Pangdam: Jangan Sampai Ada Ditunggangi Agama dan Suku

Harus Diantispasi Orang-orang yang Ingin Situasi Kacau

52

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Personel TNI siap mengamankan Pilkada 2018 di Kalbar. Kesiapan ini ditandai dengan ribuan pasukan AD, AL dan AU mengikuti apel gelar pasukan TNI di lapangan Makodam XII Tanjungpura, Kamis (8/2). Sebagai wujud sinergitas, gelar pasukan juga diikuti personel Polri dan Satpol PP.

“Kita menindak lanjuti (perintah) untuk menyiapkan pasukan TNI. Ini baru bagian pasukan yang ada di Pontianak dan sekitarnya, sedangkan nanti di Palangkaraya dan di kabupaten lain belum masuk (belum termasuk),” kata Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Achmad Supriyadi, usai memimpin upacara kepada wartawan.

Personel TNI disiapkan untuk membantu Polda Kalbar dalam mengamankan Pilkada serentak. Jika kepolisian berkekuatan sepuluh personel, maka TNI dua pertiga dari sepuluh itu. “Kekuatan kita dua pertiga dari sepuluh itu tadi untuk memberi pembantuan kepada Polri,” ucapnya.

Dikatakan Pangdam, personel TNI diturunkan dan disiagakan bersifat preventif. Bantuan pasukan ini diminta atau tidak telah disiapkan.

“Preventif itu adalah kita menyiagakan pasukan kemudian kalau perlu kita insertkan, tentunya ini sudah dikoordinasikan oleh Polri,” paparnya

Pangdam berharap Pilkda serentak tahun ini berjalan lancar dan aman. Pesta demokrasi ini jangan sampai nanti di dalamnya ada ditunggangi agama, suku dan lainnya. Media massa juga harus membantu menggelorakan pesta demokrasi ini dengan menyajikan berita yang baik dan benar. “Media ini memfilter, karena media sangat startegis perannya,” sebut Pangdam.

Di tempat sama, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, Pilkada untuk memilih pemimpin daerah. Jadi tidak hanya tanggung jawab TNI dan Polri saja, melainkan semua kalangan lapisan masyarakat. Agar Pilkada berjalan lancar, tahapan demi tahapan proses pesta rakyat ini aparat keamanan sudah mengantispasinya. “Kita sudah memperhitungkan manakala terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ada kesiapan dari kami TNI-Polri baik secara personel maupun sarana dan prasarana, serta pola,” ujarnya.

Didi menjelaskan, dua per tiga personel TNI membantu mengamankan Pilkada di setiap satuan wilayah. Personel siap disebar di tempat pemungutan suara (TPS). Pemprov, Pemkot dan Pemkab telah membantu dalam aspek anggaran, baik kepada Polri maupun TNI. Anggaran tersebut dikelola berapa personel dari TNI dan Polri yang diterjunkan sesuai dengan tingkat kerawanan daerah tersebut. “Ada 11 indikator kita perhitungkan, nanti saya dengan Pangdam, oh daerah sini agak rawan, maka kekuatan kita tambah,” jelasnya.

TNI-Polri kata dia, mengajak masyarakat secara bersama-sama menyukseskan Pilkada serentak di Kalbar. Menurutnya, warga Kalbar cinta damai, Pilkada ini juga bukan yang pertama kalinya. “Pilkada sebelumnya aman, lancar dan sukses,” ucapnya.

Hanya saja sambung Kapolda, aparat keamanan harus mengantispasi jika ada orang-orang yang ingin situasi kekacauan di daerah ini.

“Namun demikan kita boleh under estimate kita hanya antispasi. Kita sama-sama menjaga mengawal mengsukseskan Pilkada ini jangan sampai ada pengkhianat bangsa yang ingin daerah kita kacau,” pungkasnya.

 

Laporan: Ambrosius Junius

Editor: Arman Hairiadi