Pembangunan Perbatasan Indonesia-Malaysia Masih Katanya

Sutarmidji: Jangan Ribut Belanja, Nanti Bayarnya?

150
H. Sutarmidji

eQuator – “Kita suka saja. Cuma masalahnya kondisi keuangan negara bagaimana?Prediksi pendapatan negara meleset Rp300 triliun. Makanya jangan ribut belanja, nanti bayarnya tidak ada,” cetus Walikota Pontianak, H. Sutarmidji pesimis ihwal wacana pemerintah pusat yang akan membangun kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia secara megah, di Kota Pontianak, Selasa (1/2).

Sikap pesimistis itu bukan tanpa alasan. Mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang kini sedang terpuruk. Terlebih biaya pembangunan tersebut tentu akan membebani keuangan negara untuk pembelanjaannya.

Tak mau ambil pusing memikirkan wacana tersebut, Sutarmidji menegaskan bahwa pihaknya hanya mau fokus membangun wilayahnya saja. Meskipun demikian, dia menambahkan mungkin saja wacana ini akan terwujud di masa mendatang.

“Sekarang sudahlah, kita urus saja wilayah kita. Soal perbatasan yang megah itu, baru katanya, belum megah. Saya mau nunggu kalau sudah megah saja nanti,” satirnya.

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji justru malah membandingkan ihwal kontribusi pajak Kota Pontianak dengan daerah lain di Indonesia. Menurutnya, Kota Khatulistiwa yang dipimpinnya itu berkontribusi lebih tinggi dari pemerintah pusat terkait pajak yang ditanganinya.

“Yang hebat itu masyarakat Kota Pontianak. Ketika pajak pusat hanya terealisasi 85 persen, daerah ini bisa sampai 93 persen,” tukasnya.

Meskipun diakui Sutarmidji, tahun ini target pajak memang belum seluruhnya tercapai. Namun jumlah tersebut sudah melebihi target dari tahun sebelumnya.

“Target sebenarnya dibanding tahun lalu sudah tercapai, tapi tahun ini belum. Sebelumnya Rp15 miliar, sekarang hampir Rp21 miliar,” ulasnya.

Midji mengklaim, kenaikan tarif pajak yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 10 persen justru tak membuat masyarakat menunda untuk melakukan pembayaran. Menurut data yang diperolehnya, yakni dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 85 persen, tetapi naik menjadi 90 persen lebih pada tahun ini.

“Justru saat pajak itu naik, pembayar pajak malah semakin meningkat. Karena masyarakat sudah sadar akan pajak untuk pembangunan Kota Pontianak,” ucap Walikota Pontianak.

Reporter: Gusnadi

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here