PDAM Ajak Warga Sungai Ayak Jadi Pelanggan

232
Mengalir : Salah seorang warga Sekadau tengah menggunakan air leding dari PDAM Sirin Meragun, belum lama ini… (Abdu Syukri)
Pj Direktur PDAM Sirin Meragun, Yok Kelak ST… (Abdu Syukri)
Pj Direktur PDAM Sirin Meragun, Yok Kelak ST (Abdu Syukri)

eQuator – Sekadau-RK. PDAM Sirin Meragun, sudah membuka layanan leding di Sungai Ayak, khususnya di Desa Sungai Ayak 2, Kecamatan Belitang Hilir. Perusahaan plat gincu itu pun mengajak warga untuk mengakses layanan leding.

“Harapan kita, semua warga di Sungai Ayak 2 bisa menjadi pelanggan leding,” ujar Yok Kelak ST, Pj Direktur PDAM Sirin Meragun kepada Rakyat Kalbar di Sekadau, Selasa (15/12).

Saat ini, tingkat akses masyarakat, khususnya Desa Sungai Ayak 2 terhadap layanan PDAM masih minim. “Total baru 20 SR (Sambungan Rumah) yang terpasang di Desa Sungai Ayak 2,” aku Yok.

Masih minimnya masyarakat yang mengakses layanan PDAM ini, dikarenakan PDAM di Sungai Ayak baru 2 bulan terakhir beroperasi. “Karena itu, warga yang berminat silakan mendaftar,” gugah Yok.

PDAM Sungai Ayak 2 merupakan bagian dari PDAM Sirin Meragun di Sekadau. Bedanya, jika PDAM di Sekadau menggunakan air Sungai Meragun, PDAM di Sungai Ayak 2 menggunakan air baku dari air Sungai Kapuas.

PDAM di Sungai Ayak 2, memiliki sumber air yang diambil dari Sungai Kapuas dikawasan Pinyak. Sebelum disalurkan ke pelanggan, air tersebut terlebih dahulu diolah di IPA (Instalasi Pengolahan Air) di daerah Pinyak.

Wakil Ketua DPRD Sekadau, Jeffray Raja Tugam SE menyambut baik keberadaan PDAM di Desa Sungai Ayak 2. “Diharapkan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat di Sungai Ayak 2,” imbuh Jeffray.

Jeffray mengapresiasi pemerintah daerah yang sudah mau membangun PDAM di Sungai Ayak. “Diharapkan hal serupa juga bisa dibangun di daerah lain, terutama daerah yang kesulitan air bersih,” imbuh Jeffray.

Sistem Cicilan

Pemerhati sosial dan politik, Osvarinusa S Sos, mengatakan sudah sepantasnya pemerintah membangun sarana air bersih ke semua warganya, termasuk membangun PDAM.

“Masyarakat juga tentu ingin memasang leding. Tapi ada beberapa kendala yang membuat banyak warga tidak bisa mengakses leding,” katanya kepada Rakyat Kalbar, kemarin.

Satu di antaranya, sebut Oos, panggilan akrab Osvarinusa, adalah biaya pemasangan yang cukup tinggi. Berdasarkan Perbub tentang Air Bersih, pemasangan untuk satu SR adalah Rp 945 ribu.

“Bagi warga kita yang kurang mampu, ini mungkin sedikit memberatkan. Apalagi dengan kondisi ekonomi seperti ini, dimana harga barang naik semuanya,” yakin Oos.

Untuk menyiasati itu, Oos berharap pemerintah membuatkan terobosan. Satu diantaranya, dengan memberikan keringan pada pembayaran biaya pemasangan awal SR.

“Misalnya dengan jalan mencicil selama 4 atau 5 bulan. Kalau seperti itu, saya rasa tidak akan memberatkan masyarakat,” cetus Oos.

 

Reporter: Abdu Syukri

Editor: Kiram Akbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here