Pelayanan Puskesmas Pontianak Tenggara Dikeluhkan

Tak Ada Petugas Saat Hendak Nebus Obat

115
Ilustrasi.NET

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Pemilik akun facebook Aditya Ok membuat status mengeluhkan pelayanan Puskesmas Pontianak Tenggara. Pasalnya, saat ia hendak menebus obat tidak ada petugasnya, Rabu (30/11) siang.

Terkait itu, Anggota DPRD Kota Pontianak Feri Hairadi mengecam tindakan Puskesman di daerah pemilihannya itu. Ia pun meminta Dinas Kesehatan Kota Pontianak untuk menindaknya.

“Kita minta dinasnya ada tindakan, jangan dibiarkan persoalan semacam ini,” tegasnya, Kamis (1/12). Menurut Feri tindakan Puskesman itu sangat tidak wajar. Seharusnya pada jam-jam tersebut masih memberikan pelayanan. Bukannya petugas tidak berada di tempat.

“Jam dinasnya kan sudah jelas diatur berapa jam, jadi kalau seperti ini ke mana mereka. Kan kasihan masyarakat yang datang hendak berobat tapi petugas tidak ada,” tuturnya.
Selain teguran tertulis, Feri meminta diberikan sanksi tegas terhadap pimpinan Puskesmasnya. Sehingga kasus seperti itu tidak terjadi lagi di Puskesmas-Puskemas lainnya di Kota Pontianak.

“Kalau perlu pindahkan saja. Karena sejauh ini pemerintah mengedepankan pelayanan, tapi kenapa jajaran di bawahnya masih ada saja yang mangkir dari tugas,” tegas Politikus Partai Hanura ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr. Sidig Handanu W, M.Kes saat dikonfirmasi Rakyat Kalbar mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap Puskesmas tersebut.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan bagaimana jalan ceritanya. Memang saat itu pasien mau menebus obat, tapi petugas sedang meninggalkan tempat atau makan, tapi tidak ada penggantinya,” ungkapnya.

Selain itu, informasi yang didapatnya ada beberapa petugas yang sedang sakit dan dinas luar, sehingga turut memperlambat pelayanan.

“Kalau tenaga kita tidak kekurangan, tapi saat itu ada yang sedang ke lapangan dan sakit. Tapi, saat itu sedang ada yang makan, jemput anaknya dan lain sebagainya. kita tidak melarang ada kepentingan pribadi, tapi harus diserahkan pada ke rekannya dan dikoordinasikan,” katanya.

Kejadian ini diharapkan Handanu bisa menjadi pembelajaran bagi diriya sebagai Kepala Dinkes dan seluruh petugas kesehatan yang ada di lingkungan Pemkot Pontianak.
“Secara umum kami sudah melayangkan surat edaran untuk seluruh Puskesmas tentang kedisiplinan agar mematuhi jam-jam pelayanan di Puskesmas. Pada puskesmas itu, sanksi tetap akan ada terhadap petugas secara khusus,” tegasnya.

 

Reporter: Gusnadi, Fikri Akbar

Redaktur: Arman Hairiadi