Komisi Akreditasi Survei 6 Puskesmas di Kapuas Hulu

133
SURVEI. Komisi Akreditasi FKTP survei di Puskesmas Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (8/12). Andreas-RK

eQuator.co.id – PutussibauRK. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mensurvei 6 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Komisi tersebut sudah ada di Badau sejak 6 Desember. Mereka mulai survei 7 Desember kemarin. Sekarang mereka di Puskesmas Badau. Sesuai jadwal sampai 9 Desember (hari ini, red),” kata dr H Harisson MKes, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kapuas Hulu, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/12).

Puskesmas Kapuas Hulu yang disurvei Komisi Akreditasi tersebut terdiri atas Puskesmas Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Hulu Gurung, Bunut Hilir, Puring Kencana dan Badau.

Dari enam Puskesmas yang diservei tersebut, baru dua Puskesmas yang hasilnya sudah diketahui, yakni Putussibau Utara yang lulus Tingkat Utama dan Puskesmas Hulu Gurung yang lulus Tingkat Madya. “Tiga Puskesmas sudah selesai survey, tinggal menunggu hasilnya. Lalu satu Puskesmas, yang di Badau ini masih survei,” ungkap Harisson.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kapuas Hulu ini menjelaskan, ada beberapa hal yang dilihat Komisi Akreditasi FKTP dalam surveinya. Di antaranya, upaya kesehatan masyarakat, administrasi menajemen, hingga pada pelayanan klinis.

Hasil survei itu, kata Harisson, baru kelihatan setelah 2 bulan survei selesai. “Hasil itu bisa saja lulus Perdana (dalam hal ini disuruh survei ulang, tahun depan), kemudian lulus Tingkat Dasar, Madya, Utama dan Paripurna. Paling bagus statusnya lulus Paripurna,” terangnya.

Sebetulnya, ungkap Harisson, pada 2016 ini ada 7 Puskesmas yang disurvei akreditasi. Namun hanya 6 Puskesmas yang dapat disurvei. Lantaran keterbatasan surveyor dari Kemenkes RI dan juga pengusulan survei dari daerah yang menumpuk pada triwulan akhir tahun.

“Proses survei akreditasi ini kan menilai seluruh Indonesia. Sementara akhir tahun ini, baru banyak daerah yang mengusulkan, hampir 10 ribu Puskesmas yang harus diurus Kemenkes RI,” kata Harisson.

Jadi, tambah dia, dari Pusat juga pasti kewalahan untuk mengutus surveyornya. “Tetapi Alhamdulillah, dari tujuh target kita, enam sudah diurus, tinggal satu lagi yang belum, yakni Puskesmas Semitau, rencananya Januari 2017,” ungkap Harisson.

Lebih lanjut, Harisson menuturkan, Pada 2017 akan diajukan lagi 10 Puskesmas. “Saya berharap dengan sudah terakreditasi, pelayanan kesehatan di Puskesmas semakin prima,” tuntasnya.

 

Laporan: Andreas

Editor: Mordiadi