Minta Foto dan Video Teror Tidak Di-Share

MUI: Ini Menodai Ajaran Islam yang Rakhmatan Lil Alamin

14
Kondisi Kerusakan sepeda motor yang di akibatkan ledakan Bom di GPPS Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno Minggu 13 Mei 2013. Tim Pemadam kebakaran, Polisi, dan Gegana bekerja keras untuk menstabilkan kondisi. Foto: Ahmad Khusaini/Jawa Pos
Kondisi Kerusakan sepeda motor yang di akibatkan ledakan Bom di GPPS Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno Minggu 13 Mei 2013. Tim Pemadam kebakaran, Polisi, dan Gegana bekerja keras untuk menstabilkan kondisi. Foto: Ahmad Khusaini/Jawa Pos

eQuator.co.id – Sanggau-RK. Pascaledakan bom yang terjadi Minggu (13/5) pagi di Gereja Santa Clara Jalan Ngagel Surabaya, GKI Diponegoro Surabaya, dan GPPS Jalan Arjuna Surabaya, Kodim 1204/Sanggau meningkatkan kewaspadaan.

Untuk mengamankan Kabupaten Sanggau, Komandan Kodim (Dandim) 1204/Sanggau Letkol. Inf. Herry Purwanto langsung menggelar apel siaga pasca ledakan yang menewaskan sejumlah orang tersebut, Minggu (13/5) pagi.

Dalam arahannya, saat memimpin upacara, Dandim menyampaikan keprihatinannya terhadap ledakan bom di Gereja Surabaya. Ia berharap anggota Kodim 1204/Sanggau untuk melaksanakan siaga dan patroli di gereja yang ada di Sanggau.

Atas peristiwa tersebut, Dandim mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto-foto maupun video kerusakan dan korban. “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak men-share foto ataupun video kerusakan termasuk korban, karena jika foto ataupun video kerusakan dan korban kita share justeru ini akan membantu teroris untuk menakut-nakuti kita. Jangan mau jadi alat teroris,” ujar Dandim.

Dandim mengingatkan masyarakat tetap buka mata dan telinga jaga kejernihan pikiran dan satu dalam doa. “Jangan mudah terprovokasi dengan isu yang mencoba merusak suasana di tempat kita. Mari kita bersama-sama menjaga kondisi di daerah kita, jika menemukan hal yang menjurus ke hal-hal yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan kita, segera laporkan ke aparat,” pesan Herry.

Ade Djuandi: Ini Aksi Biadab!

Berbagai Ormas keagamaan, baik Kristen maupun Islam, mengutuk keras aksi tersebut. Mereka mendesak aparat segera menuntaskan kasus tersebut serta menangkap otak yang berada di balik aksi teror tersebut.

Ketua GP Ansor Sanggau, Hamka Surkati mengecam aksi tersebut sekaligus sangat prihatin atas aksi teror yang menewaskan sejumlah orang di Surabaya. Ia mendesak aparat segera menindak para pelakunya terutama otak di balik aksi bejat tersebut. “Ini aksi yang tidak berprikemanusiaan dan pelakunya jelas orang yang tidak ber Tuhan,” kata Hamka.

Hamka meminta semua umat beragama menahan diri dan tidak terpancing dengan berbagai isu provokatif yang mencoba merusak NKRI. Jangan mau diadu domba oleh aksi tersebut, apalagi yang mengatasnamakan agama. Kata dia, warga Indonesia harus bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan.

“Jika mendapati peristiwa sekecil apapun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme segera laporkan ke aparat keamanan. Segala hal yang mengandung kekerasan sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam dan bahkan bertentangan dengan ajaran agama apapun di dunia,” ujarnya.

Ia mendesak aparat segera mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Gerakan terorisme sudah semakin sedemikian merajalela, maka diperlukan penanganan khusus yang lebih intensif dari berbagai pihak, utamanya negara melalui keamanan.

Hal yang sama disampaikan Ketua Muhammadiyah Kabupaten Sanggau, Ade Djuandi. Ia pun mengaku sangat prihatin sekaligus mengutuk keras aksi teror tersebut.

“Ini aksi biadab yang tidak berprikemanusian. Aparat saya minta mengusut tuntas kasus ini dan menangkap otak dari pelakunya,” tegas Ade Djuandi.

Dari pantauan, teror tak menyurutkan semangat jemaat GKII Imanuel Kabupaten Sanggau untuk datang beribadah ke Gereja yang terletak di Jalan Sutan Syahrir No.32 Sanggau tersebut. Ibadah dimulai pada pukul 9:00 WIB tampak lengang. Khusyuk diikuti oleh para jemaat hingga rangkaian selesai. Pengamanan dari aparat keamanan terlihat.

Jemaat percaya bahwa Sanggau sanggat aman. “Kita turut berduka cita yang mendalam kepada korban dan kita juga mengutuk keras terhadap pelaku bom tersebut, kenapa begitu tega untuk melakukan hal sekeji itu, tetapi saya percaya bahwa Sanggau ini kondusif,” ujar salah seorang jemaat GKII Imanuel itu.

