Murid TK dan SD Diajari Basmi Jentik

Minimalisir Demam Berdarah Dengue

13
AYO BASMI JENTIK. Kepala Puskesmas Pal 3, drg Raden Roro Ratri Dini Prasiwi (paling kanan) foto bersama murid TK Bina Sari, Ahad lalu. Dian Dinkes Pontianak for Rakyat Kalbar

eQuator.co.id –Pontianak-RK. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, tercatat meningkat. Tapi tidak begitu signifikan. Grafik tersebut menjadi catatan penting otoritas terkait. Sehingga lahirlah gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pal 3 Sungai Jawi lantas rutin mengadakan sosialisasi bahaya DBD ke lembaga pendidikan. Supaya anak-anak mengetahui dampak buruk dari nyamuk aedes aegypti. Juga cara memberantasnya.

Pekan lalu, Puskesmas Pal 3 sudah melakukan sosialisasi ke Taman Kanak-kanak (TK) Bina Sari, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mulia, Sekolah Dasar (SD) 66 Pontianak dan SD Negeri 4.

“Saat ini demam berdarah sedang meningkat. Kegiatan ini bertujuan supaya tidak makin banyak yang terkena nyamuk demam berdarah,” kata Kepala Puskesmas Pal 3, drg Raden Roro Ratri Dini Prasiwi kepada Harian Rakyat Kalbar, Ahad lalu.

Kepala Puskesmas yang karib disapa Siwi itu menjelaskan, kampanye di tingkat sekolah sangat strategis.

“Supaya anak paham dan ikut memberitahu orangtuanya masing-masing. Bahwa harus melaksanakan PSN,” jabarnya.

Di empat lembaga pendidikan itu, Siwi menjelaskan kepada murid-murid soal bahaya nyamuk. Seperti apa yang mesti diwaspadai. Kemudian bagaimana cara melihat jentik-jentik.

“Penjelasan kita ubah ke bahasa anak-anak, supaya mereka paham,” katanya.

Siwi juga memberi tugas kepada murid-murid, berupa Pekerjaan Rumah (PR).

“Supaya pulang sekolah mengajak bapak dan ibunya memeriksa tempayan atau penampungan air,” jelasnya.

Upaya ini dilakukan karena Siwi khawatir warga cuek dengan pencegahan apabila belum terserang DBD.

“Misalnya warga merasa di rumahnya bersih dan baik-baik saja. Padahal ternyata ada sumber-sumber nyamuk. Inikan bahaya,” ulasnya.

Ia mengatakan, program turun ke sekolah untuk memeriksa kantin dan menilai PHBS juga rutin dilaksanakan.

“Sekarang kita khususkan lagi, karena kasus DBD sudah meningkat di tahun lalu. Takutnya ada KLB seperti di tahun 2009 dan 2014. Makanya kita cepat cegah,” ungkapnya.

Puskesmas Pal 3 juga mengenalkan obat pembasmi jentik ke murid-murid. Plus antisipasi dengan cara menguras bak.

“Memelihara ikan slomang, kita ajari supaya anak-anak paham dan mengerti,” serunya.

Di wilayah kerja Puskesmas Pal 3, ada tujuh SD dan 16 PAUD. Nantinya, kegiatan ini akan dilanjutkan lagi ke semua sekolah yang ada.

“Nanti kami lanjutkan ditingkat SD. Kalau TK, kita pilih yang banyak muridnya saja,” demikian drg Siwi.

Laporan: Deska Irnansyafara

Editor: Ocsya Ade CP