Partisipasi Pemilih Penentu Kemajuan Daerah

135
Anggota DPRD Kalbar, Ir H Prabasa Anantatur MH saat memberikan hak pilihnya pada Pilkada Sambas, Rabu (9/12) lalu di TPS 4 Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas. M Ridho

eQuator – Sambas. Tingkat partisipasi pemilih dalam setiap Pemilu, termasuk Pilkada serentak yang baru saja digelar, menggambarkan seberapa besar kepedulian warga dalam mendukung pembangunan.

Begitu penegasan Anggota DPRD Kalbar Dapil Kabupaten Sambas, Ir H Prabasa Anantatur MH saat menyalurkan suranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas. “Walaupun saya telah bertugas di Pontianak, dan istri bertugas di Jakarta, namun kami tetap berupaya memberikan hak suara pada Pilkada Sambas, termasuk saat Pilpres lalu,” jelas Anggota DPRD Kalbar dua periode ini didampingi istrinya, Hj Rubaety Erlita Prabasa yang merupakan Anggota DPD RI Dapil Kalbar.

Hak pilih, jelas Prabasa, merupakan sarana bagi warga negara dalam mendukung kemajuan daerah. Makanya, tingkat partisipasi pemilih sangat menentukan siapa pemimpin ke depan, dan seperti apa arah pembangunan yang diinginkan. “Kami pulang ke Sambas untuk memberikan hak pilih, dalam upaya mendukung peningkatan partisipasi pemilih,” tuturnya.

Pilkada kali ini, ulasnya, sistem kampanye sangat berbeda dibanding pilkada sebelumnya, dimana waktu kampanye berlangsung hingga 3 bulan, tanggal 22 Agustus hingga 5 Desember 2015. “Hasil Pilkada bisa kita lihat, bagaimana pengaruhnya terhadap tingkat partisipasi pemilih, apakah ada peningkatan atau tidak. Bagaimanapun akan kembali lagi kepada masyarakat, bahwa memberikan hak pilihnya sangat penting,” imbaunya.

Dia bersyukur, Pilkada Sambas berlangsung aman dan lancar. Dia mengapresiasi masyarakat yang sudah memberikan hak suaranya untuk memilih pemimpin daerah secara demokratis. “Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat, setelah Pilkada, kita berharap siapapun yang terpilih kita dukung bersama-sama membangun Kabupaten Sambas,” imbaunya.

Lancarnya pelaksanaan Pilkada, paparnya, tidak lepas dari peran serta Polri dan TNI. Jika nantinya ditemukan kejanggalan atau kecurangan dari pasangan calon tertentu, Prabasa menyarankan, sebaiknya segera dilaporkan sesuai aturan dalam sengketa Pilkada. “Siapapun yang terpilih, sesuai hasil penghitungan KPU, diharapkan dapat melaksanakan programnya dengan baik. Tentunya yang pro rakyat, dan yang belum berhasil diharapkan dapat bersama-sama membangun daerah,” pesannya. (edo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here