Obat Stroke Temuan Siswi Palangka Raya Juara Nasional

UJI COBA: Ardhelia ketika memperlihatkan proses membedah tikus hemoragik yang masih lincah di dalam kandangnya.

338
GILANG/KALTENGPOS UJI COBA: Ardhelia ketika memperlihatkan proses membedah tikus hemoragik yang masih lincah di dalam kandangnya.

eQuator.co.id – GILANG/KALTENGPOS – Tikus Uji Coba Sembuh Setelah 4 Hari Sekarat

Bagi kebanyakan orang, terong pipit mungkin dianggap lalapan atau sayuran biasa. Tapi di tangan tiga siswi SMAN 2 Palangka Raya, rebusan dari tanaman itu disulap menjadi obat herbal bagi penderita stroke. Saat ini uji coba baru dilakukan terhadap tikus dan hasilnya memang mengejutkan!

GILANG RAHMAWATI, Palangka Raya

Berkat temuan itu, Hilda Febriana, Dyah Witamara dan Ardelia Shelomita berhasil keluar sebagai juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional pada Bakti Formiza Untuk Bangsa XVII di Universitas Pendidikan Indonesia.

Penasaran dengan penemuan itu, Kalteng Pos pun diajak untuk melihat secara langsung, bagaimana proses ketika mereka menggelar penelitian. Ternyata, sebelum membuktikan keampuhan herbal, seekor tikus hemoragik warna putih dijadikan percobaan. Caranya, menjadikan si tikus menderita stroke.

“Selama tikus ini stroke, kami tidak melakukannya sendiri tapi dibantu oleh dokter hewan,” terang Hilda.

Tujuan utama tiga gadis ini bukan untuk mematikan si tikus. Namun sebaliknya. Menggunakan rebusan terong pipit mereka berusaha menyembuhkan si tikus yang sudah sekarat.

Keberadaan dokter hewan ini juga mempermudah ketika membedah si tikus. Selain alasan itu, rupanya untuk mendapatkan obat bius itu memang hanya ada di dokter hewan saja. “Tidak dijual sembarangan,” tambahnya lagi.

Uniknya, hal yang membuat si tikus itu sampai stroke adalah karena disuntikan dengan darah tikus itu sendiri. Dimana dijelaskan ketiganya, darah itu berasal dari ekor si tikus. Kemudian, barulah menyuntikan darah itu ke bagian leher si tikus.

“Lehernya kami bedah untuk mencari arteri carotid bagian kanan,” ungkap Ardelia menambahkan.

Setelah proses pembedahan selesai, barulah menunggu reaksi darah itu ke kondisi tikus hingga menjadi semakin lemah.

Menurut Ardelia, memakan waktu hingga dua sampai tiga jam. “Baru setelah itu benar-benar sekarat,” ucap siswi XII MIA 2 ini.

Sembari melihat proses sekaratnya si tikus, ketiganya sudah mempersiapkan rebusan terong pipit. Setelah tiga jam, tikus diminumi air rebusan terong pipit.

Jika melebihi dari waktu tersebut, katanya si tikus bisa mendapat efek samping seperti kram. “Sampai hari ke empat tikus itu sudah pulih,” ungkap mereka dengan girang.

Saat berbincang santai tersebut, ketiganya juga sempat menunjukan tikus yang jadi uji coba. Memang, kondisi tikus tersebut tidak terlihat habis dibedah ataupun terserang stroke. (*)