Loteng Hampir Terbang, Seram…

Diduga Dampak Siklon Tropis, Kata Warga

38

Sejumlah kabupaten/kota di Kalbar sepertinya terdampak siklon tropis. Saking kencangnya angin yang menerpa, beberapa pohon roboh, sejumlah bangunan rusak, bahkan kontainer terbalik. Beruntung kapal yang melaut bisa kembali ke dermaga.

***

eQuator.co.id – Tak ada firasat aneh hinggap di benak Haryani, Senin (4/12). Warga Gang Kabul, Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur ini sedang bobok siang. Anaknya tak di rumah. Tiba-tiba, rumahnya yang berbahan kayu, pada bagian atap dan dinding, roboh diterpa angin kencang.

Haryani yang sudah delapan tahun tinggal di rumah tersebut menceritakan, angin memang kencang namun hujan tidak terlalu kuat saat itu. “Kejadian sekitar jam 12 lewat, saya lagi baring dan istirahat karena abis makan obat. Pas angin datang, rumah langsung roboh,” tuturnya.

Beruntung, ibu berusia 51 tahun itu tidak mengalami luka. Namun, beberapa peralatan dapur seperti piring dan mangkuk langsung jatuh ke dalam sungai Kapuas. Sementara pakaian yang masih tertinggal belum berani ia ambil karena takut rumah itu seketika roboh.

“Televisi, bantal, tilam langsung saya amankan. Untung tidak ada luka,” ujar Haryani.

Pemerintah Kota Pontianak yang sudah waspada langsung datang mendata dirinya. Untuk sementara ini, Haryani harus menumpang di rumah orangtuanya yang tak jauh dari rumah miliknya itu.

“Kalau ada bantuan, bikin lah, maklum suami saye kerja sebagai buruh harian lepas,” harapnya.

Kepanikan terbesar memang dirasakan warga yang tinggal di tepi Sungai Kapuas. Bangunan rumah yang terbuat dari kayu itu bergetar akibat terpaan angin dan gelombang sungai pun terlihat lebih kuat.

“Loteng hampir terbang, seram, gelombang sungai nih buat takut. Alhamdulillah gak lama,” ungkap Silvi, warga jalan Khatulistiwa, Siantan Hilir.

Di tempat lain, warga Jalan Purnama, Dina menyatakan, tiba-tiba reruntuhan bangunan setengah jadi yang terletak di depan Persekolahan Pasifikus berjatuhan. Kemudian dari arah selatan berhembus angin kencang, daun-daun dari pohon di tepi jalan bertaburan. Para pengguna jalan berbalik arah menjauhi pusat angin.

“Saya bingung awalnya. Rupanya ada angin kuat. Gak lama, sekitar sepuluh menit lah. Setelahnya gerimis lalu normal kembali,” ungkapnya kepada Rakyat Kalbar, kemarin.

Angin kencang juga dirasakan Warga Pontianak Utara. Mereka sempat berseru panik ketika angin kencang menerpa rumah masing-masing, mengakibatkan bagian atap rumah mengeluarkan bunyi keras. Kejadian juga tak berlangsung lama, namun berhasil memompa jantung warga setempat.

“Kuat benar anginnya. Warga sempat panik. Untungnya tidak lama,” tutur Elvi, warga jalan 28 Oktober, Siantan Hulu.

Di Pontianak Tenggara, Insang Kurniawan, warga jalan Parit Haji Husein I Gang Abadi mengatakan, angin kencang itu mengakibatkan pohon bertumbangan. Salah satu pohon tumbang melintang di depan halaman SD Negeri 19 Pontianak Tenggara. Akibatnya akses jalan terhambat.

“Gimana ini? Jalannya terhalang pohon, warga tidak bisa lewat ini. Kami kebingungan mau lewat mana,” ujar Insang yang juga merupakan pegawai BKKBN Kalbar dan Ketua Enggang Drone Kalbar.

Melis, warga Kota Baru menuturkan, baju yang dijemur bertaburan dan masuk ke dalam selokan. Piring-piring plastik berterbangan ditiup angin.

“Habis semua. Letih mau cuci baju lagi,” ujar salah seorang warga gang Morodadi II itu.

Berdasarkan pantauan Rakyat Kalbar, angin kencang ini juga mengakibatkan kerusakan di daerah sekitar Pelabuhan Dwikora Pontianak. Tampak satu mobil warna merah hancur tertimpa pohon, salah satu kontainer yang tersusun terpelanting kena angin.

Terlihat pula tiang radio tumbang menimpa sebuah cafe di jalan Gusti Hamzah (Pancasila). Kanopi di parkiran Grand Mahkota Hotel di jalan Sidas ikut rubuh menimpa mobil-mobil yang parkir di bawahnya.

