Parah…Sedusun Doyan “Buang Hajat” ke Sungai dan Hutan

150
ilustrasi. net

eQuator.co.id – Bengkayang-RK. Siapapun yang berkunjung ke Dusun Nibung Mensibo, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, dipastikan akan kesulitan untuk Buang Air Besar (B.A.B) atau “buang hajat”. Pasalnya, mereka tidak akan menemukan Water Closet (WC).

“Warga Nibung belum memiliki WC. Setiap kali akan B.A.B menuju sungai atau hutan,” ungkap Iskandar, Ketua RT03 Dusun Nibung Mensibo, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang kepada Rakyat Kalbar, Minggu (28/2).

Iskandar mengungkapkan, B.A.B di sungai atau hutan ini sudah berlangsung turun temurun di Dusun Nibung. Sehingga menjadi seperti tradisi. “Untuk apa B.A.B di WC, sungai ada kok. Memang lebih enak B.A.B di Sungai, praktis dan mudah,” katanya.

Praktis yang dimaksudkan pria yang berusia 50 tahun ini, lantaran bisa sambil mencuci atau mandi di sungai, pada pagi atau sore hari. “Memang sengaja mencari sungai terdekat. Tetapi kalau sudah mendesak, B.A.B kadang langsung ke hutan,” ujar Iskandar.

Kesulitan untuk B.A.B ini juga dirasakan Forum Pemuda Peduli Bengkayang (FPPB) yang menggelar Bakti Sosial di Dusun Nibung. “Warga dusun ini ramai, tetapi tidak seorang pun yang mempunyai WC, sehingga buang air sembarangan,” kata Rio Vanmandring, Humas FPPB.

Rio berharap persoalan ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang. “Ini wajib diperhatikan pemerintah. Sebab sangat tidak layak jika B.A.B harus ke sungai atau hutan,” tegasnya.

Mahasiswa semester akhir FKIP Untan Pontianak ini sangat menyayangkan kalau tidak seorang pun warga Dusun Nibung yang mempunyai WC, padahal kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang cukup baik.

“Di sini (Dusun Nibung, red) ada Air Terjun Berangin, Riam tangga, Riam Guntur, Hutan Lindung Gunung Bayang yang tidak jauh dari kawasan Gunung Niut. Tetapi bagaimana orang bisa betah berkunjung, untuk menemukan WC saja tidak bisa, karena memang tidak ada,” ungkap Rio.

Dia mengatahui kondisi Dusun Nibung yang tidak mempunyai WC itu, lantaran bersama rekan-rekannya di FPPB menggelar bakti sosial selama sembilan hari sejak 19 Februari.

“Bakti Sosial ini melibatkan 28 orang asal Bengkayang dengan berbagai latarbelakang pendidikan. Juga ada sembilan orang dari luar Bengkayang. Tujuang sama, melakukan bakti sosial dan wisata alam,” jelas Rio.

Mahasiswa Jurusan Penjaskes Angkatan 2008 ini mengungkapkan, kegiatan ini bertemakan “Satu Langkah Kecil dengan Kepedulian Yang Besar”. Melibatkan warga Desa Mensibu, Anggota FPPB, Tim Jelajah Kalbar (Jejak), Tim Argadipa, Tim XPDC Inpempandex (Dawar), Tim Backpacker West Borneo (Pontianak), 1.000 Guru Cabang Kalbar, serta beberapa Mahasiswa Untan Pontianak.

“Kita memberikan bantuan berupa buku bacaan dan pelajaran, obat-obatan, pasta dan sikat gigi, plang dusun dan plang riam. Selain dilakukan juga pembersiahan dusun. Di sinilah kita menemukan kalau tidak seorang warga pun yang memiliki WC,” tutup Rio.

Laporan: Kurnadi

Editor: Mordiadi