Pelajar Bertaruh Nyawa ke Sekolah

Jembatan Engkulun Putus Diterjang Banjir

11
BERTARUH NYAWA. Para pelajar di Nanga Engkulun harus berjuang keras melewati genangan air di jembatan putus saat hendak pergi ke sekolah, belum lama ini. WARGA FOR RAKYAT KALBAR

eQuator.co.id–Sekadau-RK. Puluhan pelajar SD dan SMP di Dusun Engkulun, Desa Engkulun, Kecamatan Nanga Taman, Sekadau harus berjuang keras melewati jembatan gantung Engkulun yang reot setiap pulang dan pergi sekolah.

Sudah beberapa pekan para generasi penerus bangsa itu bertaruh nyawa melewati jembatan yang putus. Mereka menyeberang sangat hati-hati, meniti jembatan yang hanya tersambung dengan sebatang kayu, tanpa mengenakan sepatu. “Jembatannya putus diterjang banjir,” kata Hasan SE, anggota DPRD Sekadau asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sekadau II (Kecamatan Sekadau Hulu, Nanga Taman dan Nanga Mahap) kepada Rakyat Kalbar, Rabu (4/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Jembatan Engkulun memiliki panjang sekitar 30 meter, melintasi Sungai Koman. Konstruksinya merupakan jembatan gantung dengan tali sling dan lantai papan. Jembatan itu menghubungkan warga Engkulun yang tinggal terpisah di seberang sungai. “Jembatan itu setiap harinya dilewati pelajar dan warga yang ingin ke kebun dan ladang,” jelas Hasan.

Jembatan tersebut putus, karena konstruksinya tidak mampu menahan terjangan banjir. “Terlebih tanah di bagian ujung jembatan juga ada yang longsor,” papar Hasan.

Akibatnya, bagian tengah jembatan sudah terendap dan masuk ke sungai. Warga dan pelajar yang melintas, harus berjibaku melewati genangan air. “Kalau air pasang, warga harus menggunakan sampan,” katanya.

Hasan mengaku, Pemkab Sekadau sudah mempersiapkan langkah mengatasi robohnya jembatan itu. Informasi yang dia dapatkan, rencana perbaikan sudah dimatangkan instansi terkait. Termasuk kemungkinan perbaikan melalui dana tanggap darurat.

“Kita mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah melakukan perbaikan. Kita harapkan bisa segera dilakukan proses perbaikan demi kelancaran transportasi masyarakat di sana,” tegas Hasan.

Camat Nanga Taman Paulus Ugang, SAP, MM mengatakan, robohnya Jembatan Engkulun terjadi awal Agustus lalu. “Saya sudah koordinasikan masalah ini ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sekadau. Tim dari Dinas PUPR juga sudah melakukan peninjauan,” kata Ugang.

Kepala Dinas PUPR Sekadau, H. Ramsyah menegaskan, pihaknya sudah mengusulkan perbaikan melalui dana tanggap darurat. Pekerjaan tinggal menunggu kelengkapan administrasi penggunaan dana tanggap daruat. “Nanti kalau suratnya sudah keluar, secepatnya akan kita lakukan perbaikan,” tegas Ramsyah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Sekadau, Ir. H. Akhamd Suryadi, MT juga menyebutkan soal opsi perbaikan menggunakan dana tanggap darurat. “Cuma kita masih tunggu laporan lengkapnya. Nanti kita juga akan survey ke lokasi, kondisinya seperti apa,” jelas Akhmad.

Laporan: Abdu Syukri
Editor: Hamka Saptono