Konseptor Kemajuan Pendidikan Kota Pontianak

605

eQuator – Kemajuan tidak akan pernah ada tanpa pemikiran. Keberhasilan takkan bisa diraih tanpa kecerdasan. Begitulah cerminan kemajuan sektor pendidikan di Kota Pontianak. Tanpa peran Dr H Mulyadi, MSi, mungkin pendidikan di daerah ini belum bisa berkembang seperti sekarang ini.

Sosok Dr H Mulyadi, MSi sudah sangat dikenal publik, khususnya oleh rakyat yang berdomisili di Kota Khatulistiwa. Pria berkumis nan tampan itu merupakan konseptor pendidikan di Kota Bersinar ini. Lewat sentuhan-sentuhan tangan dinginnya, sudah banyak pembangunan yang dilakukan. Hingga kawula pelajar di daerah ini banyak menuai buah prestasi yang mengharumkan daerah.

Tahun ini, Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Pontianak kembali berinovasi. Proyeksinya ialah menerapkan ‘Pendidikan Keluarga’. Kebijakan ini dicanangkan atas saran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

“Dalam petunjuk yang dikeluarkan Kemendikbud. Pendidikan keluaraga itu adalah wadah pertemuan antara sekolah dan orangtua siswa. Pertemuan itu akan dilaksanakan enam bulan sekali,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Pontianak, Dr H Mulyadi, MSi.

Menariknya, Dinas Pendidikan Pemkot Pontianak sudah lebih dulu menerapkan kebijakan tersebut. Medio 2014, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran supaya pihak sekolah mengundang orangtua siswa dalam sebuah forum untuk membahas perkembangan anak-anaknya.

“Dinas Pendidikan Kota Pontianak sudah membuat surat edaran setahun yang lalu dan sekarang ini masuk tahun kedua. Saya waktu itu meminta agar pertemuan sekolah dengan orangtua minimal dilaksanakan 3 bulan sekali,” beber Mulyadi.

“Jadi kita sudah selangkah lebih maju. Konsepnya, di dalam pertemuan itu akan dibicarakan masalah-masalah para siswa/siswi di sekolah. Baik soal prestasi anak dan sebagainya,” timpal mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ini.

Dalam konsep pertemuan, Mulyadi berkeinginan, orangtua siswa/siswi juga mendapatkan pemahaman ihwal perkembangan anak di era modern.

“Sekolah akan mengundang narasumber lain yang bisa memberikan edukasi kepada orangtua siswa/siswi. Seperti kepolisian, dinas kesehatan dan stakeholder penting lainnya,” papar Mulyadi.

Inovasi ini, kata Mulyadi, dimaksudkan untuk menciptakan nuansa baru kepada orangtua dalam pertumbuhan anak sehingga perhatian orangtua kepada anak juga akan lebih.

“Jadi tidak serta-merta semuanya diserahkan kepada sekolah. Karena tanggungjawab pendidikan itu tidak hanya pada pemerintah, tetapi juga ada pada orangtua dan masyarakat,” ingatnya.

Tercatat, Kota Pontianak bakal menjadi piloting Pendidikan Keluarga dari seluruh Indonesia. “Jadi ada enam sekolah yang kita pilih. Mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK. Sektor ini akan menjadi piloting pemerintah pusat untuk sekolah rujukan keluarga. Akan ada 50 sekolah yang terkena imbas. Nanti semua tenaga pengajar akan dilatih,” terang Mulyadi.

“Insya Allah, bulan Desember yang akan datang projek ini akan dimulai. Kami akan melibatkan stakeholder lain juga. Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) akan ikut di dalamnya. Pendidikan ini bersentuhan langsung dengan orangtua. Karena kita mau lihat tanggungjawab pendidikan yang ada pada orangtua juga,” ulasnya.

Reporter: Deska Irnansyafara

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here