Pegawai Lapas Pontianak Tes Urin Mendadak

285
Tes Urine. Petugas dari Kemenkumham Kalbar melakukan tes urine terhadap pegawai Lapas Pontianak, Selasa (1/3). Syamsul Arifin/RK.

Sungai Raya-RK. Antisipasi penyalahgunaan narkoba, Satuan Tugas (Satgas) Keamanan Ketertiban (Kamtib) Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalbar melakukan tes urine mendadak terhadap petugas lapas serta warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 2 A Pontianak, Selasa (1/3) pagi.

Satu persatu pegawai, sipir, termasuk Kepala Lapas Klas II A Pontianak, Sukaji ‎mengikuti tes urine. Termasuk sekitar 19 warga binaan Lapas Klas II A Pontianak yang dipilih secara acak mengikuti tes urine tersebut.

‎Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Kalbar, Darmadji menuturkan, kegiatan ini digelar secara mendadak terhadap petugas sipir dan pegawai Lapas Klas II A Pontianak yang bertugas pada hari ini.

“Termasuk kepada beberapa warga binaan yang dipilih secara acak. Jika ada yang positif tentu akan dilakukan pembinaan. Demikian juga jika hal tersebut terjadi pada pegawai atau petugas sipir,” ucapnya.

Menurutnya, jika hasilnya positif yang bersangkutan akan dilakukan tes urine ulang di hadapan pihak keluarganya, baik itu kepada orangtua maupun istrinya. “Itu merupakan bagian dari bentuk pembinaan yang kita lakukan. Kita tahu dan keluarganya juga tahu. Jadi biar semuanya bisa sama-sama turut memberikan pembinaan‎ kepada yang bersangkutan,” jelas Darmadji.

Ia menuturkan, hal ini sudah dilakukan terhadap beberapa petugas dan pegawai jajaran yang dites urine di hadapan orangtua dan istri. Setelah hasilnya positif yang bersangkutan langsung dibawa ke BNN untuk direhabilitasi.

“Saya melakukan tes urine kepada mereka dengan datang berkunjung langsung, baik ke kantor maupun ke rumah. Karena ada beberapa orang kemarin kita kunjungi ke kantor, mereka justru menghindar,” paparnya.

‎Terkait tes urine yang dilakukan pada hari ini, pihaknya akan melakukannya kembali. Karena sudah dikonsep untuk dilakukan secara berkala bagi petugas dan pegawai.

Darmadji mengakui, pihaknya keterbatasan terhadap alat penguji tes urine. Meskipun demikian, pihaknya akan tetap melakukan tes urine di Lapas dan Rutan di seluruh Kalbar. Seperti di Lapas Sintang, Landak, Singkawang, Ketapang hingga Kapuas Hulu.

“Untuk mendukung komitmen ‎kita dalam memberantas peredaran Narkoba di lingkungan pemasyarakatan, kita sudah merencanakan akan berkoordinasi dengan Polda. Yakni Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar,” timpalnya.

Dalam kesempatan itu, Darmadji menjelaskan, kegiatan seperti ini sudah beberapa kali dilakukan. Bahkan, pihaknya menemukan satu orang di Rutan Pontianak yang hasil tes urine dinyatakan positif mengandung zat methaphitamine.

“Beberapa hari lalu, di Rutan Mempawah juga ada satu orang yang hasil tes urinenya kabur. Hari ini tes urine ke-30 pegawai dan petugas sipir serta 19 warga binaan Lapas Klas II A Pontianak hasil tes urine nihil. Untuk yang belum akan dilakukan tes urine pada waktu berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Klas II A Pontianak, Sukaji mengatakan, tes urine yang dilakukan secara mendadak dengan mengundang para pegawai dengan menghubungi mereka melalui via telepon. “Kalau tes urine ini direncanakan, takutnya para pegawai yang menggunakan tersebut melakukan persiapan agar tidak terdeteksi. Tapi hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui,” paparnya. (Sul)