Angin kencang berdurasi singkat ini mengakibatkan listrik padam. Plt. Manager Hukum dan Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Kalbar, Dedy C Debuza mengatakan, gangguan terjadi pada jaringan distribusi tegangan menengah milik PLN. Sementara untuk jaringan transmisi tegangan tinggi 150 KV masih aman dari gangguan petir maupun pohon tumbang.

“Karena cuaca buruk pagi ini beberapa penyulang kita di Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah banyak yang trip atau lepas,” tutur Dedy. “Jadi yang terganggu adalah jaringan distribusi tegangan menengah kami yang melalui tiang tiang yang terdapat tiga kawat/kabel di depan rumah pelanggan. Untuk melayani pelanggan, kami bagi ke beberapa penyulang melalui jaringan tegangan menengah 20 kV,” imbuhnya.

Ia mengatakan, dampak bencana itu membuat listrik di daerah yang terdampak pohon tumbang maupun petir akibat cuaca buruk padam. “Mohon doanya semoga penormalan jaringan akibat pohon tumbang dapat berjalan dengan lancar. Kami terus bergerak cepat untuk perbaikan,” ujar dia.

Di Pontianak, sejumlah kawasan yang listriknya padam antara lain Jalan khatulistiwa, Kebangkitan Nasional, Transat 1-4, Jalan Panca Bakti, Gang Flora, Gang Pandan, Desa Parit Baru, Teluk Dalam, dan Wajok Hulu KM 9. Selanjutnya Jalan Karya, Berdikari, Pendidikan, Jalan Husen Hamzah, Pal 5 hingga KM 15 Simpang Punggur.

Terpisah, Ketua DPRD Pontianak, Satarudin meminta dinas terkait rutin melakukan pengecekan keadaan pohon secara berkala. Terutama pohon-pohon besar yang berada di tepi jalan.

Berdasarkan pantauannya, usai angin kencang tersebut berhembus, banyak pohon tumbang. Minimal, ranting berpatahan yang menurutnya sangat berbahaya.

“Kayak di dekat Widya Dharma itu, walau kelihatan pohon muda, tapi patah juga ke jalan,” tuturnya.

Satarudin mengapresiasi kesiapan petugas lapangan dalam menangani pohon tumbang di lapangan. Tapi, hemat dia, pencegahan adalah kunci. Bukan semata dilihat dari usia pohonnya, tetapi kekuatan batang dan tanah di sekitar akar.

“Ada banyak yang saya lihat terangkat tanahnya. Hal ini juga mesti diperhatikan,” sebutnya.

Ia mencontohkan salah satu pohon yang tumbang di kawasan Pontianak Mall, Jalan Teuku Umar. Tanah ikut terangkat  lantaran tidak mampu menahan angin yang menerjang pohon yang rindang tersebut.

Dikatakan Satar, panggilan akrabnya, pembangunan infrastruktur kota juga harus mengimbangi kehidupan pohon. Seperti letak pohon yang berada di tepi jalan atau di trotoar harus diperhitungkan agar tanah penopang akar tidak tercabut.

Peristiwa angin kencang kemarin itu tidak hanya menyebabkan pohon tumbang akibat angin kencang. Ada banyak rumah rusak yang menyebabkan kerugian material. Seperti hilang atap hingga rusak berat.

Satar meminta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak dapat menginventarisasi dan memberikan pertolongan. “Anggarannya sudah disediakan tiap tahun, semoga  bisa membantu dan meringankan beban warga yang rumahnya rusak,” pungkasnya.

Dari keterangan Kepala BPBD Kota Pontianak, Aswin Taufik, angin kencang atau puting beliung dimulai pada sekitar pukul 11.15 di sebagian wilayah Kota Pontianak. Angin kencang tersebut mengakibatkan beberapa pohon tumbang, atap rumah melayang, tiang antena patah, dan peti kemas terjatuh.

“Data sementara untuk pohon tumbang ada di 13 lokasi, sedangkan rumah ada enam,” sebutnya.

Sebagai tindak lanjut, pada sore hari, Aswin dan jajaran memberikan bantuan makanan siap saji kepada sebagian warga yang rumah atau dapurnya mengalami kerusakan. “Bantuan sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Pontianak, Ismail mengatakan, angin kencang atau angin yang berkekuatan tinggi bukan hanya menyebabkan pohon yang tumbang tetapi juga berdampak kepada utilitas lainnya. Kata dia, sekarang ini memang lagi musimnya.

“Kejadian bukan hanya di Pontianak, tetapi di daerah lain juga, pohon yang tumbang ada belasan, tidak hanya pohon besar, pohon tua, pohon kecil juga banyak tumbang,” tutur Ismail.

