Mulailah Suka Cita Natal dari dalam Keluarga

78
Bunda Fransiska Ria, 31, bersama Wilfridu Rodriquez Daehan Seo yang berusia 1 tahun memasang pernak-pernik Natal di Pohon Natal mereka. Marselina Evy-RK

eQuator.co.id – Sintang-RK. Keceriaan Si Kecil tentunya sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya. Dari sekian banyak upaya untuk menggugah keceriaan, momen Natal merupakan salah satunya yang paling ditunggu-tunggu.

Natal merupakan momen yang sangat menggembirakan bagi Si Kecil. Karena pada saat ini, mereka mendapatkan banyak hadiah, baju baru, mainan dan makanan enak.

Natal juga sangat meriah, orang memasang dan menghias Pohon Natal, baik asli maupun yang terbuat dari plastic. Kadang ada juga yang berkreasi dengan berbagai barang di sekitar rumah. Ada lampu warna-warni, kotak kado, dan Santa Claus.

Bagi Si Kecil, Natal bukan sekedar perayaan. Sehingga Bunda perlu memberikan pemahaman tentang arti Natal tersebut. Sehingga Si Kecil tidak semata bersuka cita, tetapi juga memahami maknanya.

Kepala SMK Kartini Kabupaten Sintang, Suster Therese Esyah SMFA menilai, Natal harus dimulai dari dalam rumah masing-masing. “Dimulai dulu dengan kebersamaan penuh keakraban di dalam keluarga. Natal bukan soal formal dan seremoni saja,” katanya.

Alumnus Universitas Sanata Dharma ini mengatakan, Bunda mesti membiasakan Si Kecil, berikancontoh bagaimana menghidup pesan Natal, yaitu tentang Damai. “Bunda penting menanamkan hal ini kepada Si Kecil,” tambah Therese.

Bunda juga perlu menyampaikan kepada Si Kecil, bahwa Natal merupakan perayaan dengan simbol warna meriah. “Warna merah Natal bermakna warna pembaharuan, sampaikan itu kepada Si Kecil melalui pakaian khusus sewaktu Natal misalnya,” pungkas Therese.

 

Laporan: Marselina Evy

Editor: Mordiadi