Maraknya Komunitas Gay di Media Sosial Kalbar Resahkan Warga

LGBT Kian Eksis, Takut Pikiran Anak Teracuni

51
Ilustrasi - NET

Meski tahun lalu sudah ada yang dicyduk (baca: ciduk) di Kota Pontianak, komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) justru semakin eksis di kabupaten lainnya. Bahkan, membuat beberapa grup di jejaring sosial Facebook (FB) memakai nama sejumlah daerah tingkat II di Kalbar.

eQuator.co.idRakyat Kalbar. Komunitas LGBT itu memang kian berkembang. Pantauan Rakyat Kalbar, tidak hanya di kota-kota besar, telah merambah ke hampir seluruh kabupaten di Kalbar. Salah satunya di Sekadau.

Tak lagi sembunyi-sembunyi, komunitas tersebut mulai berani menunjukkan eksistensinya. Melalui media sosial FB, komunitas tersebut berani menampilkan diri. Kondisi ini membuat sejumlah warga resah.

“Kita khawatir ini dilihat anak-anak,” ujar Fahwati, salah seorang ibu rumah tangga saat dimintai tanggapannya, Selasa (2/1).

Sebagai orangtua yang memiliki satu anak, warga Desa Mungguk itu takut komunitas tersebut akan meracuni pikiran anak-anaknya. “Takutnya anak-anak kita kelak ikut-ikutan,” ulasnya.

Kekhawatiran wanita tersebut bukan tanpa sebab. Penelusuran Rakyat Kalbar, komunitas LGBT, terutama gay di Sekadau sudah memiliki sejumlah akun facebook tersendiri. Salah satunya Gay Sekadau –GAS.

Tragisnya, di akun tersebut mereka berani memajang foto-foto seronok. Bahkan ada satu foto yang orangnya telanjang bulat. Kemaluannya hanya ditutupi daun.

Anggotanya beragam. Akun ini juga disinyalir memiliki hubungan dengan akun serupa di kabupaten lainnya di Kalbar.

Keberadaan komunitas tersebut pun sontak mendapat sorotan para tokoh agama di Sekadau. Salah satunya disampaikan Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau, Pastor Kristianus CP.

“Ini tentu bisa meresahkan masyarakat. Ini bisa meracuni anak-anak kita,” kata Pastor Kristianus.

Ditegaskannya, LGBT sangat bertentangan dengan norma dan ajaran gereja. “Dalam ajaran gereja, LGBT jelas dilarang. Sebab itu hubungan sesama jenis. Ini penyimpangan,” paparnya.

Pastor Kris pun berharap, semua pihak, termasuk pihak keamanan bisa menyikapi hal ini. Salah satunya dengan menggandeng masyarakat untuk melakukan sosialisasi serta langkah-langkah tegas jika ada pelanggaran hukum.

“Harus cepat jangan sampai terlambat, sehingga nantinya semakin besar dan banyak yang menjadi ikut-ikutan,” imbuh dia.

Pihak gereja Sekadau juga akan mengambil langkah dengan melakukan sosialisasi ke umatnya melalui mimbar gereja. “Nanti di sekolah agama juga akan kita berikan sosialisasi kepada murid-murid kita,” tekad Pastor Kris.

Senada, pengajar pondok pesantren Al-Rahmah Sekadau, Ustad Ikhsan juga berharap pemerintah melalui aparat keamanan segera bertindak. “Apalagi memajang foto seronok. Itu bisa dikenakan undang-undang pornografi” cetusya.

Ustad Ikhsan menegaskan, dalam ajaran agama Islam, LGBT sangat dilarang. Pelakunya bisa mendapatkan azab dari Allah SWT dan itu tergolong dosa besar.

Di sejarah Islam, LGBT pernah terjadi pada masa jaman Nabi Luth. Pada jaman itu, LGBT dikenal dengan istilah dayus dan Allah menghubung pelakunya dengan azab berupa penenggelaman ke dalam tanah.

Ustad Ikhsan meyakini, LGBT dilarang oleh semua agama. Karena itu, pelakunya jelas sudah melanggar Pancasila, terutama sila ke satu yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurutnya, LGBT terjadi karena pelakunya kurang memahami agama. Para tokoh agama pun perlu melakukan langkah-langkah untuk mencegah merebaknya hal tersebut.

“Kita harus bersama-sama memeranginya,” ajak Ustad Ikhsan.

Penegak hukum pun mulai bereaksi mendengar kabar ini. Kapolsek Sekadau Hilir, Iptu Masdar mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap komunitas GAY tersebut.

“Kalau memang ada pelanggaran hukum, akan kita tindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” singkat Masdar.

Meningkatnya aktivitas gay ini sampai ke telinga Ketua Komisi V DPRD Kalbar, Markus Amit. Ia berharap  pemerintah, kabupaten/kota maupun provinsi, bekerja sama dengan aparat keamanan. Memanggil dan membina para pelaku LGBT untuk menuju jalan yang normal.

“Saya harap pemerintah bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memanggil dan membina mereka, agar kedepannya tidak ada grup seperti itu lagi,” harap Markus.

Ia juga meminta pembina agama untuk lebih giat membina umat yang menjadi pelaku LGBT. Karena ini masalah yang tidak main-main,” tuturnya. Imbuh Markus, ”Jangan dianggap enteng, ini menyangkut akhirat, apabila mereka tidak bertobat atau tidak berubah, sangat mengancam keselamatannya di akhirat”. Kitab Suci pun, lanjut dia, telah menjelaskan bahwa “pemburit tidak akan masuk surga”.

Laporan: Abdu Syukri, Zainudin

Editor: Mohamad iQbaL