Mengharap Berkah, Saprahan Raja Ludes

88
Raja Mempawah Dr Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim MSc, Bupati dan Wakil Mempawah Drs H Ria Norsan-Gusti Ramlana SSos, serta Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Kacung Marijan PhD bersama-sama memukul rebana, menandai dibukanya acara kebudayaan Robo-robo yang dipusatkan di Pelabuhan Kuala Mempawah, Rabu (9/12). Ari Sandy.

eQuator – Mempawah. Saprahan yang disediakan untuk para raja dan pejabat pemerintahan yang menghadiri acara Robo-robo, Rabu (9/12), ternyata jadi incaran masyarakat. Sebagian warga percaya makanan dan minuman yang tersisa memiliki berkah bagi mereka.

Masyarakat telah memadati Pelabuhan Kuala Mempawah sejak pagi. Bahkan hingga siang, warga enggan meninggalkan lokasi tempat dilangsungkannya acara puncak Robo-robo. Sisa saprahan yang tidak disentuh dan dimakan raja dan para tamu jadi perhatian masyarakat.

Tak perlu waktu lama, selang 15 menit para raja dan tamu meninggalkan tempat saprahan, berduyun-duyun masyarakat mendekati makanan dan minuman yang telah disiapkan panitia. Mereka langsung menghabiskan sisa-sisa makan yang tak disentuh.

Puluhan warga, baik orang tua maupun anak-anak langsung duduk bersila dan mencicipi berbagai makanan khas saprahan yang terdiri dari opor ayam, sambal udang, ketupat, pulut, pisang dan minuman. Semua sajian tersebut habis tak bersisa.

Salah satu warga, Ida mengaku memakan bekas dari saprahan para raja karena berharap mendapatkan berkah. Ia begitu menikmati sisa makanan yang tak habis dimakan para raja dan tamu. “Mudah-mudahan dapat berkah makan bekas saprahan rajeraje,” ucapnya dengan logat bahasa Melayu.

Lain lagi bagi Imran. Menuturkan, tiap tahun pasti ada saprahan yang disediakan di acara Robo-robo. Namun, panitia tidak menyediakan saprahan bagi masyarakat ikut menyaksikan acara tersebut. “Kite lapar, ape yang ade kite hajarlah. Panitia tak ade nyiapkan konsumsi buat kite,” bebernya.

Dia berharap, setidaknya ada konsumsi yang disediakan untuk masyarakat yang datang dalam acara tersebut. Jika tidak, dia menyarankan panitia membuka bazar makanan supaya masyarakat bisa membeli makanan dan minuman dengan harga murah. “Ye kite ndak minta apeape, kalaupun ade bazar murah buat masyarakat yang datang kan kite pun ndak bingung mau makan ape,” ungkapnya. (sky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here