Sementara itu, para tokoh agama di kabupaten tetanggaan dengan Sanggau, Sekadau, menyatakan tidak mentolelir aksi teror itu. “Saya sangat mengutuk teror bom itu,” ujar Kyai Mudhlor, Ketua Mmajelis Ulama Indonesia (MUI) Sekadau kepada Rakyat Kalbar, kemarin.

Kyai Mudhlor menilai, teror itu adalah tindakan yang tidak manusiawi. Dalam Islam, tidak pernah ada ajaran keji seperti itu. Ia menilai, hal itu merupakan perbuatan manusia biadad yang sengaja merusak citra agama tertentu. Karena itu, hal tersebut diharapkan tidak dikaikan dengan agama.

“Orang-orang lagi melaksanakan ibadah diserang. Ini menodai ajaran Islam yang rakhmatan lil alamin,” imbuh pengasuh Pondok Pesantren Al-Rahmah itu.

Kyai Mudhlor berharap semua masyarakat, aparat keamanan dan lainnya bersatu padu melawan teror tersebut. Ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh kejadian itu.

“Kami juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Kita berharap semuanya tetap menjaga keamanan dan kerukunan yang ada,” tutur Kyai Mudhlor.

Senada, tokoh masyarakat Kristen, Pendeta Obernalius juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Ia menilai, teror tersebut merupakan perbuatan orang yang tidak bergama.

“Sebab semua agama ajarkan nilai moral dan kebaikan. Kita percaya pelaku ini bukan atas nama agama,” katanya.

Ketua PGI Kabupaten Sekadau itu curiga ada agenda besar dibalik kejadian tersebut. Agenda dimaksud, bisa saja terkait masalah politik.

“Kita harapkan negara harus hadir. Negara harus mengambil langkah penanganan yang cepat dan tepat,” ulasnya.

Masyarakat, lanjut Obernalius, tidak boleh takut. Karena tujuan dari teror adalah untuk menakuti, sehingga jika ita takut berusaha, takut bekerja dan lainnya, maka negara akan hancur dan tujuan teror akan tercapai.

“Kita juga berharap Presiden Jokowi, Panglima TNI dan Kapolri bersikap cepat. Kita mendukung sepenuhnya upaya menjaga keamanan dan kerukunan bangsa,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau yang mewakili umat Katolik, Pastor Kristianus CP, berjanji akan memberi ketengan pers secara resmi, Senin besok (hari ini). Namun selaku pimpinan umat, Pastor Kris juga diyakini sangat mengecam tindakan tersebut.

Kasus teror itu direspon cepat pihak kepolisian di Sekadau. Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi SIK langsung menemui sejumlah tokoh agama di Sekadau, termasuk Pastor Kristianus CP. Pertemuan dilangsungkan tadi malam di kompleks Paroki Sekadau.

Selain menetapkan status siaga, Kapolres Sekadau juga sudah mengeluarkan sejumlah intruksi kepada jajarnanya. “Kita minta semua jajaran meningkatkan patroli dan PAM gereja. Kita juga akan mengimbau masyarakat untuk tidak takut dengan teror ini,” ujar Anggon.

Ia juga meminta jajarannya untuk memasang telinga lebih jeli untuk mendeteksi dini jika ada potensi ganguan Kamtibmas. Ia juga mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan koordinasi dengan TNI, Pemda dan instansi terkait lainnya.

“Untuk pengamanan gereja dan rumah ibadah lainnya, juga kita tempatkan personil khusus untuk melakukan penjagaan,” tukasnya.

Dari utara Kalbar, Sambas, MUI setempat pun mengutuk keras pelaku pengeboman rumah ibadah di Kota Surabaya itu. “Kami dari MUI Kabupaten Sambas sangat mengutuk perbuatan biadab yang tidak berprikemanusiaan tersebut,” tutur Sekretaris MUI Kabupaten Sambas, Sumar’in Asmawi.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIS Sambas ini berharap masyarakat tidak terprovokasi. “Sebagai masyarakat beragama, kita harus bersikap bijak dalam menyikapi hal ini, perbuatan ini bukan umat Islam, sebab Islam mengajarkan keselamatan dan kedamaian, menyelesaikan masalah dengan santun, bukan dengan kekerasan,” jelasnya.

Semoga masyarakat, diungkapkan Sumar’in, tetap menjaga tali silaturahmi dan kerukunan. Terutama di Kabupaten Sambas.

“Peristiwa ini sangat berdekatan dengan bulan suci Ramadhan, maka masyarakat kami harapkan tetap menjaga kerukunan dan jangan terprovokasi dengan berbagai hal yang mau merusak dan memecah belah umat beragama,” pintanya.

Pemerintah diminta untuk segera turun tangan dalam menyelesaikan persoalan ini. Agar segera selesai dan tidak menimbulkan kesenjangan antar umat beragama.

 

 

Laporan: Kiram Akbar, Abdu Syukri, Sairi

Editor: Mohamad iQbaL