Mobil Pembawa Jenazah Terbalik, Dua Kerabat yang Mengantar Meninggal

Respon Cepat RSUD Pemangkat Patut Ditiru

37
TERBALIK. Peti jenazah ikut terpental setelah mobil yang mengangkutnya terbalik usai mendahului pengendara lainnya. WARGA FOR RAKYAT KALBAR

eQuator.co.id – Sambas-RK. Mobil bak terbuka (pick up) yang membawa jenazah Solihin untuk segera dimakamkan, mengalami kecelakan di Jalan Raya Bahagia, Desa Semparuk, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Selasa, 5 September sekira pukul 14.30. Akibat kecelakaan ini, H Masri dan H Hasim, dua kerabat yang mengantar jenazah Solihin, ikut meninggal dunia.

Kapolres Sambas, AKBP Cahyo Hadi Prabowo menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil pick up tersebut melaju dari Desa Serumpun, Kecamatan Salatiga menuju pemakaman di Sungai Palai, Desa Sepadu, Kecamatan Semparuk. Mobil tersebut berpenumpang 19 orang. Rombongan pengantar jenazah dan termasuk sopir.

“Sesampainya di Jalan Raya Bahagia, mobil ini mendahului sepeda motor di depannya dengan kecepatan tinggi. Lalu sopirnya tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Mobil berjalan oleng sehingga terbalik,” jelas Cahyo, Rabu (6/9).

Sesaat sebelum terbalik, lanjut Cahyo menjelaskan, mobil tersebut sempat menyerempet pengendara sepeda motor yang berboncengan. “Semua penumpang mobil dan sepeda terpental ke jalan,” ucapnya.

Bahkan, peti jenazah juga ikut terpental dan menimpa salah satu penumpang. Korban yang mengalami luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemangkat. Sedangkan lima korban luka parah dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.

Dua korban atas nama H Masri dan H Hasim meninggal dalam perawatan di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Sedangkan tiga korban luka parah lainnya masih koma. Begitu juga korban-korban lainnya masih dirawat di RSUD Pemangkat. Termasuk pengendara sepeda motor yang diserempet.

Sementara itu, Direktur RSUD Pemangkat, dr Achmad Hardin mengatakan, saat ini pihaknya masih memberikan perawatan kepada para korban.

“Tim rumah sakit diaktifkan. Saya telepon semua, mulai dari cleaning servis, satpam, perawat, apotek, dokter umum maupun dokter spesialis. Karena jumlah korban sekali datang banyak, lebih 20 orang. Makanya saya terapkan sistem triage,  prioritas kegawatdaruratan,” jelasnya.

Dengan respon cepat pihak RSUD Pemangkat, kini para korban telah mendapatkan penanganan dari petugas medis. Kondisinya mulai membaik.

“Alhamdulillah, dengan kesigapan petugas, semua bisa diatasi. Ada beberapa korban yang harus dirujuk, terutama korban dengan cedera di kepala. Karena harus diperiksa dengan peralatan canggih (Head CT Scan) ke RSUD Abdul Aziz Singkawang,” tutupnya. (sai)