Pelayanan Puskesmas Rasau 24 Jam, Tapi Kosong, Warganet Mengutuk Keras

Berli Akan Panggil Kepala Puskesmas Rasau Jaya

216
Ilustrasi.NET

“Setelah video (Puskesmas kosong) ini beredar. Tiba-tiba pihak Dinas Kesehatan Kubu Raya mendatangi kami,” ucap Imam Ikhlas.

eQuator.co.id – Kubu Raya. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rasau Jaya kembali dikeluhkan keluarga pasien. Imam Ikhlas (29) salah satunya. Pegawai swasta ini kesalnya bukan main tatkala menyaksikan Puskesmas Rasau Jaya itu kosong melompong, Jumat (1/9) sore. Padahal dia sangat memerlukan bantuan tim medis untuk perawatan ibunya yang sakit.

Saking tak mampu kendalikan emosinya, Imam merekam kondisi Puskesmas yang kosong itu, dan mengunggahnya ke social media. Sempat viral dan akhirnya Imam didatangi seseorang dari Dinas Kesehatan Kubu Raya untuk meminta maaf dan menghapus video tersebut.

Minggu (3/9) sore, Imam bercerita kepada awak koran ini. Ibu kandungnya Masnah (56) jatuh sakit. Hasil rembukan keluarga, memutuskan ibunya dibawa ke rumah sakit. Namun, kata Imam, ada prosedur yang harus dilewati

“Jadi begini, ibu kami kan sakit. Dari pihak keluarga memutuskan untuk membawa ke Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada. Tapi prosedurnya, kami harus dapat rujukan dari Puskesmas Rasau Jaya,” kisah Imam.

Tak mau berleha-leha, tentu saja Imam langsung tancap gas ke Puskesmas Rasau Jaya untuk mengurus segala tahapan agar ibunya bisa segera dibawa ke rumah sakit.

Sesampainya di Puskesmas, Imam terkejut tak satu pun petugas medis yang dapat ditemuinya. Ia seakan berada dalam bangunan tak berpenghuni. Padahal, peristiwa itu terjadi saat masih sekitar pukul 16.30 WIB.

“Kami tunggu setengah jam tidak ada. Kemudian kami panggil petugas dan dokter yang tinggal tak jauh dari Puskesmas. Setelah kami tunggu selama setengah jam, tidak ada juga. Padahal, ibu kami butuh pertolongan segera,” kesalnya.

Puskesmas Rasau Jaya seyogyanya adalah unit pelayanan 24 jam. Sebab telah memiliki fasilitas UGD. Apalagi bulan lalu Puskesmas yang kerap dikeluhkan keluarga pasien itu meraih Akreditasi Utama. “Walaupun lebaran, harus ada petugas standby di situ dong,” kesal Imam.

Masnah (56) didiagnosa menderita infeksi saluran kemih dan pembengkakan hati. Oleh karena tak mendapat layanan Puskesmas, Imam berinisiatif untuk mengabadikan kejadian ini melalui camera handphone.

“Video ini sebenarnya untuk bukti ke pihak rumah sakit bahwa kami sudah ke Puskesmas. Karena ini dalam darurat, terpaksa kami bawa ibu ke Rumah Sakit Kartika Husada tanpa surat rujukan,” kisahnya.

Video Puskesmas kosong itu pun lantas diunggah Imam ke media social, laman pribadinya. Video itu mendapat berbagai tanggapan dan berulang kali dibagikan warganet. Hingga akhirnya viral. Warganet pun mengutuk keras pelayanan Puskesmas Rasau Jaya itu.

“Setelah video ini beredar. Tiba-tiba pihak Dinas Kesehatan Kubu Raya mendatangi kami. Mereka minta maaf. Dan meminta saya untuk menghapus video itu dari media social. Demi kebaikan, saya hapus video itu,” ucapnya.

Pihak yang mendatangi Imam menyarankan untuk membuat laporan tertulisatas kejadian ini. Karena dengan begitu, akan mudah diproses oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, dr Berli Hamdani menyatakan, tidak mengetahui persis kejadian tersebut. Oleh sebab itu, ia perlu menggali informasi dari staf maupun pegawai Dinkes.

“Kalau tidak ada petugas di Puskesmas, bisa saja terjadi karena waktu itu hari libur. Hari besar lagi,” kata dr Berli menjawab Rakyat Kalbar, Minggu (3/9) malam tadi.

Berli berpendapat, pada pukul 16.30 WIB wajar apabila tidak ada petugas yang berjaga. Apalagi di hari libur. Perlu diketahui, Puskesmas Rasau Jaya membuka layanan 24 Jam untuk masyarakat sekitar.

“Saya telusuri dulu. Bukan berarti adanya berita ini kita langsung bersikap,” ucapnya.

Berli mengungkapkan, RS perlu dipertanyakan. Mengapa mewajibkan pasien untuk mengurus adiministrasi lebih dahulu ketimbang memberikan pertolongan pertama. Apalagi dalam keadaan mendesak.

“Setahu saya rumah sakit wajib menangani dulu. Surat rujukan bisa menyusul,” kritiknya.

Berli berjanji akan menindaklanjuti permasalahan ini. Terutama menindak Puskesmas Rasau Jaya. “Kepala Puskemasnya perlu dipanggil. Dinkes bertanggungjawab untuk membina mereka,” tegasnya.

Reporter: Deska Irnansyafara

Redaktur: Ocsya Ade CP