Kurang 100 Surat Suara Start Pencoblosan pun Molor Berjam-jam

101
ilustrasi. net

eQuator – Sintang-RK. Sudah dikalkulasikan sedemikian rupa, masih saja Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sintang kekurangan surat suara. Seperti yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Desa Empaci, Kecamatan Dedai yang kekurangan 100 surat suara.

“Makanya pencoblosan di TPS 1 Desa Empaci itu molor. Pukul 10.30 baru dimulai,” kata Syaiful Nur, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sintang ditemui di hari pencoblosan, Rabu (9/12).

Syaiful mengetahui kekurangan surat suara tersebut setelah mendapatkan laporan dari Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) yang memang ditugaskan TPS 1 Desa Empaci tersebut.

Kekurangan suarat suara tersebut menyebabkan para pemilih kebingungan. Mereka yang datang ke TPS sejak pagi hari. Tetapi hingga matahari sepenggala, penyoblosan tidak kunjung

Para pemilih yang datang ke TPS 1 Desa Empati sejak pagi hari nampak kebingungan. Lantaran matahari sudah mulai naik, tetapi pencoblosan tidak kunjung dimulai.

Kekurangan suarat tersebut, kata Syaiful, langsung dikoordinasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sintang. “Ketua KPU yang langsung turun ke lokasi dan mencarikan solusinya,” ungkapnya.

Usut punya usut, ternyata di TPS 1 Desa Mangat Baru, juga di Kecamatan Dedai, justru kelebihan 100 surat suara. “Surat suara lebih di Desa Mangat Baru itulah yang dipindahkan ke Desa Empaci,” kata Syaiful.

Sementara itu, Ketua KPU Sintang, Supranto Aji mengatakan persoalan kekurangan surat suara tersebut sudah diatasi. Sehingga pencoblosan dapat segera dimulai.

“Sudah tidak ada persoalan. Surat suara yang kurang sudah terpenuhi semua. Kelebihan surat suara di TPS 1 Desa Mangat Baru kita pindahkan ke TPS 1 Desa Empaci,” ujar Aji.

Tetapi Aji tidak menjelaskan, penyebab salah satu TPS kekurangan, sementara di TPS lainnya di kecamatan yang sama, justru kelebihan surat suara dalam jumlah yang sama pula.

Selain sibuk mengurus kekurangan dan kelebihan surat suara di Kecamatan Dedai itu, Aji juga mendengar rumor yang menyebutkan di Kecamatan Ketungau Tengah telah melakukan penghitungan perolehan suara sejak pukul 10.00. “Tidak ada TPS yang menghitung perolehan di luar jadwal, yakni pukul 13.00. Kalau sebelum itu berarti salah,” jelasnya.

Sementara terkait pengumpulan perolehan suara dalam Pilkada Sintang ini, Aji mengatakan, akan selesai dalam lima hari. “Pengumpulan berkas Formulir C1, kita targetkan lima hari, agar bisa terkumpul semua. Memang ini instruksi KPU pusat,” katanya.

Setelah semua perolehan suara terkumpul, akan dilakukan rekapitulasi perolehan suara di tingkat KPU yang telah dijadwalkan sejak 16 hingga 18 Desember mendatang.

Kendati rekapitulasi perolehan suara di tingkat KPU tersebut masih beberapa hari lagi. Beberapa lembaga yang melakukan penghitungan cepat (quick count) sudah mulai menunjukkan “pemenangnya”.

Sementara itu, dari lima TPS di Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang yang sudah melakukan rekapitulasi perolehan suara, Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Sintang Nomor Urut 3, Jarot-Askiman tampil sebagai pemenangnya, menyisihkan dua Paslon lainnya.

Total perolehan suara di lima TPS Kelurahan Tanjung Puri tersebut (TPS 5, 10, 16, 17 dan 19), Jarot-Askiman meraih 462 suara, diikuti Agrianus-Chomain 277 suara dan Ignasius-Senen 191 suara.

Rinciannya, di TPS 5, Agrianus-Chomain (Nomor Urut 1) hanya meraih satu suara, Ignasius-Senen (Nomor Urut 2) meraih 73 suara dan Jarot-Askiman (Nomor Urut 3) meraih 34 suara.

Di TPS 10, Agrianus-Chomain 11 suara, Ignasius-Senen 83 Suara dan Jarot-Askiman 76 suara. Di TPS 16, Agrianus-Chomain 63 suara, Ignasius-Senen 8 Suara, dan Jarot-Askiman 161 suara.
Sementara di TPS 17, Agrianus-Chomain 89 Suara, Ignasius-Senen 9 suara dan Jarot-Askiman 88 suara. Sedangkan di TPS 19, Agrianus-Chomain 113 suara, Ignasius-Senen 18 suara dan Jarot-Askiman 103 suara.

Laporan: Achmad Munandar

Editor: Mordiadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here