Okupasi Hotel Merangkak Naik

Pilkada Singkawang Tak Pengaruhi Imlek dan Capgome

58
ilustrasi atraksi naga. pixabay

eQuator.co.id – Meski capgome masih sebulan lagi, okupasi sejumlah hotel di Singkawang telah meningkat. Seperti diketahui, tahun lalu, perayaan capgome di Kalbar dipusatkan di Singkawang.

“Untuk capgome, hotel kita sudah full dipesan. Sebanyak 117 kamar. Puncak perayaan capgome di Singkawang Grand Mall,” ujar General Manager Hotel Swiss Belinn Singkawang Grand Mall, Muhammad Jufri Sakka, kepada Rakyat Kalbar di hotel yang dia kelola itu, Selasa (10/1).

Pada momen tersebut, pihaknya juga melakukan grand opening hotel. Ia mengakui, festival capgome yang rutin dilakukan di Singkawang akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Diyakini, wisatawan mancanegara maupun domestik akan “menyerbu” kota seribu kelenteng tersebut saat capgome.

Beberapa cara dilakukan manajemen hotel untuk ikut memeriahkan capgome di Singkawang. Salah satunya event besar Jakarta Clothing bertempat di Singkawang Grand Mall.

“Kegiatannya berlangsung mulai dari 13-15 Januari dengan menghadirkan Cangcuter, D’Massiv, serta artis band ternama nasional lainnya. Target kita sebanyak 30 ribu orang akan hadir selama penyelenggaraan kegiatan berlangsung,” terang Sakka.

Senada, Manager Hotel Restu Singkawang, Susanto. Hotelnya telah full reserved.

“Pelanggan telah reservasi sejak sebulan lalu dan sekarang tidak ada lagi kamar kosong. Apalagi sudah ada kepastian bahwa Festival Capgome Singkawang tetap berlangsung meskipun waktunya bersamaan dengan momen Pilkada,” ungkapnya.

Sedikit berbeda, Manager Hotel Hongkong Inn, Erick Sudarso. Menurut dia, menjelang capgome tahun ini, hunian di hotelnya baru sekitar 50 persen.

“Tahun lalu, pada waktu seperti ini sudah full. Mungkin ada pengaruh isu sebelumnya, bahwa Festival Capgome Singkawang tidak jadi,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Capgome 2017, Wijaya Kurniawan berjanji penyelenggaraan tetap meriah seperti tahun 2016. Bahkan lebih.

“Ini event nasional. Imlek ini sangat penting untuk kami laksanakan karena ini pesta rakyat. Festival Capgome dan imlek ini menyangkut hak asasi. Terkait dengan pawai tatung, kami akan meminimalisir adanya tatung anak-anak atau tatung yang memakan hewan,” ujarnya.

Imbuh dia, ”Panitia siap memberikan yang terbaik, dimana disiapkan pentas hiburan menarik di Singkawang Grand Mall yang sebelumnya pentas terbuka di Stadion Kridasana. Karena ada Pilkada, sehingga kita menggunakan Singkawang Grand Mall”.

Wijaya juga berterima kasih kepada Pemerintah Kota Singkawang yang telah mengucurkan bantuan sebesar Rp1,2 miliar dalam penyelenggaraan Festival Capgome tahun ini. “Bila kita melihat anggaran, memang memerlukan paling sedikit Rp3,5 milyar, tapi sesuai pesan Pak Sekda agar melaksanakannya dengan sederhana tapi meriah,” paparnya.

Untuk mencukupi kebutuhan anggaran, pihaknya akan meminta bantuan Pemerintah Provinsi Kalbar. “Dan tentu saja pihak sponsor,” tutur Wijaya.

Lanjut dia, konsep Festival Capgome tahun ini perpaduan modern dan tradisional. “Ketika pelaksanaannya di Singkawang Grand Mall kan berkonsep modern, jadi bagaimana kita padukan dengan konsep tradisional dan merakyat,” terangnya.

Pengurus Majelis Adat Budaya Tionghoa Kota Singkawang ini juga menjanjikan tidak ada aktivitas politik atau Pilkada di balik Festival Capgome 2017. “Murni kebudayaan, siapapun bisa menonton kebudayaan ini,” tegas Wijaya.

Sementara itu, Wakapolres Singkawang, Kompol Dhani Catra Nugraha menyatakan kesiapan pihaknya mengamankan imlek dan capgome. “Apabila kekurangan personil, maka kami akan meminta bantuan Polda Kalbar. Sampai saat ini masih menghitung jumlah personil yang disesuaikan dengan faktor  kerawanan,” jelasnya.

 

Laporan: Suhendra

Editor: Mohamad iQbaL

Facebook Comments