Pelajar SMP Coba Bobol ATM BRI

169
Ilustrasi : Internet

eQuator.co.id – Putussibau-RK. Untuk kedua kalinya Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) teras Pasar Pagi Jalan Diponegoro, Putussibau Kota, Putussibau Utara nyaris dibobol, Jumat (25/11).

Kali ini dilakukan dua bocah yang masih duduk di bangku SMP di Putussibau, berinisial AW, 14, dan DD, 16. Aksi pembobolan itu terekam closed circuit television (CCTV) yang terpasang di ATM BRI. “Kedua pelaku berasal dari daerah berbeda,” kata AKBP Sudarmin, SIK, MH, Kapolres Kapuas Hulu, Rabu (30/11).

Bocah berinisial AW merupakan warga Desa Nanga Nyabau, Putussibau Utara. Sedangkan rekannya, DD warga Desa Kirin Nangka, Embaloh Hilir. “Keduanya beraksi sekitar pukul 08.00 Jumat lalu,” jelas AKBP Sudarmin.

Satpam BRI teras Pasar Pagi, Agus Salim terkejut ketika memeriksa ATM. Kunci pintu depan ruang ATM sudah dirusak. Dalam ruang ATM berantakan, penuh dengan ceceran cat warna putih. “CCTV sudah ditutupi cat dan bekas congkelan pada mesin ATM,” ujar Kapolres.

Apa yang dilihat Agus Salim, dilaporkan kepada karyawan BRI. Salah seorang karyawan, Raji’i melaporkan ke Mapolsek Putussibau Utara. Polisi mendatangi lokasi, melakukan olah TKP dan penyelidikan. “Hasil olah TKP, diketahui ciri-ciri pelaku berjumlah dua orang,” ungkap AKBP Sudarmin.

Terungkapnya pelaku pembobolan itu, setelah polisi melihat rekaman CCTV. Sebelum kedua bocah tersebut mengecat kamera pengintai, wajah keduanya lebih dahulu terekam. “Kedua tersangka ditangkap pada 29 November 2016 di kediamannya masing-masing,” papar Kapolres.

Tidak sulit bagi polisi meringkus pembobol ATM berinisial AW dan DD. Bermodalkan rekaman CCTV, polisi mendatangi pelaku pencurian sepeda di teras depan rumah Aisyah, Gang Rahmat, Jalan Diponegoro, Putussibau Kota, Putussibau Utara, Senin (28/11). Pelaku pencuri sepeda itu berinisial VN, 16, dan GGU, 13, warga Jalan Lintas Utara, Putussibau Utara.

“Kami tunjukkan rekaman CCTV pembobolan ATM BRI itu kepada kedua pelaku pencurian sepeda yang sudah kita amankan itu. Kemudian mereka mengatakan mengenali pelaku yang ada direkaman CCTV tersebut,” ungkap AKBP Sudarmin.

Penanganan kasus pembobolan ATM BRI ini, polisi menyita barang bukti satu potong besi sepanjang 70 Cm, sebilah pisau dapur sepanjang 10 Cm dan satu kantong plastik cat warna putih. Meskipun di bawah umur, AW dan DD tetap diproses hukum. “Proses hukum tetap jalan,” tegasnya.

Kini AW dan DD sudah ditahan. Polisi juga berkoordinasi dengan orangtua kedua pelaku. Kasusnya diselesaikan melalui diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. (dre)