Terkait pohon – pohon yang ada di Pontianak, Ismail memastikan bahwa setiap hari telah melakukan perawatan atau pemangkasan. Dan itu dilakukan secara berkala.  Untuk saat ini, khususnya di Bidang Pertamanan, kata Ismail, sampai malam hari masih melakukan pembersihan atau pemotongan pohon yang tumbang.

“Kita mengimbau kepada masyarakat jika terjadi angin kencang sebaiknya tidak keluar rumah. Jika sedang berkendara di jalan,sebaiknya menepi dulu, mencari tempat yang tidak ada pohon besarnya, menunggu sampai angin kencangnya reda, baru berjalan kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Kalimantan Barat, Sutikno menerangkan, angin kencang atau ekstrim (lebih besar dari 25 knot atau sekitar 65 km/jam) saat ini terjadi di beberapa wilayah Kalbar, seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Mempawah, dan Bengkayang.

Selain itu, kelima wilayah tersebut berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat disertai kilat atau guntur petir.

“Fenomena ini karena adanya awan cumulonimbus yang bergerak dari laut di sebelah barat Kalbar menuju wilayah Kalbar,” ujarnya, Senin (4/12) siang.

Dijelaskannya, cukup kuatnya suhu udara beberapa hari terakhir dan kurangnya hujan beberapa hari terakhir menyebabkan proses labilitas udara cukup kuat di pesisir barat Kalbar. Sehingga menyebabkan fenomena angin kencang dan hujan ringan hingga lebat.

Pergerakan awan itu juga diperkirakan akan bisa meluas ke wilayah Kalbar lainnya seperti Kabupaten Landak, Kota Singkawang, Kabupaten Sanggau, Sintang, Melawi hingga Kapuas Hulu.

“Kondisi seperti ini diperkirakan masih bisa terjadi untuk dua hari ke depan. Ada potensi angin kencang berdurasi singkat seperti hari ini tadi terutama di pesisir barat Kalbar,” terangnya.

Untuk mengantisipasi dambak buruk dari cuaca ekstrem, Kantor SAR (Pencarian dan Pertolongan) Pontianak meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan yang akan digunakan pada saat pelaksanaan operasi SAR.

“Melihat kondisi cuaca saat ini, kita meningkatkan respontime dan kesiapan baik personel maupun alat utama pendukung operasi SAR,” kata Kepala Kantor SAR Pontianak, Hery Marantika kepada Rakyat Kalbar.

Penting dilakukan, sambung Hery, karena sewaktu-waktu personel dan peralatan diperlukan, semua sudah siap dan dapat dikerahkan untuk memberikan pelayanan SAR bagi masyarakat Kalbar.

“Kegiatan persiapan tadi berlangsung di halaman Kantor SAR Pontianak, ditandai dengan apel kesiapsiagaan personel rescue,” ucapnya

Di Kubu Raya, sejumlah pohon tumbang dan bangunan juga rusak akibat angin kencang. Akibat pohon tumbang tersebut, arus lalulintas sempat macet. Terutama di Jalan Ayani 2 dan Jalan Adi Sucipto.  Petugas pun langsung melakukan penertiban dengan membersihkan pohon tumbang tersebut.

Kepala BPBD Kubu Raya, Mochtar mengatakan, ada dua titik pohon tumbang ke jalan raya. Satu di Adi Sucipto dan kedua di Desa Kapur. Sementara bangunan di kawasan Ayani II hanya bagian atapnya.

“Memang, ada pohon tumbang dua titik serta bangunan hanya rusak ringan bagian atasnya. Kita sudah melakukan evakuasi terhadap pohon-pohon agar tak sampai menganggu lalu lintas,” ujarnya.

Menurut Mochtar, saat mendapat informasi, timnya langsung turun lapangan melaksanakan pantauan dan evakuasi terhadap gangguan yang ditimbulkan oleh dampak dari angin kencang yang terjadi. “Tidak ada korban jiwa dari musibah angin kencang ini, hanya pohon dan bangunan yang rusak ringan. Kita sudah lakukan pembersihan dengan cepat,” pungkasnya.

KM Bahagia Disergap Angin Kencang

dan Ombak Tinggi di Laut Sukadana

Cuaca buruk tersebut juga sangat  mengganggu aktivitas transportasi laut yang ada di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Speedboat jurusan Pontianak–Sukadana terpaksa  dialihkan sementara waktu  ke pelabuhan Teluk Batang  dikarenakan gelombang tinggi disertai  angin kencang.

Perairan Sukadana yang dikelilingi laut ini juga berdampak pada transportasi  laut jenis  kapal  jurusan Tanjung Satai, Pulau Maya – Sukadana yang terkena dampak gelombang tinggi dan angin kencang yang secara tiba–tiba datang itu.

