Pangkas Pohon Rambai, Tewas Tersengat Listrik

125
TERSENGAT LISTRIK. Jenazah Jafar disemayamkan di rumah duka di Kedamin Hilir, Putussibau Selatan, Kamis (1/12). ANDREAS

eQuator.co.id – Putussibau-RK. Jafar, 36, warga Kedamin Hulu, Putussibau Selatan tewas tersengat listrik saat memangkas dahan pohon rambai di depan rumahnya, Kamis (1/12) pukul 08.00.

Warga melihat mayat Jafar sangkut di dahan pohon rambai. Peristiwa ini pun bikin heboh. Kediaman Jafar pun dipadati warga.

Jafar dan temannya, Heri hendak memperluas tempat kerja meubelnya di samping rumahnya. Namun dahan pohon rambai membuat semak lokasi meubelnya. Jafar pun berupaya memangkasnya. Saat memotong dahan pohon tersebut, ternyata dahannya rebah menimpa tali kabel listring PLN tepat di atas kepalanya.

“Saat itu juga Jafar kesentrum, karena dahan kayu yang dipotongnya itu basah dan mengalirkan tegangan listrik,” ujar Heri, rekan korban, Kamis (1/12).

Heri mengaku sempat mengingatkan Jafar, agar tidak memotong dahan rambai, saat itu masih gerimis. Dia khawatir kabel tali listrik yang belum dimatikan PLN.

Saat kesetrum, Jafar sempat berteriak minta tolong Heri. Saat itu Heri menyuruhnya terjun dari pohon. Untuk menolong secara langsung, Heri tak berani. Karena masih ada aliran listrik. Jafar baru bisa diturunkan warga, ketika aliran listrik dipadamkan sementara oleh petugas PLN. “Saya lihat wajah Jafar saat itu hangus dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ucap Heri.

Heri trauma melihat rekannya tersengat listrik. Apalagi dia menyaksikan langsung bagaimana Jafar meregang nyawa.

Kapolsek Putussibau Selatan, Iptu Sutikno mengatakan, apa yang dialami Jafar itu murni kecelakaan kerja. Jafar sempat dibawa ke RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau. Ketika tiba di RSUD, nyawanya tak tertolong.

“Korban menderita luka di bagian kanan tubuhnya karena sersengat aliran listrik bertegangan tinggi,” ungkap Iptu Sutikno.

Jasadnya sudah dibawa ke rumah keluarganya, di Kedamin Hilir. Isak tangis istri dan anak Jafar tak terbendung. Kedua putranya yang masih kecil menangis sambil memeluk jenazah ayahnya. (dre)