan pasangan calon yang akan dipilih pada 9 desember 2015 nanti. Mungkin kendalanya hanya terletak pada pengaksesan data pemilih,” paparnya.

Sejauh ini KPU sudah mengumumkan data pemilih, namun sepertinya informasi ini tidak sampai ke para pemilih pemula tersebut. “Ini tugas kita bagaimana masyarakat sadar politik dan mereka mau mengecek namanya di website, online, apakah sudah masuk DPT atau belum,” terang Yani.

Bila nanti masih ada siswa yang belum masuk di DPT, namun memiliki hak suara, kata Yani masih diperbolehkan untuk mencoblos. Sepanjang yang bersangkutan dapat menunjukkan kartu identitasnya, baik berupa KTP, KK atau surat keterangan domisili.

“Kita sekarang memang sudah masuk di tahap Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) 1. Bagi yang belum terdaftar asalkan sudah memiliki kartu identitas, mereka bisa memilih,” terang Yani.

Namun, tambah dia, perlakuannya akan berbeda dengan yang terdaftar di DPT dan DPTb 1, karena tahapannya sudah lewat. “Mereka bisa menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2015 mendatang pada pukul 12.00 hingga 13.00. Pemilih pemula minimal usianya 17 tahun atau sudah pernah menikah,” tutup Yani.

 

 

Laporan: Arman Hairiadi

Editor: Mordiadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here