Kisah Sukses Seorang Tukang Ojek Menjadi Milioner

1740
YERRY NOVEL/RADAR SLAWI PENGUSAHA SUKSES - Wendi, seorang tukang ojek yang kini menjadi pengusaha sukses di Slawi, Kabupaten Tegal.

eQuator.co.id – YERRY NOVEL/RADAR SLAWI

PENGUSAHA SUKSES – Wendi, seorang tukang ojek yang kini menjadi pengusaha sukses di Slawi, Kabupaten Tegal.

Kisah Sukses Seorang Tukang Ojek Menjadi Milioner

Berawal Hanya Punya 1 Motor, Kini Punya Sejumlah Truk dan Rumah

Siapa bilang tukang ojek tidak bisa kaya? Mohamad Suwendi, 37, seorang warga Desa Dukuhwringin, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, telah membuktikannya. Seperti apa jalan menuju kesuksesannya?

LAPORAN: YERRY NOVEL

MESKI menjadi seorang pengusaha sukses, tapi pria yang akrab disapa Wendi ini tidak sombong. Dia tampak murah senyum dan baik hati kepada siapapun. Dia bahkan kerap memberikan sebagian rejekinya kepada warga tidak mampu. Yah, semua itu dilakukan karena dirinya pernah merasakan menjadi orang miskin. Sebelum Wendi menjadi seorang pengusaha sukses, dia pernah menjadi tukang ojek antar jemput anak sekolah. Kala itu, sekitar tahun 2002. Dia hanya bermodalkan sepeda motor jenis Suzuki Family tahun 1973 yang dibelikan oleh orangtuanya. Dia berangkat ngojek mulai pukul 5.00 hingga pukul 07.30. Sepulang ngojek , dia langsung beralih profesi menjadi penjual es jus di depan Yayasan Pendidikan Islam Uniluha Slawi. Dia melakukan itu selama setahun hingga akhirnya bertemu dengan seorang wanita yang sekarang menjadi istrinya.

Berawal dari itu pula, Wendi kemudian mengembangkan bisnisnya dengan membeli motor roda tiga. Tujuannya, supaya kapasitas muatan angkutannya lebih banyak. Setelah lunas mengangsur motor roda tiga itu, Wendi melanjutkan kredit mobil carry. “Waktu itu bisnis saya mulai berkembang. Saya berhasil memiliki satu motor roda tiga dan dua mobil carry,” kata ayah dari empat anak ini.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2009 Wendi memberanikan diri kredit dumtruk. Untuk kredit kendaraan itu, Wendi harus rela menjual mobil kesayangannya untuk uang muka (down payment/DP). Dengan DP sebesar Rp 100 juta, Wendi harus mengangsur Rp 8 juta perbulan selama 2 tahun. Selama itu pula, Wendi tetap berikhtiar. Dia selalu berdoa untuk menuju kesuksesannya. Tak pelak, dia juga selalu meminta doa restu dari orangtuanya. Hingga akhirnya, Wendi kini memiliki sejumlah dumptruk, sejumlah rumah dengan harga yang cukup fantastis, sejumlah mobil pribadi, dan sejumlah alat berat (eksavator dan buldoser). Hebatnya lagi, Wendi juga kini memiliki sejumlah bidang tanah yang tersebar di wilayah Kabupaten Tegal.

“Alhamdulilah, sekarang saya menjadi pengusaha. Semua ini berkat doa dari istri dan orangtua saya, dan juga berkah dari Allah SWT,” kata suami dari Khojanah, 36, ini.

Truk yang dimilikinya, setiap hari dirental oleh sejumlah kontraktor untuk mengangkut batu split, batu blonos, dan juga pasir. Tiap hari, jasa sewa yang diperolehnya, lebih dari Rp 1 juta. Sedangkan jumlah karyawannya, lebih dari 20 orang. Meski demikian, Wendi tidak selamanya mendapatkan keuntungan sebesar itu. Sebab, kondisi itu dikala sedang ramai atau banyak proyek dari APBD II Kabupaten Tegal. Dikala sepi, dia hanya mendapatkan keuntungan dibawah dari Rp 1 juta. Menurut Wendi, duka yang dialaminya tidak hanya itu. Ketika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar naik, dia juga harus menepuk jidat.

“Suka duka saya banyak sekali. Termasuk kalau truk saya mengalami kecelakaan lalu lintas, ya terpaksa harus diurus. Dan itu pasti mengeluarkan uang banyak,” ucapnya sedih.

Selain mendapatkan jasa dari sewa truk, Wendi juga seorang kontraktor yang sudah terkenal di wilayah Kota Slawi. Dia bahkan kerap memenangkan tender dengan nilai yang cukup besar. Tak heran, Wendi yang dulu sebagai tukang ojek, kini berubah menjadi seorang pengusaha yang kaya raya. Meski sudah kaya, tapi Wendi tak melupakan kewajibannya sebagai seorang ayah. Dia kerap mengajak anak-anaknya dan istrinya untuk pergi ke berbagai tempat wisata dan hiburan.

“Biasanya kalau hari minggu, saya pergi ke PAI Kota Tegal, Mall, Guci, kadang juga ke Cirebon. Intinya untuk menyenangkan anak-anak dan istri saja, supaya mereka tidak bosan di rumah terus,” kata pria yang berijasah Sarjana Hukum ini.

Walau sudah menjadi kontraktor dan pengusaha sewa truk, tapi Wendi masih punya cita-cita mulia. Dia ingin menjadi seorang pengusaha yang muslim. Untuk meraih keinginannya itu, dia berencana akan menunaikan ibadah umroh bersama anak-anaknya dan istrinya. “Insya Allah tanggal 27 Maret mendatang kami akan pergi umroh ke tanah suci,” kata Wendi yang mengaku juga aktif di organisasi masyarakat pemuda pancasila Kabupaten Tegal.

Wendi juga mengaku kerap memberikan sedekah ke sejumlah anak yatim dan orangtua jompo di panti asuhan. Itu dilakukan karena menurutnya, sudah menjadi kewajiban baginya. Bahkan, jika dirinya mendapatkan reward atau hadiah dari pihak manapun, dia akan membagikan hadiah itu ke orang-orang yang membutuhkan. “Pada intinya, saya ingin menjadi pengusaha muslim,” tutupnya. (yer)