Pantai Pulau Datok Dipenuhi Sampah

Jadi Pusat Kegiatan Internasional

388
PANTAI PULAU DATOK: Pengunjung memadati Pantai Pulau Datok di Sukadana. Sayangnya, paca liburan, tampak serakan sampah yang membuat suasana di Pantai Pulau Datok kurang nyaman dipandang, Senin (5/1). KAMIRILUDDIN/RAKYAT KALBAR

eQuator – Sukadana-RK. Pantai Pulau Datok merupakan salah satu objek wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Kayong Utara. Letaknya yang persis di jantung kota Sukadana, menjadikan lokasi ini ramai dikunjungi. Terlebih, saat musim libur seperti libur Natal dan tahun baru beberapa hari lalu.

Tak hanya warga Sukadana dan Kayong Utara secara umum. Wisatawan yang datang ke Pantai Pulau Datok juga berasal dari berbagai derah. Seperti dari Kabupaten Ketapang. Datang ke Pantai Pulau Datok memang menyenangkan, terutama bagi mereka yang hobi menikmati suasana panorama alam. Angin sepoi-sepoi dibawah rindang pohon sambil melihat bibir pantai yang panjang dan ombak air laut lepas sungguh merupakan pemandangan yang menghibur pikiran yang penat.

Sebagai pusat kegiatan Sail Selat Karimata beberapa bulan kedepan, lokasi Pantai Pulau Datok usai liburan menyisakan pemandangan yang tak mengenakkan. Hamparan sampah pun terlihat berserakan, seakan membuat kumuh di destinasi andalan Negeri Betuah tersebut. Alhasil, pengunjungpun dibikin tak betah untuk berlama.
Seperti, Senin(5/1) Pukul 07.30, ketika menyambangi Pantai Pulau Datok. Sesaat tatapan terpaku dengan melihat hamparan sampah berserakan di berbagai sudut pantai. Mulai dari kulit buah, hingga sisa botol air mineral pun tergeletak begitu saja. Hal ini tentunya sangat mengganggu pemandangan di pagi itu. Bagaimana tidak, sesaat mata memandang pada tumpukan sampah-sampah.  Baru tiga hari saja, pantai tersebut dipadati oleh pengunjung sudah seperti itu kumuhnya. Belum lagi ditambah dengan tempat penampungan sampah yang ada pun turut dipadati oleh sampah, bahkan hingga meluber keluar.

Menanggapi persoalan ini, Kepala Dinas Kebudayaan Parawisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Kayong Utara, Drs. Mas Yuliandi ketika ditemui di ruang kerjanya,Senin (4/1) mengakui sangat terbatasnya tenaga kebersihan. Bahkan, sambung dia, jadwal guna membersihkan Pantai Pulau Datok tersebut, hanya dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Tentunya hal tersebut begitu kurang efektif dilakukan. Apa lagi, ditambah dengan kurangnya kesadaran oleh masyarakat guna menjaga kebersihan area wisata tersebut.

“Jika pada hari libur, seperti lebaran, maupun hari-hari besar lainnya. Sampah yang ada ditinggalkan begitu saja oleh pengunjung yang begitu ramai. Hal itu tentunya akan menjadi perhatian kita, untuk melakukan pembersihan dengan keterbatasan tenaga seperti. Ya tentunya pelan-pelan tetap akan kita bersihkanlah,” terang Mas Yuliandi.

Dengan minimnya tempat sampah dikawasan Pantai Pulau Datok, dirinya berjanji akan membangun fisilitas penunjang lainnya. Apalagi di  pantai tersebut, akan menjadi tuan rumah kegiatan Sail Selat Karimata. Sehingga menurutnya, untuk kedepan memang akan banyak penambahan-penambahan fasilititas penunjang di kawasan

“Untuk Sail nanti memang tetap ada penambahan fasilitas-fasilitas lainnya, seperti tempat sampan, angkutan pengangkut sampah, karena saat ini memang yang ada saat ini(tempat sampah.Red) ada yang rusak. Namun tetap kita rehap, dan kita tetap menyesuaikan kebutuhan pada kegiatan Sail,” jelasnya.

 

Reporter: Kamiriluddin

Editor: Kiram Akbar