Kota Sanggau Minim Reservoir

Bertahun-tahun Rusak Tak Diperbaiki

113
Reservoir yang bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki—kiram akbar

eQuator – Sanggau-RK. Ketiadaan reservoir (bak penampungan air, red) menjadi kendala tersendiri bagi para petugas pemadam kebakaran (Damkar), terlebih jika kebakaran terjadi di kawasan yang jauh dari sumber air dan padat penduduk.

“Itu (reservoir, red) sangat penting dan keberadaanya sangat membantu,” kata Bambang Haryoseno, Kasubdit Damkar BLHKPK Sanggau, kepada wartawan.

Sayangnya, di Kota Sanggau sendiri ketersediaan reservoir itu sangat minim. Hanya ada tiga, itupun yang satunya tak bisa digunakan. “Pertama yang ada di kantor bupati, kedua di kelurahan beringin di depan kantor Arsip Daerah (Arda), ketiga di lapangan sepakbola Rawa Bakti. Yang di lapangan sepakbola itu sudah tak bisa digunakan lagi sejak lima tahun lalu,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pemadam sempat kesulitan ketika memadamkan kebakaran hebat yang terjadi persis di depan lapangan sepakbola itu, beberapa waktu lalu. Kebakaran itu mengakibatkan beberapa ruko ludes.

Mengingat pentingnya reservoir itu, ia berharap pemerintah dalam hal ini Dinas PU memerbaiki atau menambah jumlah reservior yang ada. Dan itu, tegas Bambang, merupakan kewajiban dasar yang harus dipenuhi pemerintah. “Sesuai undang-undang nomor 23 Pemadam Kebakaran,” tambahnya.

Dikatakannya, paling tidak ada 10 titik di Kota Sanggau yang dianggap perlu dibangun reservoir, terutama di kawasan yang minim sumber air dan padat penduduk. “Seperti di daerah Kinibalu, Segole, Sanggau Permai, di Jalan Sutan Syahrir dan di wilyah Bunut,” bebernya.

Meksi diakuinya tak ada standar kapasitas dalam membangun reservoir. Parstinya, lebih besar lebih baik. “Kalau yang di kantor bupati dan Kelurahan Beringin itu kapasitasnya sekitar 150 ribu liter,” ungkapnya.

Satu sisi ia juga mengingatkan, meski merupakan penampungan air, bukan berarti masyarakat bisa mengambil air di situ. “Bukan itu tujuannya, hanya bersifat emergency (darurat),” tegasnya.

Bambang mengaku secara lisan telah menyampaikan hal tersebut ke Dinas PU. “Secara tertulis memang belum, kita masih melihat ketersediaan anggaran juga,” akunya.

Laporan: Kiram Akbar