Kopdar Saudagar Nusantara 2017, Putra Petir Presentasi Selo Generasi Dua

Ingin Menerangi Negeri meski Hanya Sebesar Lentera

21
SELO SENIOR. Ricky Elson (tengah) dan Selo ciptaannya, berfoto bersama peserta KSN 2017 asal Pontianak, Febriandi Bahroni yang juga merupakan Manager IT Rakyat Kalbar (kiri) dan Hanif (kanan), di Sentul International Convertion Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/10). Rakyat Kalbar Photo

Bangsa Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pada era apapun, termasuk pada jaman digital setakat ini. Hal tersebut lah yang mendorong Kopi Darat (Kopdar) Saudagar Nusantara (KSN) 2017 dihelat.

Febriandi Bahroni, Bogor

eQuator.co.id – Event itu berskala nasional dan pertama kali digelar. Mengambil tempat di Sentul International Convention Center (SICC) pada 27-29 Oktober 2017.

Dihadiri sekitar tujuh ribu peserta dari seluruh Indonesia dengan tema “Berdaya di Negeri Sendiri”, KSN 2017 dihadiri beberapa pembicara yang sudah punya nama besar. Diantaranya CEO Buka Lapak Achmad Zaky, Owner Syaamil Group Riza Zacharias, Founder Indonesia Islamic Business Forum Ir. H. Heppy Trenggono M.Kom, CEO Keke Busana Rendy Saputra, Founder Billionaire Couch Dewa Eka Prayoga, serta Founder YukBisnis.com Jaya Setiabudi.

Pembicara lainnya Business Coach Dr. Fahmi, Founder Paytren Ustadz Yusuf Mansur, Presiden Genpro Iwan Kurniawan, Presiden Tangan di Atas (TDA) Achmad Baidillah Barra, CEO Wardah Salman Subakat, dan pencipta mobil listrik Selo Ricky Elson.

Penggagas Kopdar Saudagar Nusantara, Rendy Saputra mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia melalui kegiatan KSN 2017, atas dasar gagasan dan satu ide. “Yang kemudian kami kembangkan menjadi semangat Saudagar Nusantara,” tutur Rendy kepada eQuator.co.id.

Semua pembicara berbagi pengalaman di atas panggung SICC yang disaksikan ribuan peserta. Salah seorang yang sampai saat ini diperbincangkan dan masih menjadi trending topic di kalangan peserta KSN adalah Ricky Elson.

Pria yang berjuluk Putra Petir itu bisa disebut salah seorang anak muda terbaik Indonesia. Ricky berbagi pengalamannya saat kuliah dan bekerja di Jepang selama kurang lebih 14 tahun, yang kemudian memutuskan kembali ke Indonesia untuk mengembangkan mobil elektrik.

Dalam pemaparannya, Ricky menyebut, demi kemajuan bangsa ini Indonesia butuh pemuda yang kreatif. “Yang sejak kecil sudah dilatih untuk berkarya,” tuturnya. Mobil Selo ciptaannya yang telah dipatenkan dipamerkan di lobi SICC.

Ia berkeyakinan, jika hal tersebut bisa dipenuhi, Indonesia dapat mandiri dan menjadi bangsa yang besar. “Saya bekerja di perusahaan Jepang untuk belajar tentang spirit mereka, apakah kita benar-benar kalah dari mereka? Tapi saya yakin kita mampu untuk menjadi bangsa yang besar,” ungkap Ricky.

Pemuda 37 tahun tersebut berpendapat bahwa cepat atau lambat peradaban berubah. Segalanya akan bergerak menggunakan tenaga listrik.

“Kami ingin menerangi negeri ini, walaupun hanya sebesar lentera,” ujarnya.

Dan, Ricky bersama timnya tengah menyiapkan mobil listrik Selo generasi kedua. Dana yang dibutuhkan untuk menciptakan mobil tersebut sekitar Rp3 miliar. “Yang akan dipersembahkan untuk bangsa ini,” pungkas dia.

Selain acara di panggung, KSN 2017 juga disemarakkan dengan Festival Saudagar Nusantara (FSN) di halaman parkir SICC. Lebih kurang 15 tenda komunitas dapat diakses para peserta. Masing-masing tenda juga punya pengisi materi.

Tenda komunitas diantaranya diisi Komunitas Tangan Di Atas (TDA), Grounded, Inkubator Bisnis,  dan GenPro. Tak hanya itu, pameran kuliner, fashion, coaching bisnis, dan pameran property juga diselenggarakan.

Peserta dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Perguruan Tinggi (PT), Hanif, setuju dengan tema KSN 2017. Kata dia, memang saatnya anak negeri siap membangun peradaban. “Tidak lagi sekedar korban hasil perencanaan,” tutur Hanif.

Menurutnya, di KSN 2017 terdapat banyak orang yang satu visi. “Berbicara nyambung, full bisnis. Mimpinya sama, semua konek untuk bersinergi,” ungkapnya.

Yang lebih penting, lanjut pemuda asal Pontianak ini, bukan hanya sekedar berbisnis, tapi semua sepakat kalau dunia dan akhirat tak bisa terpisahkan. “Dampaknya, ya selain mengingatkan untuk sukses berbisnis, harus sukses bertakwa,” pungkas Hanif.

Di sisi lain, peserta dari Banjarnegara, Jawa Tengah, Riki Kurniawan menyebut, KSN 2017 dengan motto “Berdaya di Negeri Sendiri” sangat baik untuk memacu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Khususnya pelaku usaha mikro yang harusnya bisa naik grade ke pengusaha kecil.

“Saya merasakan semangat yang luar biasa, banyak ide-ide yang muncul untuk membenahi bisnis yang sedang saya jalani. Banyak juga PR yang harus saya kerjakan agar bisnis saya bisa segera naik kelas,” tutur anggota Komunitas TDA itu.

Ketika mendengarkan paparan dari para pembicara, lanjut dia, banyak ilmu dan strategi yang didapat. “Dan akan saya praktikkan sesuai kebutuhan bisnis saya,” terang Riki.

Ia sangat berharap, setelah event, ada follow up untuk membimbing para pelaku UMKM. “Agar nantinya kami siap untuk berdaya di negeri sendiri,” tandasnya.

Ketua komunitas GENPRO chapter Pontianak, Wiwin, juga hadir dalam event besar ini. Ia sangat kagum dengan kemeriahan rangkaian acara KSN 2017. “Ribuan pengusaha dari berbagai pelosok negeri berkumpul untuk menyamakan visi pemberdayaan ekonomi bagi anak negeri khususnya bagi peningkatan UMKM agar dapat tegak berdaya di negeri sendiri,” tuturnya.

Wiwin juga sangat terinspirasi dengan sosok Ricky Elson, menurutnya Ricky Elson adalah tokoh muda nasional yang mempunyai kapasitas keilmuan tinggi terutama bidang kelistrikan, “Terbukti dengan hasil karyanya yang fenomenal salah satunya adalah SELO mobil listrik,” pungkasnya. (*)

Editor: Mohamad iQbaL