Nomor Seluler Lay “Dicatut”, Telkomsel Sebut Pelakunya Ahli

Tadi Malam, Muncul Tulisan Situng Says Sorry di Situs KPU

154
ilustrasi. net

eQuator – Putussibau-RK. Polisi terus memburu pelaku penyebar pesan singkat atau SMS dari nomor Ponsel petinggi tim sukses (Timses) pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Kapuas Hulu nomor urut 1. Apalagi, nomor Sang Calon Bupati, AM Nasir, juga mengalami hal sama. Kasus aneh bin ajaib ini sudah dilaporkan ke Polres Kapuas Hulu.

Lay, sapaan karib AM Nasir, membenarkan bahwa nomor seluler miliknya pun “dicatut” orang tidak bertanggung jawab. Modusnya sama, nomor seluler miliknya menyebarkan SMS mengajak orang agar mencoblos rivalnya pada 9 Desember 2015.

“Saya laporkan ke polisi pada malam sebelum pencoblosan atau tanggal 8 Desember, agar bisa dilacak,” ujarnya, Rabu (9/12), usai melakukan pencoblosan di TPS 04 Kelurahan Putussibau Kota.

Mustahil Lay mengarahkan orang untuk mencoblos rivalnya. “Ini biasalah, permainan politik,” tukasnya.

SMS yang menggunakan nomor ponselnya tersebut, diakui Lay, merugikan pihaknya. Ini akan mempengaruhi pemilih yang kurang paham.

“Sementara nomor masih aktif, agar mereka yang menerima SMS dapat konfirmasi langsung ke saya. Nomor yang ujungnya 122,” ujar Lay.

Capture situs KPU

Tadi malam pun, situs pilkada2015.kpu.go.id/kapuashulukab terkadang bisa diakses, terkadang tidak. Di portal tersebut muncul gambar kotak suara berlogo KPU dengan tulisan “SITUNG says Sorry”. Diikuti tulisan, “Mohon maaf saat ini portal sedang tidak bisa diakses, silahkan coba beberapa saat lagi”.

Terpisah, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Sudarmin SIK, membenarkan Lay telah melapor kepada pihaknya bahwa nomor seluler petahana Uncak Kapuas itu telah menyebarkan SMS untuk mencoblos Sang Rival.

“Kasusnya sama dengan Ketua Dewan kemarin (baca Rakyat Kalbar edisi 9 Desember 2015 berjudul “Ada Apa dengan Provider Seluler 085257484xxx?”,red), SMS mengarahkan memilih lawan politiknya,” jelas Sudarmin, Jumat (11/12), di Mapolres Kapuas Hulu.

Walaupun hanya bersifat aduan, kata Sudarmin, pihaknya sudah melakukan penyelidikan, berkoordinasi dengan pihak provider, Telkomsel . Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polda Kalbar.

“Polda Kalbar pun sudah berkoordinasi dengan Mabes. Kita akan menindaklanjuti untuk menemukan pelakunya,” tegas dia.

Bahkan, setelah memperoleh aduan penyebaran SMS tersebut, polisi langsung mengundang dua tim Paslon untuk menyampaikan persoalan ini.

“Kami dari pihak polisi akan konsen dan komit mengungkap kasus itu. Karena persoalan ini siapa pun bisa kena, bisa dari tim 1 atau 2. Hanya saja saat ini yang kena dari paslon nomor urut 1,” terangnya.

Menurut dia, Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Arief Sulistyanto pun sangat konsen mengungkap kasus ini. Hanya saja, karena ini berkaitan dengan IT, maka butuh ahli khusus yang menanganinya.

“Memang perlu waktu untuk mengungkap ini. Kapolda sudah menyampaikan, kita akan membentuk tim untuk mengungkap itu,” tutup Sudarmin.

Dikonfirmasi, SPV Grafari Telkomsel Putussibau, Tri Jaya Kusuma mengakui ada yang melapor homornya dihack. Nomor itu bukan digandakan. Modus pelaku menggunakan SMS Bulk atau SMS Blast.

“Ada beberapa jasa online yang menawarkan itu, tapi hanya keluar nama seperti SMS KOMINFO,” papar Tri.

Tetapi, ketika mengetahui bahwa nomor seluler yang digunakan pelaku sama persis dengan nomor korbannya, Tri pun mengaku bingung. Kata dia, jika diduplikatkan, maka nomor satunya (yang asli) akan tidak aktif.

“Mungkin pelakunya sangat ahli, terkait ini,” ujarnya.

Kejadian ini, kata Tri sudah ia laporkan ke tingkat yang lebih tinggi. Ia pun sudah menjelaskan ketika aparat kepolisian menanyakan kasus ini.

“Kami siap membantu aparat bila dibutuhkan, apalagi bila itu sebuah kejahatan,” tutupnya.

Dari Pontianak, Accounting Manager Telkomsel Area Kalimantan, Fise Adhi Prasetio, menyatakan kasus tersebut merupakan ranah Corcom (Corporate Communication) Telkomsel di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Laporan: Arman Hairiadi

Editor: Mohamad iQbaL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here