Kalau Cuma Ngurus Kekurangan Dana, Itu Tak Keren

Peran Komite Sekolah Sangat Strategis

90
Poulus Hadi

eQuator – Sanggau-RK. Peran Komite Sekolah sangat strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sayangnya, selama ini peran tersebut tidak ‘dimainkan’ dengan baik. Misalnya, mengawasi pelaksanaan jam wajib belajar. Kalau ada anak yang tidak belajar, diingatkan bahwa ini jam belajar.

“Tetapi kalau Komite-nya dipanggil Kepala Sekolah untuk ngurus pagar, karena kurang duitnya, itu tidak keren. Komite juga harus berperan,” kata Poulus Hadi, Bupati Sanggau ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

PH–sapaan Poulus Hadi–bertekad untuk membenahi peran yang diberikan kepada Komite Sekolah saat ini. “Komite itu hanya struktur yang dibuat-buat untuk memenuhi. Karena itu saya ingin membenahi Komite Sekolah. Satu Gerakan Komite untuk Sanggau Pintar,” tegasnya.

Menurutnya, jika diberdayakan, 10 orang saja anggota Komite per sekolah, dikali jumlah sekolah se-Kabupaten Sanggau yang mencapai lima ribuan, akan berdampak luar biasa. “Kalau membuat gerakan bersama, komite ini serius, Sanggau ini makin cepat pintarnya,” kata PH.

Rencana Gerakan Komite Sekolah itu mendapat apresiasi dari Rektor IKIP PGRI Pontianak, Prof Dr Samion AR MPd. Dikatakannya, Komite Sekolah merupakan bagian stakeholder pendidikan, di samping pemerintah dan guru.

“Stakeholder itu ada pemerintah, masyarakat dan guru. Nah, dalam masyarakat yaitu komite, artinya memberikan support, dukungan kepada sekolah terutama dalam kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan akademisnya. Bukan hal-hal yang, maaf saja, seperti yang disinggung hanya masalah kekurangan fisiknya. Begitu kekurangan dana, komite sekolah,” beber Samion.

Peran Komite Sekolah, kata Samion, lebih dari itu. “Bagaimana misalnya anak-anak jangan sampai terlibat hal-hal yang negatif. Seperti di daerah perbatasan, masalah Narkoba harus menjadi perhatian,” tambahnya.

Ia menilai, sejuah ini Komite Sekolah tidak begitu dilibatkan ke arah itu. Padahal seharusnya, pihak sekolah bisa mengundang komite untuk bersama-sama memikirkan bagaimana sekolah menjadi lembaga yang berdampak positif bagi anak.

Laporan: Kiram Akbar

Editor: Mordiadi