“Biasanya tidak seperti ini, hari ini cukup besar ombaknya,  namun kita sudah terlanjur berangkat dari Santai ke Sukadana, mau tidak mau harus kita lanjutkan, sekitar setengah jam lagi sampai Sukadana ombak pun langsung besar,” kata nahkoda kapal KM Bahagia, Ahmad Yani.

Menurutnya, ombak besar disertai angin kencang seperti  ini sangat membahayakan kapal  yang hendak  berlayar jalur laut. Untung saja, menurutnya, kapal yang ia nahkodai tersebut sampai dengan selamat.

“Kalau ombak seperti ini, jika tadi masih dipelabuhan, pasti akan kami batalkan keberangkatan, Alhamdulillah, penumpang tadi selamat dan tidak ada yang panik,” jelasnya.

Apalagi dikatakan oleh salah seorang nakhoda speedboat, untuk transportasi air yang berukuran kecil akan sangat membahayakan jika harus menempuh jalur laut dalam keadaan tidak bersahabat seperti ini. “Untuk saat sekarang gelombang di laut pasti besar, kalau sekarang kemungkinan ombak satu meteran lah, “kata nahkoda speedbord jurusan Satai- Sukadana, Rosmiadi.

Menurutnya, speedboat jurusan Pontianak – Sukadana yang saat ini dalam perjalanan  diperkirakan akan menghentikan perlayaran dan memilih berlabuh di pelabuhan Teluk Batang dikarenakan sangat membahayakan keselamatan penumpang speed tersebut. “Kalau laut Sukadana kan masih banyak pelindung, tidak seperti di luar Kalimantan ombaknya paling satu sampai  satu setengah meter. Kalau sekarang,  melihat cuaca terlebih dulu, kalau cuaca seperti ini, gelombang besar seperti ini tidak bisa keluar dari Teluk Batang, kalau keluar sama juga mencari penyakit,” jelasnya.

Angin kencang yang melanda Kabupaten Kayong Utara juga membuat sejumlah nelayan harus ekstra hati-hati saat melaut. Terjadinya angin kencang berjalan cukup lama di Sukadana.

Salah satu nelayan, Yanto menerangkan, saat ini keadaan gelombang cukup tinggi. “Dan kami harus lebih berhati – hati ketika melaut. Mudah-mudahan saja tidak terjadi apa-apa. Karena ini memang sudah masuk musimnya yakni di bulan 12,” terangnya saat ditemui di kapal motornya.

Walau demikian, dirinya masih tetap melaut. “Walau gelombang bisa dua meteran bahkan lebih. Apa lagi kalau di Karimata sana. Walau demikian, mau tidak mau kami tetap melaut,”sambungnya. Meskipun diakuinya hasil tangkapan berkurang jauh.

Di timur Kalbar, pada hari Minggu (3/12), angin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan berhenti 30 menit berselang. Sedangkan kemarin (4/12), angin kencang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan hanya berhembus sekitar 20 menit.

Meski tidak berlangsung lama, namun kencangnya angin membuat sejumlah pohon-pohon kecil tumbang. Bahkan tower radio setinggi 40 meter milik Radio Dermaga Ria Persada (DRP) di Jalan Sekadau-Rawak, tumbang, Minggu sore.

“Tower kita tumbang sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Niko Bohot, Ketua Radio DRP kepada wartawan, Minggu malam.

Beruntung, tower tersebut tumbang tidak mengenai rumah warga. Tower tumbang ke arah kebun karet yang berada tak jauh dari lokasi bangunan tower tersebut. “Ndak ada korban,” kata Niko.

Akibat tumbangnya tower, praktis kegiatan siaran di radio bergelombang 100,9 AM itu terhenti. Saat ini, pihak teknisi tengah melakukan upaya perbaikan.

Tak hanya itu, angin kencang yang diseratai hujan deras, juga membuat sejumlah baleho di dalam Kota Sekadau tumbang. Banyak baleho yang sobek dan terlepas dari tiangnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Sekadau, Ir Akhmad Surydi MT mengatakan, berdasarkan prakiraan dari BMKG, selama beberapa pekan kedepan, Sekadau dan sekitarnya rawan terjadi angin kencang, puting beliung disertai hujan deras dan petir.

“Karena itu, kita minta kepada masyarakat agar waspada. Jangan berteduh di bawah pohon jika terjadi hujan disertai angin kencang,” ingat dia.

Warga juga diminta untuk memangkas atau menebang pohon besar yang ada di sekitar rumahnya. “Kalau memang tidak bisa menebang, bisa hubungi kita untuk dibantu melakukan penebangannya,” pungkas Akhmad.

Laporan: Maulidi Murni, Rizka Nanda, Ocsya Ade CP, Syamsul Arifin, Kamiriluddin, Abdu Syukri
Editor: Mohamad iQbaL