Membangun Kalimantan Barat, 9 Tahun Karolin Kunjungi Pelosok-Pelosok

23
KAROLIN GIDOT, KOMITMEN BANGUN SEKTOR PENDUIDIKAN
KAROLIN GIDOT, KOMITMEN BANGUN SEKTOR PENDIDIKAN

eQuator.co.id – KUBU RAYA—Membangun Kalimantan Barat tidak bisa dilakukan hanya dengan berkunjung ke daerah-daerah dalam hitungan hari. Butuh waktu dan perjuangan keras untuk membangun Kalimantan Barat yang sebagian wilayahnya masuk kategori tertinggal, terpencil, dan terluar (3T).
Berkunjung ke daerah-daerah pelosok yang masuk kategori 3T itulah yang terus dilakukan calon gubernur Kalimantan Barat Karolin Margret Natasa. Tidak hanya saat Pilgub 2018, anggota DPR RI dua periode yang kini juga menjabat Bupati Landak ini, sudah 9 tahun berkeliling daerah-daerah pelosok untuk membangun Kalimantan Barat.
Hal yang sama juga dilakukan pasangan cawagub Suryadman Gidot, yang juga Bupati Bengkayang dua periode. Gidot yang mengawali karier dari guru ini terus berjuang membangun Bengkayang yang sebagian wilayahnya adalah terpencil dan terluar dan berbatasan dengan negara tetangga, Malaysia.
Kiprah Karolin, anggota DPR RI dua periode dalam mengunjungi daerah-daerah pelosok, terungkap saat silaturahmi dengan warga Desa Gunung Tamang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (13/4).
Sekitar lima tahun lalu, ketika masih menjadi anggota DPR-RI, Karolin berkunjung ke Desa Gunung Tamang yang mayoritas warganya adalah petani.
“Ibu Karolin datang ke sini (Desa Gunung Terang, red) bawa obat-obatan dan tim kesehatan. Beliau bersama tim melakukan pengobatan gratis di SD tempat saya mengajar. Dahulu, kondisi sekolah tidak seperti ini, bangunannya banyak yang rusak. Waktu itu Ibu Karolin berjanji akan mengusulkan perbaikan SD Ini,” kata Erna, warga setempat yang seorang guru honorer.
Janji Karolin ketika itu untuk memperbaiki SD tersebut dibuktikannya langsung. “Setelah Ibu Karolin terpilih untuk yang kedua kalinya sebagai anggota Dewan (DPR-RI), janji beliau langsung ditepati. Sekolah kami diperbaiki dan sekarang sudah bagus,” kata Erna.
Tidak hanya memperbaiki sekolah, Karolin dan tim ketika datang pun waktu itu kesulitan untuk mencapai Desa Gunung Tamang karena buruknya jalan. Satu-satunya akses yang mudah untuk mencapai Desa Gunung Tamang hanyalah melalui sungai tetapi dengan waktu tempuh yang lama. Setelah kunjungan Karolin itu, jalan menuju Desa Gunung Tamang pun dibangun.
“Dulu kami lewat sungai. Naik perahu sambil bawa obat-obatan. Tetapi sekarang atas perjuangan kami dan rekan-rekan dari PDI Perjuangan, jalan menuju desa ini sudah dibangun dan sudah bagus,” kata Karolin di hadapan warga yang tampak antusias untuk bersalaman dengan cagub Kalbar termuda itu.
Pernyataan Karolin itu dibenarkan oleh warga Desa Gunung Tamang, Supardi (44).
“Dahulu Ibu Karolin bersama timnya datang ke sini (Desa Gunung Tamang) lewat sungai dan apa yang dijanjikan oleh Ibu Karolin saat dia kesini 4 tahun lalu, kini telah terbukti. Pada tahun 2016 jalan menuju ke desa kami mulai dibangun dan sekarang sudah dapat digunakan,” kata Supardi.
Menurut Supardi, keinginan warga Desa Gunung Tamang untuk memiliki akses jalan itu sudah sejak lama. Sekitar 4 tahun lalu, Karolin dan tim datang berkunjung ke desa mereka.
“Melalui Ibu Karolin, kami masyarakat Desa Gunung Tamang telah merasakan pembangunan dari pemerintah yakni dengan dibukanya jalan ke desa ini. Kami tidak ragu dengan apa yang dijanjikan oleh Ibu Karolin, karena telah terbukti. Jalan ini adalah buktinya,” kata Supardi.
Membangun Kalimantan Barat memang butuh waktu dan perjuangan keras. Dan itu pun harus dibuktikan, tidak hanya sekadar janji-janji. (MU)