Menkes Canangkan “Crash Program Campak” di PCC

313
SAYANG ANAK. Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek memperhatikan istri Gubernur Kalbar, Ny. Frederika Cornelis, memberikan kapsul vitamin A kepada seorang anak di PCC, Kamis (4/8). HUMAS PEMPROV FOR RAKYAT KALBAR

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Lima daerah di Kalimantan Barat yang penanganan kasus penyakit Campaknya masih di bawah target akan dibantu pemerintah pusat. Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek mencanangkan “Crash Program Campak” yang diintegrasikan dengan bulan pemberian kapsul Vitamin A dan obat cacing.

“Sebanyak 83 kabupaten/kota melaksanakan pemberian kapsul Vitamin A, obat cacing, dan imunisasi campak, secara bersamaan. Termasuk di Kota Pontianak,” ungkap Nila di Pontianak Convention Center (PCC), Kamis (4/8).

Ia menjelaskan, Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak pada tahun 2020. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan status kekebalan pada kelompok rentan dan meningkatkan kekebalan masyarakat dengan melaksanakan “Crash Program Campak” di 183 kabupaten/kota pada 28 provinsi.

“Kegiatan ini merupakan pemberian imunisasi campak tambahan kepada anak usia sembilan bulan sampai 59 bulan tanpa memperhatikan status imunisasi campak sebelumnya. Sehingga kekebalan masyarakat di daerah tersebut meningkat dan dapat menurunkan kejadian penyakit campak,” ujarnya.

Sementara itu, setiap bulan Februari dan Agustus disebut sebagai bulan pemberian kapsul Vitamin A. Pada dua bulan tersebut dilakukan pemberian Vitamin A pada anak dengan kelompok umur sembilan hingga 59 bulan di seluruh Indonesia. Gratis.

“Untuk memenuhi kecukupan asupan Vitamin A pada Balita yang saat ini cakupan pemberian Vitamin A secara nasional mencapai 80 persen,” papar Nila.

Pemberian Vitamin A telah dilakukan sejak tahun 1978 dengan tujuan mencegah anak dari kebutaan. Juga meningkatkan daya tahan tubuh anak dari penyakit.

“Karena asupan Vitamin A dari sayur-sayuran dan buah-buahan sehari-hari belum memadai,” tegas dia.

Kemudian, Nila melanjutkan, pemberian Vitamin A perlu diiringi pemberian obat cacing agar penyerapan gizi Balita sempurna. Cacingan pada anak akan menimbulkan masalah kesehatan berupa kekurangan gizi yang bisa berujung kematian.

Data Kementerian Kesehatan tahun 2015, sebanyak 18,1 juta anak telah mendapatkan obat cacing. Pada 2016, pemberian obat cacing pada usia 12 bulan sampai 59 bulan dilakukan di 295 kabupaten/kota di 32 provinsi.

“Kesehatan anak adalah bagian penting dari pembangunan nasional, karena masa depan negara ditentukan oleh generasi penerus bangsa yang kesehatannya harus terjaga, baik fisik, mental, maupun sosialnya,” tutup Nila.

Sementara itu, Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya mengatakan, terdapat lima kabupaten/kota di Kalbar yang harus melaksanakan Crash Program Campak, yakni Kubu Raya, Kayong Utara, Bengkayang, Sekadau, dan Kota Pontianak.

“Dengan jumlah sasaran 168.073 anak usia 9 sampai dengan 59 bulan. Sedangkan data cakupan imunisasi Campak Kalbar tahun 2015 adalah 82,90 persen dari target 93 persen,” paparnya.

Dari catatan Dinas Kesehatan Kalbar, cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) provinsi pada tahun 2015 adalah 81 persen dari target 91 persen dan capaian Universal Child Immunization (UCI) Kalbar 72,5 persen dari target 84 persen.

Untuk program pemberian vitamin A, cakupan tahun 2015 adalah 76,07 persen. Masih di bawah target nasional 80 persen.

“Dapat disimpulkan bahwa cakupan program imunisasi dan Vitamin A di Kalbar belum mencapai target,” ungkap Christiandy.

Ia berharap kehadiran Menteri Nila dapat memotivasi seluruh jajaran kesehatan di Provinsi Kalbar untuk meningkatkan kinerjanya. “Semoga Crash Program Campak lancar, mencapai target yang diharapkan. Demi perbaikan kualitas anak cucu kita,” tutupnya.

 

Laporan: Isfiansyah

Editor: Mohamad iQbaL