Pembangunan RSUD Kubu Raya Dimulai

16
Peletakan Batu Pertama. Pembangunan gedung RSUD Kubu Raya dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Wabup Hermanus, Ketua DPRD Kubu Raya, Bambang Ganefo Putra di Kecamatan Rasau Jaya, Jumat (6/7). Syamsul Arifin/RK.
Peletakan Batu Pertama. Pembangunan gedung RSUD Kubu Raya dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Wabup Hermanus, Ketua DPRD Kubu Raya, Bambang Ganefo Putra di Kecamatan Rasau Jaya, Jumat (6/7). Syamsul Arifin/RK.

eQuator.co.id – Kubu Raya-RK. Pemerintah Kubu Raya memulai pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kubu Raya di Kecamatan Rasau Jaya, Jumat (6/7).

Pembangunan rumah sakit pratama bertipe D ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus. Bahkan pembangunannya ditargetkan rampung pada tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, dr Berli Hamdani menuturkan, pembangunan rumah sakit merupakan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.

“Perjuangan untuk mendapatkan anggaran pembangunan rumah sakit ini sangat berliku dan berat. Tetapi, berkat doa dari seluruh masyarakat Kubu Raya. Alhamdulillah tahun ini akan kita wujudkan. Dari studi kelayakan yang dilakukan Kecamatan Rasau Jaya adalah yang paling tepat untuk dibangun RSUD,” ujar Berli Hamdani.

Berli menjelaskan, rumah sakit yang akan dibangun bertipe D. Artinya, rumah sakit hanya diwajibkan memiliki satu dokter spesialis. Meskipun demikian, Kabupaten Kubu Raya sudah memiliki lebih dari satu dokter spesialis.

“RSUD Kubu Raya akan memiliki bed atau tempat tidur pasien sebanyak 50 buah. Ada pun desain pembangunan rumah sakit akan memanjang mengikuti alur jalan raya Rasau Jaya. Jadi akan memanjang sekitar hampir 100 meter. Juga nanti melebar ke arah sungai sekitar 35 meter. Karena lokasi yang memang bentuknya persegi panjang ini agak sulit untuk dibangun dengan konsep huruf seperti huruf U sesuai dengan keselamatan. Tapi, kita akan upayakan untuk pembangunan bisa tetap nyaman dengan bangunan satu lantai,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Berli menyatakan bahwa pembangunan rumah sakit akan tuntas dan beroperasi pada akhir 2018. Hal itu karena anggaran yang diberikan sangat lengkap. Mulai dari pembangunan fisik, alat kesehatan hingga penunjang pelayanan yang memang harus ada di rumah sakit.

“Kami mohon doa kepada seluruh masyarakat Kubu Raya. Mudah-mudahan pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan tahun ini kita sudah bisa mengoperasikan atau memberikan layanan rumah sakit. Mudah-mudahan bisa segera difungsikan,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus menuturkan, pembangunan RSUD Kubu Raya tak lepas dari peran Pemerintah Provinsi Kalbar. Apalagi Pemprov telah memberikan dukungan fasilitasi berkaitan dengan keberadaan lahan rumah sakit.

“Lahan memanjang seluas 6 hektare merupakan aset Pemprov dengan sistem pinjam pakai. Karena itu, Pemkab Kubu Raya berterima kasih atas dukungan tersebut. Ini kerja sama yang baik yang harus terus dibina,” ucap Hermanus.

Dalam kesempatan itu, Wabup mengungkapkan pembangunan rumah sakit terealisasi melalui dukungan alokasi penganggaran dari Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, sulitnya mendapatkan alokasi tersebut. Dari sekitar 200-an kabupaten yang mengajukan hanya sekitar 10 kabupaten yang mendapatkan alokasi termasuk Kabupaten Kubu Raya.

“Ini penuh perjuangan. Baru tahun 2018 bisa terealisasi. Mudah-mudahan ini menjadi sebuah kado untuk masyarakat Kubu Raya. Karena tidak mudah maka harus disyukuri. Wujudnya adalah masyarakat harus mendukung. Bagaimana masyarakat bisa sama-sama menjaga serta mengambil manfaat dari keberadaan rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” tuturnya.

Reporter: Syamsul Arifin

Redaktur: Andry Soe