Latihan Gabungan Bikin Heboh Warga

92
Tim gabungan memadamkan api di samping kantor BPBD Landak. Antonius

eQuator – Ngabang-RK. Pembakaran lahan kosong persis di belakan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak Selasa (24/11) sekitar pukul 13:00, membuat geger warga Ngabang.
Jalan menuju dusun Sungai Buluh desa Hilir Kantor kecamatan Ngabang ini pun sempat macet akibat warga yang penasaran dan ingin tahu, siapa yang membakar dan apa yang terbakar.
“Kami dari jauh melihat kepulan asap tebal dan mengiria ini pasti ada yang kebakaran, maka kami langsung pergi ke arah kepulan asap tersebut. Setelah sampai di lokasi yang terbakar ternyata kami melihat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, menggelar latihan gabungan penanggulangan bencana,” ujar Hadi, warga Ngabang saat di temui Rakyat Kalbar di lokasi latihan.
Latihan gabungan itu dibuka langsung Kepala Pelaksana BPBD Landak, Banda Kolaga.
Dikatakannya, pengalaman selama ini, peristiwa kebakaran cenderung semakin meningkat pada kawasan permukiman yang padat penduduknya dan membawa dampak sosial ekonomi, teknis dan psikologis yang besar.
“Selain kebakaran permukiman, kebakaran hutan dan lahan juga sering terjadi di Indonesia. Hal ini karena aktivitas manusia dalam pembukaan lahan masih menggunakan pola tebang bakar serta adanya penyebab lain yang berasal dari fenomena alam elnino,” ungkapnya.
Pembukaan lahan dan hutan dengan pola tebang bakar sering menjadi penyebab terjadinya kebakaran besar-besaran yang sulit dikendalikan.
“Kebakaran hutan ini biasanya disertai dengan penjalaran asap lintas batas wilayah, bahkan lintas batas Negara, sehingga kemudian menimbulkan nota protes dari negara tetangga,” katanya.
Ia menambahkan, kebakaran hutan dan lahan pada akhirnya menyisakan kerusakan lingkungan yang luar biasa dan turut menjadi faktor penentu perubahan iklim. “Hal yang perlu kita sadari bahwa kerusakan sumber daya alam tidak semata kerusakan biofisik, tetapi juga menimbulkan permasalahan ekonomi,” ungkap Banda.
Berulangnya kejadian kebakaran hutan dan lahan beserta dampak ikutannya timbul karena lemahnya penegakan hukum, kurangnya pengendalian dan pengawasan terhadap sarana prasarana proteksi kebakaran yang wajib dimiliki perusahaan pengelola hasil hutan dan perkebunan serta perilaku penggunaan pola tebang bakar dalam pembukaan lahan.
“Para pihak yang terlibat dalam kerangka ini masih menekankan pada upaya responsiv saat tanggap darurat, kurang memberi perhatian upaya preventif berupa pencegahan, mitigasi dan pengurangan resiko kebakaran,” katanya.
Ketua Panitia latihan gabungan penanggulangan bencana, Rosiadi mengatakan, pelatihan gabungan ini menghadirkan narasumber dari Kasi Pencegahan dan Pemadaman BPBD Kota Pontianak, M. Tugo. Sedangkan metode pelatihan yakni teori dan praktek teknik pemadaman kebakaran.
“Pelatihan itu diikuti unsur BPBD Landak, Dinkes Landak, Disosnakertrans Landak, Satpol PP Landak, Koramil Ngabang, Polres Landak, Kantor Camat Ngabang, Polsek Ngabang, Pemuda Pancasila, RAPI, ORARI, Badan Pemadam Api Ngabang (BPAN), Kantor Kesbangpol Landak, Tagana Landak, PMI Landak, RSUD Landak dan unsur Polisi Militer (PM) Ngabang,” jelasnya.

 

Reporter: Antonius

Editor: Kiram Akbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here