Nyemplung ke Laut, Pak Guru Meninggal

44
EVAKUASI. Jasad Dermawan dievakuasi setelah ditemukan di perairan Tanjung Satai, Pulau Maya, Kayong Utara, Sabtu (29/7). WARGA FOR RAKYAT KALBAR

eQuator.co.idSukadana-RK. Mengabdi di daerah kepulauan menghadapi banyak tantangan, bahkan nyawa taruhannya. Sebagaimana dialami Dermawan. Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di daerah Kepulauan, Kayong Utara ini ditemukan tewas setelah terjatuh dari kapal penangkap ikan yang dia tumpangi saat pulang mengajar, Kamis (27/7) malam.

Jasad warga Sungai Awan, Ketapang ini ditemukan keluarganya dibantu warga dan tim SAR, Sabtu (29/7) pagi, setelah dua hari melakukan pencarian.

Berdasarkan pesan singkat via short message service (SMS) yang dikirim kepada istrinya bernama Susi, Dermawan pulang ke Sungai Awan, Ketapang menggunakan kapal penangkap ikan dari tempat dia mengajar di SDN 03 Kelumpang, Kecamatan Pulau Maya, Kayong Utara. Namun nahas, korban tergelincir dan jatuh dari kapal yang dia tumpangi. Nahkoda kapal beserta Anak Buah Kapal (ABK) sempat melakukan pencarian di lokasi korban terjatuh, namun sayang tidak membuahkan hasil.

“Tidak lama kemudian, saya dihubungi oleh Kepala SDN 3 Kelumpang dan memberitahu kalau suami saya terpeleset dan jatuh ke laut. Nahkoda panik dan mencari korban, namun sayang malam itu tidak bisa ditemukan,” kata Susi.

Pencarian dilanjutkan Jumat (29/7) dengan bantuan anggota Polsek Pulau Maya, Basarnas dan nelayan Tanjung Satai. Namun pencarian korban tersebut masih tidak membuahkan hasil dan terpaksa dihentikan dikarenakan cuaca dan gelombang laut yang sangat tinggi. Dermawan baru ditemukan oleh dua nelayan, Sabtu (29/7) pukul 08.00 di sekitar laut Tanjung Satai.

Dantim Basarnas Asmayadi yang ikut melakukan pencarian mengatakan, pencarian korban selama dua hari tersebut sempat terkendala oleh ombak yang cukup tinggi. Ditambah lagi jarak tempuh menuju lokasi korban jatuh memerlukan waktu hingga 90 menit dengan menerjang ombak laut. Sehingga cukup menyulitkan proses pencarian korban.

“Kalau cuaca untuk hari ini saja hampir dua meteran ombaknya, korban yang sudah ditemukan warga akan kita jemput dan akan kita bawa ke rumah duka di Sungai Awan, Ketapang sesuai permintaan warga,” jelas Asmayadi. (lud)