Menilik Kepedulian Kesehatan dan Nasionalisme Prajurit TNI di Perbatasan

28
BAKSOS. Petugas tengah melakukan khitan terhadap salah satu anak peserta baksos Satgas Pamtas Yonif 511/DY di Dusun Merau, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Sabtu (30/6)—Yonif for RK
BAKSOS. Petugas tengah melakukan khitan terhadap salah satu anak peserta baksos Satgas Pamtas Yonif 511/DY di Dusun Merau, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Sabtu (30/6)—Yonif for RK

eQuator.co.id – Entikong-RK. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia, Yonif 511/Dibyatara Yodha (DY) menggelar bakti sosial (baksos) berupa pengobatan dan khitanan/sunatan massal di Dusun Merau, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Sabtu (30/6).

Baksos ini ‘diserbu’ warga perbatasan yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma dari Yonif 511/DY.

“Salah satu tugas Satgas Pamtas adalah menguatkan rasa nasionalisme warga perbatasan. Baksos ini adalah cara kami masuk untuk menumbuhkan dan menguatkan rasa nasionalisme warga perbatasan dari sektor kesehatan,” kata Komandan Satgas Pamtas Yonif 511/DY melalui Dokter Satgas Pamtas Letda CKM Ketut Agus Suardaya dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Kalbar, Minggu (1/7).

Baksos pengobatan Satgas Pamtas ini diikuti lebih dari 150 warga. Sedangkan sunatan, diikuti 60 anak. Semuanya berasal dari Kecamatan Entikong. “Baksos ini untuk membantu pemeliharaan kesehatan masyarakat di daerah penugasan kami. Kami juga membuka pelayanan kesehatan di pos-pos Satgas Pamtas yang tergelar di tiga kabupaten yang menjadi wilayah tugas kami,” ujarnya.

Selain menggelar baksos pengobatan dan khitanan massal, Satgas Pamtas juga memberikan penyuluhan tentang cinta tanah air serta pemutaran film bertema bela negara.

“Ini merupakan baksos kami yang pertama. Rencananya, untuk bulan-bulan ke depan kami akan melakukan kegiatan seperti ini di daerah penugasan yang lain,” tambahnya.

Rangkaian baksos Satgas Pamtas di Dusun Merau tersebut disambut antusias warga setempat. Toni, salah seorang warga Merau menyebut, baksos dari Yonif 511/DY ini sangat membantu warga di dusun pedalaman Kecamatan Entikong. Terutama dari sisi biaya. “Kalau sunat itu biasanya makan biaya 200 sampai 300 ribu. Disini gratis,” ungkap Toni.

Sementara itu, Kepala Dusun Merau Sumanto menyampaikan apresiasi atas kepedulian Yonif 511/DY terhadap warganya. Diungkapkannya, layanan kesehatan di dusunnya belum maksimal. Sebagian warga yang sakit harus ke pusat kecamatan untuk berobat. Sedangkan jarak tempuh dari dusunnya ke pusat kota kecamatan cukup jauh dengan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Jadi kalau ada pengobatan massal seperti ini memang warga memanfaatkan betul untuk berobat ataupun sekedar memeriksakan kesehatannya. Ini baksos pertama yang ada khitanan massalnya. Kami dari perangkat dusun mengucapkan terima kasih atas perhatian Satgas Pamtas terhadap warga disini,” ujar Sumanto. (oxa)