Pelari Kenya Borong Kategori Internasional

Peserta Antusias, Pontianak Berlari 5K Sukses

14
DIBORONG. Empat pelari Kenya menerima piala kategori internasional di halaman Hotel Mahkota Pontianak, Minggu (13/5). Maulidi Murni-RK
DIBORONG. Empat pelari Kenya menerima piala kategori internasional di halaman Hotel Mahkota Pontianak, Minggu (13/5). Maulidi Murni-RK

Peserta sangat antusias mengikuti Pontianak Berlari 5K, Minggu pagi (13/5). Tidak hanya dari dalam negeri, peserta datang dari Kenya dan Thailand.

Maulidi Murni, Pontianak

eQuator.co.id – Lebih dari 1.400 perserta yang mengikuti lomba lari 5 kilometer ini. Sedangkan peserta dari luar negeri ada lima orang. Empat dari Kenya dan satu Thailand.

Panitia mengelompokkan tiga kategori. Yaitu kategori internasional, kategori umum putra dan kategori umum putri. Kategori internasional diambil empat pelari tercepat. Sedangkan kategori umum putra dan kategori umum putri diambil 10.

Pontianak Berlari 5K mengambil start dan finish di halaman Hotel Mahkota Pontianak. Sebelum lomba digelar, para peserta terlebih dahulu dihibur dengan senam Zumba. Setelah itu, usai pemanasan peserta diarahkan menuju jalan utama yang menjadi titik start dan finish.

Saat aba-aba, para peserta yang telah membaur mengambil posisi siap. Saat bendera hitam-putih diangkat mereka berlari sesuai rute yang ditentukan. Hingga akhirnya kembali lagi di titik start dan finish.

Waktu tercepat dicatat salah seorang pelari Kenya atas nama Cyprian Kiogoramwobi. Jarak 5 Km hanya ditempuh dengan 16 menit lebih. Bahkan atlet-atlet dari negara yang memang terkenal banyak pelari handal ini memborong habis empat pemenang kategori internasional.

Sedangkan kategori umum putra, juara pertama diraih Irmansyah. Peserta dengan nomor dada 0101 ini menorehkan waktu 17 menit lebih. Sedangkan juara pertama kategori umum putri direbut Merlin yang mengenakan nomor dada 0818. Torehan waktunya 22 menit lebih.

Melihat respon dan antusias para peserta Pontianak Berlari 5K, Ketua Sporta Kalbar Ongky Lesmana yang juga EO pada kegiatan ini mengaku bangga. Rencananya ke depan kegiatan serupa akan tetap dilaksanakan. Misalnya di Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak atau pada momen olahraga nasional. Kegiatannya pun akan dilangsung lebih meriah dan menarik dengan menghadirkan peserta dari dalam maupun luar negeri. “Saya kira akan kita jadikan agenda tahunan, semoga mendapatkan respon positif,” ujar Ongky.

Kebanggaan Ongky semakin bertambah dengan kehadiran peserta dari Kenya dan Thailand. Keikutsertaan pelari internasional tersebut bisa menjadi pemacu atau daya tarik bagi atlet lokal. “Juara berhak mendapatkan medali, uang tunai, piala serta hadiah menarik lainnya dari sponsor,” ucapnya.

Pontianak Berlari 5K ini tak terlepas dari dukungan pemerintah, pihak swasta serta semua yang terlibat sehingga acara berlangsung lancar. Dimana salah satunya Harian Rakyat Kalbar selaku media partner yang memberitakan Pontianak Berlari 5K ini mulai dari rencana, persiapan hingga penyelenggaraan. “Terima kasih banyak kepada sponsor serta lainnya yang terlibat di acara Pontianak Berlari 5K ini,” ujarnya.

Ada sekitar 30 stan sponsor yang meramaikan Pontianak Berlari 5K. Tak cuma memberikan hadiah kepada pemenang, panitia juga membagikan medali satu persatu serta kupon undian kepada semua peserta. Pasalnya, Pontianak Berlari 5K bertabur hadiah hiburan.
Salah seorang peserta yang sukses masuk lima besar dalam kategori umum putri adalah Kurnia Meysara. Umurnya masih 13 tahun. Ia merasa puas dapat menuju finish. “Emang suke (suka) lari. Kita diajak pelatih,” katanya yang saaat itu sedang lelah bercampur gembira.

Kurnia merupakan atlet lari Kota Pontianak. Banyak koleksi medali cabang olahraga atletik yang sudah diraihnya. Diantaranya juara Popda 2016/2017. Gadis yang masih duduk di kelas Vll SMP disalah satu Kota Pontianak ini ternyata sudah mengenal Cabor atletik sejak di bangku 5 SD.

Sekretaris KONI Kota Pontianak Hardi Makmun menyambut baik diselenggarakannya Pontianak Berlari 5K. Dia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya. “Saya ucapkan terima kasih kepada penyelenggara,” pungkasnya.

Kegiatan ini kata dia, bisa menjadi ajang pencarian bibit-bibit atlet. Bahkan ia melihat ada pelari putra putri anak-anak yang mendapat support seniornya. “Apalagi ada yang dari luar negeri,” sebut Hardi. (*)

 

Editor: Arman Hairiadi