Masih Utamakan Kepuasan Pelanggan

Prioritas PDAM Tirta Khatulistiwa 2016

114
Lajito

eQuator – Pontianak-RK. Kepuasan pelanggan mendapatkan kebutuhan air bersih masih menjadi target nomor satu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatukistiwa Pontianak tahun 2016.

Direktur Teknik PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak, Lajito mengaku, terdapat beberapa program prioritas. Terutama mencakup peningkatan pelayanan dan investasi. Kemudian membangun infrastruktur, jaringan, pengolahan air bersih, kualitas air dan menanggulangi keluhan kebocoran.

“Pertama kita tetap menambah cakupan 100 persen layanan. Sesuai program pemerintah pusat dan Kota Pontianak, target 2019 sudah harus terlaksana,” kata Lajito, Selasa (15/12).

Dikatakannya, saat ini baru 76 persen dari total 590 ribu jumlah penduduk Kota Pontianak yang sudah teraliri air bersih PDAM. Mengejar target 100 persen, PDAM akan meningkatkan kapasitas produksi dengan menambah jaringan pipa. Saat ini kapasitas produksi PDAM, baru berada di posisi 1.450 liter perdetik.

“Nah, target kita sampai 2019 harus 2.500 liter perdetik. Itu dananya bisa sharing APBD Kota, juga mengharapkan sharing APBN,” jelas Lajito.

PDAM Tirta Khatulistiwa juga akan menyegerakan pembangunan Instalasi Penyaringan Air (IPA) atau boster berkapasitas 300 liter perdetik di Parit Mayor. Sedangkan di Jalan Imam Bonjol berkapasitas 500 liter perdetik. Direncanakan akan selesai dibangun pada 2017 mendatang. Adanya tambahan dua IPA tersebut, maka ada penambahan kapasitas produksi sebesar 2.200 liter perdetik.

“Jadi tingal sedikit lagi sampai ke posisi 2.500 liter perdetik menuju 2019,” papar Lajito.

Dikatakan Lajito, PDAM sudah memiliki tujuh IPA. Meliputi Jalan Sepakat, Jalan Kesehatan, Jalan Pramuka, Jalan Suwignyo, Pal V, Jalan Rambutan dan Jalan Darma Putra. Dia berharap pada tahun mendatang PDAM tetap mendapatkan bantuan, baik dari pemerintah daerah maupun pusat.

“Bagi kami, saat ini tingkat keluhan masyarakat sudah berkurang. Aliran air sudah merata dan terus bertahap, tidak seperti dulu. Ini berkat bantuan Pemkot Pontianak dan pemerintah pusat,” katanya.

Masih soal pelayanan. Saat ini PDAM juga gencar melakukan perbaikan dari sisi kebocoran pipa. Baik yang tidak disengaja maupun yang sengaja, karena dicuri. Belum lagi pipa-pipa yang bocor akibat kesalahan teknis, misalnya perbaikan jalan dan sebagainya. Jika dilihat persentase secara nasional, tingkat kebocoran mencapai 33 persen. Sementara untuk Pontianak tingkat kebocoran mencapai 27 persen dari total keseluruhan sambungan yang ada.

“Kita lagi galakkan razia meteran bagi pelanggan yang menunggak atau mencuri air. Sekarang sudah ada 400 titik sambungan di 2015 yang ditutup. Kemudian kami juga mengganti meteran yang macet, satu bulan ada sekitar 800 meteran yang diganti,” tegasnya.

PDAM juga aktif mengganti meteran lama secara berkala. Sekarang sudah ada 1.200 meteran milik pelanggan yang diganti. Demikian juga pipa penghubung. Penggantian secara gratis ini dilakukan, karena banyak diantara pipa-pipa tersebut yang sudah kropos.

“Jadi diganti dengan pipa baru yang lebih awet. Namun yang belum bisa kami atasi sampai sekarang, kebocoran pipa sepanjang dua meter, akibat kropos yang berada didasar Sungai Landak,” ungkap Lajito.

“Itu kedalamannya 15 meter, sudah lama memang. Sejauh ini kami mengatasinya hanya diklem saja. Jadi yang dulunya kebocoran mencapai 30 persen, setelah diklem tinggal lima persen,” jelas Lajito.

Sebenarnya mudah bagi PDAM untuk melakukan perbaikan total terhadap sambungan yang bocor di tengah subgai itu. Asalkan ada dananya.

Kenapa PDAM tidak ganti total? Karena untuk menganti pipa sepanjang sungai biayanya mungkin miliaran. “Jadi setelah IPA di Parit Mayor itu jadi, kita akan tutup saja pipa yang di dasar sungai. Solusinya bisa lebih murah. Kemungkinan Maret 2016 atau akhir Februari 2016 Insya Allah sudah jadi,” katanya.

 

Laporan: Fikri Akbar, Gusnadi

Editor: Hamka Saptono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here